Kamis 14 Januari 2021, 15:00 WIB

Pandemi Covid-19 Mengubah Tren Mobilitas Manusia

adiyanto | Weekend
Pandemi Covid-19 Mengubah Tren Mobilitas Manusia

Handout / VAIMOO / AFP
Vaimoo, Sepeda buatan Italia yang dilengkapi kecerdasan buatan

PANDEMI covid-19  yang telah membatasi mobilitas manusia, mendorong industri transportasi untuk memikirkan kembali strategi mereka. Dalam pameran konsumen elektronik terbesar yang digelar virtual di Las Vegas, selama pekan ini,  hal penting mengemuka adalah perubahan mobilitas manusia selama krisis kesehatan global ini di mana lebih banyak penggunakan kendaraan pribadi.

Sementara itu, minat pada kendaraan listrik juga meningkat setelah pertumbuhan produk Tesla yang menakjubkan. Sebagian negara mengadopsi kendaraan jenis ini. Selain itu, kini lebih banyak pilihan untuk mobilitas pribadi dan pengiriman di tengah lonjakan perdagangan online.

General Motors, misalnya, dalam pameran ini menawarkan visinya dengan meluncurkan merek mobil pengiriman listrik BrightDrop, bersama dengan prototipe kendaraan listrik Bolt, Cadillac, dan Hummer edisi terbaru.

GMC Hummer EV akan mulai diproduksi tahun ini dengan fitur akselerasi lebih bertenaga, dapat dikemudikan secara otonom, dan mode "crab walk" yang dapat menavigasi medan sulit dengan memutar rodanya hingga 10 derajat.

"Ini memiliki jumlah tenaga yang luar biasa dan memungkinkan kinerja penggerak listrik," kata insinyur GM Aaron Pfau dari mega-truk.

Sementara itu, Audi, raksasa otomotif Jerman memamerkan konsep mobil sport RS e-tron GT berkinerja tinggi, yang dapat berakselerasi hingga 100 kilometer (60 mil) per jam dalam waktu sekitar tiga detik.

“Ini mewakili masa depan mobil elektrik berperforma tinggi," kata Michael Loehe dari Audi dalam presentasi virtualnya.

Schmidt dari Accenture mengatakan bahwa pengemudi mobil listrik terkejut dengan tenaga dan performanya.

Sementara itu,  tren yang mengemuka dalam pameran ini adalah "micromobility" yakni mobilitas terbatas yang dilakukan manusia. Tren ini memunculkan sepeda listrik pintar Segway Ninebot dan sepeda buatan Italia, Vaimoo, yang menggunakan kecerdasan buatan dan geolokasi.

Cake, pembuat sepeda elektronik Swedia, juga meluncurkan kotak pengiriman makanan listrik untuk menjaga makanan tetap panas atau dingin, mengikuti tren yang berkembang pesat selama pandemi. Kotak pengatur suhu ini dirancang untuk sepeda tersebut dan diharapkan diluncurkan akhir tahun ini.

Perusahaan tersebut mengatakan jasa pengiriman makanan telah meningkat sebesar 60% dari tahun 2017, dan kemungkinan akan tumbuh lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang.

Pandemi memang telah mengubah tren transportasi  dengan banyaknya orang menghindari angkutan massal dan berbagi tumpangan. Namun, menurut Schmidt, pertanyaan besarnya adalah berapa lama perubahan ini akan berlangsung. “Di setiap kota besar, mobilitas bersama atau mikromobilitas adalah satu-satunya solusi,” ujarnya. (AFP/M-4)

Baca Juga

Dok Galeri Zen1

Menguak Rahasia Kehidupan Lewat Lukisan Wayan Apel Hendrawan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 07:12 WIB
Sebanyak 12 karya berciri khas spiritualisme Bali ditampilkan oleh seniman Wayan Apel Hendrawan dalam pameran lukisan bertema Into the...
Sai Aung Main / AFP

Potret Generasi Terakhir Perempuan Bertato di Myanmar

👤Galih Agus Saputra 🕔Rabu 27 Januari 2021, 07:00 WIB
Generasi terakhir perempuan dengan tato di wajah itu, baru-baru ini telah diabadikan oleh fotografer Italia, Marco...
AFP/Valerie Macon

Demi Marilyn Monroe, Ana de Armas Tersiksa 9 Bulan

👤Fathurrozak 🕔Selasa 26 Januari 2021, 23:15 WIB
Aktris berdarah Kuba ini merasa tertantang memerankan Marilyn...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya