Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
AWAL Juni lalu, seorang rekan memasukkan saya ke dalam grup whatsapp Festival Hujan Bulan Juni. Grup ini berisi belasan orang alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), lintas jurusan dan angkatan. Mereka berinisiatif menyelenggarakan festival pembacaan karya-karya Sapardi Djoko Damono. Festival ini dimaksudkan merayakan kepenyairan sastrawan yang juga mantan dekan FIB UI tersebut.
Nama festival diambil dari salah satu karya SDD, demikian Sapardi kerap disapa , Hujan Bulan Juni, “Kita kerja-kerja kebudayaan seperti zaman kuliah dulu, loe ikut bantu-bantu ide ya,” kata rekan saya tadi. Saya mengiyakan, meski di grup itu lebih bersifat pasif. Kebetulan saya juga suka puisi dan mengagumi karya-karya Sapardi.
Festival yang disenggarakan secara daring di instagram dan youtube ini lumayan mendapat apresiasi dari para pecinta sastra, termasuk kalangan muda. Sejumlah aktor/aktris dan sastrawan, terlibat dalam pembacaan puisi ini, tanpa dibayar. Tidak mesti karya Sapardi, karya penyair lain atau bahkan karya sendiri pun boleh dibacakan.
Tidak mesti pula deklamasi. Gabriel Fernandez, seniman/musisi muda asal Nusa Tenggara Timur yang saat ini sedang kuliah di Jogyakarta, misalnya, ikut menyumbang musikalisasi puisi. Kelly Tandiano, seorang aktris/model, ikut pula berakting dalam sebuah videopoetry. Karya video ini merupakan penafsiran sutradara film, Lasya F Sutanto atas puisi Sapardi, Sehabis Suara Bergemuruh.
Selain mereka, gaung kepenyairan Sapardi juga bergema di dada Dian Sastro, Marsha Timothy, Lola Amaria, Vino G Bastian, dan lain-lain. Mereka, rata-rata anak muda ini, ikut membacakan karya Sapardi, sastrawan yang disebut cerpenis Kurnia Efendi sebagai penyair (lebih dari) sejuta umat. “Sepi itu bisa memabukkan, tapi juga bisa menjadi inspirasi,” kata Sapardi, saat pembukaan festival ini lewat video yang diunggah di youtube Hujan Bulan Juni Festival. Meski tampak lelah, dia terlihat gembira menyambut festival yang dibuat murid-muridnya ini.
Namun, sepekan kemudian, saya mendengar kabar, sastrawan kelahiran 20 Maret 1940 itu, masuk rumah sakit lantaran HB-nya rendah dan mesti ditransfusi darah. Dan, Minggu (19/7) pagi tadi, di usianya yang menginjak 80 tahun, satrawan kelahiran Surakarta itu, menutup lembar hidupnya, diiringi doa orang terdekat dan juga puluhan muridnya.
Seperti salah satu puisinya, yang fana adalah waktu, saya yakin karya-karya Sapardi akan tetap abadi. Terima kasih dan selamat jalan pak. Izinkan saya mengenangmu dengan sederhana, melalui salah satu puisi karyamu di bawah ini.
Pada Suatu Hari Nanti
Pada suatu hari nanti,
jasadku tak akan ada lagi,
tapi dalam bait-bait sajak ini,
kau tak akan kurelakan sendiri.
Pada suatu hari nanti,
suaraku tak terdengar lagi,
tapi di antara larik-larik sajak ini.
Kau akan tetap kusiasati,
Pada suatu hari nanti,
impianku pun tak dikenal lagi,
namun di sela-sela huruf sajak ini,
kau tak akan letih-letihnya kucari.
Founder sekaligus Pemimpin Umum Suratkabar Kampus UI Salemba, Antony Z Abidin, menekankan pentingnya warisan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Universitas Indonesia bersama Universitas Sumatera Utara memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Sumatra Utara
Salah satu terobosan dalam program ini adalah penempatan unit filter air bersih dan fasilitas internet di Puskesmas Batipuh Selatan.
Kegiatan ini bertujuan membekali relawan dengan pengetahuan dan keterampilan dasar Psychological First Aid sebagai respons awal dalam situasi krisis dan bencana.
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved