Selasa 07 April 2020, 11:50 WIB

Terbukti, Anak-anak Lebih Tahan Terhadap Virus Korona

Galih Agus Saputra | Weekend
Terbukti, Anak-anak Lebih Tahan Terhadap Virus Korona

Patrick Meinhardt /AFP
Seorang anak di Nairobi, tengah diperika petugas medis.sejumlah ilmuwan mengatakan, bahwa mereka yang berusia di bawah 1

JIKA orang bertanya adakah harapan di antara sekian banyak kasus pandemi korona yang tengah merebak di berbagai penjuru dunia, imunitas anak-anak barang tentu dapat menjadi salah satu jawabannya. Dalam sebuah laporan bertajuk 'Morbidity and Mortality Weekly' yang dirilis Centers for Disease Control (CDC), Senin (6/4), sejumlah ilmuwan mengatakan, bahwa mereka yang berusia di bawah 18 tahun rupanya mengalami respons yang berbeda ketimbang orang dewasa.

Kebayakan dari mereka juga tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit, bahkan kecil kemungkinannya meninggal dunia. Ahli Pediatri, Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, sekaligus Ketua Komite Penyakit Menular, American Academy of Pediatrics, Amerika Serikat (AS), Yvonne Maldonado mengatakan bahwa hal semacam ini boleh dibilang sebagai kabar baik.

Meski begitu, sejauh ini Maldonado sendiri belum mengetahui apa yang menjadi faktor atau penyebabnya. Fenomena seperti ini, lanjutnya, tidak banyak ditemui di penyakit pernapasan. Sebab, virus seperti influenza saja, biasanya menyerang orang yang sangat muda atau sangat tua secara agresif, sejurus dengan sistem kekebalan tubuh mereka yang rentan.

Walaupun korona juga berbeda dengan influenza, Maldonado kemudian mengatakan bahwa fenomana seperti ini sebenarnya tidaklah umum. “Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi di sini," tuturnya, seperti dilansir Time.

Adapun studi CDC sendiri mencakup kurang lebih 2.500 kasus infeksi korona pada anak di bawah usia 18 (sebagian kecil dari  150.000 kasus yang terjadi di AS, sejak 12 Februari hingga 2 April). Studi ini juga menjadi bagian kedua setelah amatan pertama di Tiongkok, yang mencakup sekitar 2.100 anak berusia dua hingga 13 tahun. Dalam temuannya, CDC menjelaskan bahwa lebih dari 90% anak tidak mengalami gejala ringan hingga sedang.

Tren gejala pada anak dan dewasa di AS, sebagaimana dilaporkan CDC juga menunjukan adanya perbedaan. Presentase gejala demam, batuk, atau sesak napas pada anak di bawah usia 18 tahun mencapai 73%, atau lebih kecil jika dibandingkan dengan orang dewasa yang berusia 18 hingga 64 tahun, dimana mencapai 93%.

Anak-anak yang membutuhkan perawatan di rumah sakit pun hanya mencapai 6%, dan lebih kecil jika dibandingkan dengan orang dewasa yang mencapai 10%. Menurut pantauan CDC di AS, sejauh ini tiga anak telah meninggal dunia karena infeksi korona, di antara lebih dari 5.443 kematian terkait pandemi tersebut.

Asisten Profesor Pediatri, Harvard Medical School, Kristin Moffitt turut menambahkan bahwa dewasa ini terdapat sedikit anak yang terserang pandemi, bahkan di kawasan seperti Washington yang mengalami ledakan pertama di AS. Meski begitu, ia menekankan bahwa saat ini, siapapun belum dapat menarik kesimpulan bahwa anak di bawah usia 18 tahun dapat menghindari penularan. (M-4)

Baca Juga

Dok. JFW 2021

Memori Keindahan Alam

👤Putri Rosmalia 🕔Minggu 06 Desember 2020, 03:40 WIB
PANDEMI memunculkan pengalaman akan rasa rindu yang besar pada banyak hal, salah satunya keindahan destinasi...
Dok. Kursien Karzai

Syar’i dan Optimistis

👤MI 🕔Minggu 06 Desember 2020, 03:20 WIB
KEMERIAHAN pergelaran fesyen tidak hanya di Jakarta, melainkan juga di Sidrap, Sulawesi...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Supari: Membangun Negeri dengan Hati

👤Bagus Pradana 🕔Minggu 06 Desember 2020, 03:00 WIB
Supari melihat dari tahun ke tahun UMKM di Indonesia besar di bawah, tapi kecil di atas, seperti sebuah segitiga yang sulit dicapai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya