Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI industri musik di Tanah Air menarik perhatian Google. Pada 7 November 2019, Google meluncurkan Youtube Music di Indonesia yang sudah bisa diunduh melalui Play Store dan App Store.
Youtube Music merupakan aplikasi (web player) dari Youtube yang didesain ulang, khusus mendengarkan musik. Di aplikasi ini tersedia beragam lagu, official album, ribuan daftar putar (playlist), dan stasiun radio artis, yang mana juga dipadukan dengan deretan campuran (remix) video dari Youtube. Melalui peranti ini, pengguna juga dapat mendengarkan lagu favorit yang berasal dari video atau pentas langsung (live), maupun video cover.
Head of Music Content Partnerships Youtbe South East Asia, Ruuben Van Den Heuvel mengatakan pihaknya sangat antusias untuk mendekatkan diri dengan pecinta musik Indonesia. Ia juga mengaku bangga dengan keragaman seni dan budaya yang ada di Nusantara. "Kini kami semakin bangga karena budaya dan talenta musik di Tanah Air sudah memiliki satu wadah dengan adanya peluncuran Youtube Music ini," imbuhnya, melalui video konferensi pers, di Kantor Google Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (5/11).
Rubben menjelaskan pihaknya berupaya menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih kaya, cerdas, dan imersif melalui Youtube music. Perangkat tersebut lantas hadir dalam dua layanan yaitu Youtube Music dan Youtube Music Premium.
Pengguna mendapatkan layanan secara gratis melalui Youtube Music yang didukung iklan. Sementara Youtube Music Premium hadir dengan opsi langganan atau berbayar yang memungkinkan pengguna dapat memutar lagu dan video di latar belakang, sehingga mereka tetap bisa mendengarkan musik sambil memakai aplikasi lain, menulis pesan, bahkan saat berolahraga dengan keadaan ponsel terkunci. Selain itu, layanan premium menawarkan fitur unduh offline dan pengalaman mendengar musik tanpa iklan dengan biaya Rp49.000 per bulan.
Product Manager Youtube Music, Brandon Bilinski yang turut hadir dalam video koferensi pers mengatakan Youtube Music dilengkapi teknologi Machine Learning. Sehingga penggunanya bisa memperoleh pengalaman personal yang sangat baik karena Google bisa menyesuaikan playlist di saat yang tepat.
Youtube Music turut dilengkapi dengan Smart Download dan Smart Search. Namun demikian, lanjut Brandon, Smart Download hanya tersedia di Android yang akan mengunduh hingga 500 lagu berdasarkan selera musik pengguna. Proses unduh berlangsung pada malam hari dengan Wi-Fi, dan dapat diatur sesuai keinginan pengguna lewat 'Setelan'.
Sedangkan Smart Search, kata Brandon, membantu pengguna untuk menemukan lagu yang mereka cari. "Kami akan temukan lagu yang Anda cari, meskipun Anda tidak tahu judulnya. Ingin mencoba lagu rap yang ada suara sulingnya? Serahkan pada kami. Anda juga bisa menelusuri liriknya, meskipun lirik yang diketahui sebelumnya salah," tutur Brandon. (M-3)
Baca juga :Berlarilah walau hanya Berlari Kecil
GOOGLE dikabarkan tengah mengembangkan fitur ‘Tap To Edit’ untuk sistem balasan otomatis pada aplikasi pesan instan Google Massages, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mengedit pesan.
Google memperkenalkan Veo 3.1, model AI terbaru yang mampu mengubah gambar menjadi video hingga resolusi 4K, lengkap dengan format vertikal dan dialog.
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, platform milik Google ini merilis dan menguji berbagai fitur menarik.
Gmail berubah total di 2026 dengan AI Gemini. Simak cara baru menulis email di Gmail, fitur Help Me Write, AI Inbox, dan ringkasan email otomatis.
Google menambah rangkaian fitur berbasis Gemini di Gmail, termasuk tab baru “AI Inbox” yang membaca email pengguna lalu menyarankan daftar tugas (to-dos) serta topik penting
Google kembali meluncurkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang semakin mempermudah penggunaannya.
YouTube resmi merevisi kebijakan monetisasi iklan bagi kreator di seluruh dunia. Melalui aturan terbaru ini, konten yang membahas isu sensitif seperti aborsi, hingga KDRT
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, platform milik Google ini merilis dan menguji berbagai fitur menarik.
YouTube bukan sekadar aplikasi menonton video, tapi platform lengkap untuk hiburan, edukasi, dan kreasi konten.
Akademi Film umumkan YouTube sebagai pemegang hak siar eksklusif Piala Oscar mulai 2029 hingga 2033.
Video-video ini bisa berupa hiburan, edukasi, musik, vlog, tutorial, game, berita, dan banyak jenis lainnya.
Dengan YouTube, pengguna dapat menonton jutaan video dari berbagai kategori hingga mengunggah video sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved