Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyak orang mungkin telah mafhum, untuk mencegah demensia atau kepikunan, ada dua hal yang perlu kita lakukan: tetap aktif secara fisik, dan jangan berhenti bersosialisasi.
Dengan 50 juta orang yang menderita demensia - dan dengan satu kasus baru setiap tiga detik - jumlah orang dengan demensia akan berlipat tiga pada tahun 2050, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Nah, bagaimana membuat para lansia aktif bergerak dan bergaul? Di Korea Selatan, diskotik ialah jawabannya.
Colatec --gabungan dari cola dan dischoteque-- ialah istilah untuk diskotik siang hari bagi para warga senior. Dilaporkan Cynthia Kim untuk Reuters, pada 2018, tempat-tempat tersebut menjamur di Korea Selatan. Di Seoul, colatec dapat dikunjungi paling tidak 1.000 orang pada hari kerja, dan 2.000 orang pada akhir pekan.
Dalam video yang baru-baru ini diunggah BBC, diberitakan pemerintah lokal pun telah mengakomodasi kegiatan tersebut dengan menghelat pesta topeng siang hari bagi warga Seoul yang berusia 65 tahun ke atas.
"Beberapa orang bahkan tidak bisa berjalan pada awalnya, tetapi setelah datang ke sini sebentar, saya telah melihat mereka membuang tongkat mereka dan berlarian," tutur sang narator dalam video tersebut.
Bak mukjizat, disko telah membuat para lansia tersebut kembali menemukan vitalitas mereka, dan menghilangkan rasa kesepian. Salah seorang peserta yang diwawancarai BBC mengemukakan, sejak rutin berdisko, ia tidak hanya mendapatkan teman, dan kekasih baru, tapi juga sudah tak perlu lagi mengonsumsi obat-obatannya.
Colatec, yang mulai muncul pada akhir 1990-an, awalnya dimaksudkan sebagai wadah berjoget bagi kaum muda. Alkohol tidak diperkenankan, dan sebagai gantinya, minuman yang dijual hanyalah jenis-jenis soda macam Coca Cola.
Namun, colatec segera kehilangan pamornya di kalangan muda Korea seiring menjamurnya kafe-kafe internet dan karaoke. Alih-alih tutup, colatec justru kemudian menjadi wadah untuk generasi yang, jauh, lebih tua. Beberapa lansia menyebutnya sebagai taman bermain, yang lain menganggapnya bak obat penyembuh.
Kim menulis bahwa Korea Selatan ialah negara maju yang mengalami penuaan tercepat saat ini ketimbang negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan [OECD] lain.
"Tingkat kemiskinan relatif lansia Korea Selatan mencapai 49,6 % pada 2013, empat kali lipat rata-rata OECD, menurut data terbaru yang tersedia," tambahnya. "Tingkat bunuh diri lansia naik dari 35 per 100.000 orang pada 2000 menjadi 82 pada 2010, juga jauh di atas rata-rata OECD sebesar 22."
Dengan sedikit peluang untuk bekerja setelah pensiun dan tidak banyak di waktu luang yang murah, tidak heran colatec berkembang. Dan sebagai strategi untuk mendapatkan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik, ide bergerak sekaligus bersosialisasi di bawah sorot lampu disko terbukti brilian. (M-2)
.
Rekomendasi 7 sepatu Nike tanpa tali yang nyaman dan aman untuk lansia. Mudah dipakai tanpa membungkuk, fokus stabilitas dan kenyamanan kaki.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Samuji (72) tak bisa menyembunyikan rasa leganya. Puluhan tahun mengandalkan kekuatan betis untuk memutar roda demi mengais rezeki, kini ia bisa bernapas lebih panjang.
Evaluasi kesehatan harus dilakukan lebih mendalam jika rencana liburan melibatkan orang tua atau lansia.
Tak bisa berbuat banyak untuk pengobatan penyakit ibunya yang menderita stroke, dan kondisi rumah yang sudah sebagian Ambruk.
PERINGATAN Hari HAM Internasional 10 Desember 2025 mengangkat tema sangat menggugah, Human rights, our everyday essentials
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved