Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Gerhana Bulan Total: Pengertian, Proses Terjadinya, dan Jadwal 20262.

Media Indonesia
01/3/2026 17:30
Gerhana Bulan Total: Pengertian, Proses Terjadinya, dan Jadwal 20262.
Ilustrasi.(freepik)

PERNAHKAN Anda melihat bulan purnama yang perlahan-lahan meredup, lalu berubah warna menjadi merah tembaga yang dramatis? Fenomena memukau ini dikenal sebagai Gerhana Bulan Total yang diperkirakan terjadi 3 Maret 2026Berbeda dengan gerhana matahari yang berbahaya jika dilihat langsung, gerhana bulan adalah salah satu pertunjukan alam paling aman dan indah untuk dinikmati dengan mata telanjang.

Apa Itu Gerhana Bulan Total?

Gerhana Bulan Total adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada tepat di satu garis lurus (konfigurasi syzygy). Dalam posisi ini, Bumi berada di tengah, sehingga bayangan Bumi jatuh sepenuhnya menutupi permukaan Bulan.

Secara teknis, gerhana ini terjadi saat seluruh piringan Bulan masuk ke dalam Umbra, yaitu bagian tergelap dari bayangan Bumi. Akibatnya, sinar matahari tidak dapat mencapai bulan secara langsung.

Mengapa Bulan Berwarna Merah (Blood Moon)?

Warna merah pada bulan saat gerhana total terjadi karena atmosfer Bumi. Fenomena ini disebut Hamburan Rayleigh. Atmosfer Bumi menyaring cahaya biru dan hanya membiarkan spektrum cahaya merah melewati atmosfer untuk kemudian dibiaskan ke permukaan Bulan.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui beberapa fase utama:

  • Fase Penumbra: Bulan mulai memasuki bayangan kabur Bumi. Bulan hanya terlihat sedikit lebih redup dari biasanya.
  • Fase Sebagian (Parsial): Sebagian piringan Bulan mulai masuk ke bayangan inti (umbra), membuatnya tampak seperti "tergigit".
  • Fase Totalitas: Seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam umbra. Inilah saat Bulan berubah warna menjadi kemerahan atau Blood Moon.
  • Fase Keluar: Bulan perlahan meninggalkan umbra dan kembali menjadi bulan purnama utuh.

Mengapa Tidak Terjadi Setiap Bulan Purnama?

Gerhana tidak terjadi setiap bulan karena orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. Oleh karena itu, Bulan lebih sering melintas di atas atau di bawah bayangan Bumi. Gerhana hanya terjadi ketika posisi Bulan tepat berada di titik potong orbit (simpul) saat fase purnama.

Kategori Keterangan
Fenomena Terdekat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Visibilitas Indonesia Dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia
Keamanan 100% Aman dilihat dengan mata telanjang

Kapan gerhana bulan total berikutnya di Indonesia?

Berdasarkan data astronomi terbaru, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total pada tanggal 3 Maret 2026. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya