Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
GELARAN Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 yang dimulai pada 6 Februari lalu telah memicu gelombang inspirasi bagi jutaan orang untuk kembali menjalani gaya hidup sehat.
Banyak masyarakat kini berbondong-bondong memantau aktivitas olahraga mereka menggunakan perangkat pelacak kebugaran (fitness tracker) seperti jam tangan pintar, gelang, atau cincin pintar. Namun, di balik upaya mengejar kebugaran ini, terdapat risiko keamanan siber yang sering kali terabaikan.
Pakar keamanan siber dari Kaspersky memperingatkan bahwa penggunaan perangkat pelacak kebugaran dapat mengekspos data biometrik sensitif, mulai dari detak jantung, kadar oksigen darah, hingga pola tidur.
Masalah utama muncul ketika pengguna dengan ceroboh membagikan data GPS latihan mereka ke jejaring sosial atau aplikasi pihak ketiga.
Mempublikasikan rute lari secara publik memberikan celah bagi penjahat untuk melacak lokasi fisik pengguna atau melancarkan aksi rekayasa sosial (social engineering).
Sebagai contoh, penipu dapat mengirimkan pesan palsu kepada daftar kontak Anda, mengklaim bahwa Anda sedang mengalami cedera saat berolahraga dan membutuhkan bantuan keuangan darurat.
Selain ancaman fisik, terdapat risiko komersialisasi data. Beberapa produsen perangkat murah atau merek yang kurang dikenal terdeteksi memonetisasi data pengguna dengan menjualnya kepada pialang data, pengiklan, bahkan perusahaan asuransi.
Di negara dengan sistem kesehatan privat, tren kesehatan yang bocor ini berisiko menyebabkan kenaikan premi asuransi kesehatan bagi pengguna tersebut.
Anna Larkina, Pakar Analisis Konten Web dan Privasi di Kaspersky, menekankan pentingnya memilih perangkat berdasarkan reputasi keamanannya.
"Dengan peristiwa sebesar ini yang memotivasi lonjakan antusiasme kebugaran, para pengguna perlu memprioritaskan keamanan data daripada penghematan. Pelacak kebugaran dengan harga terjangkau dapat menjadi pintu masuk untuk eksploitasi. Tetaplah menggunakan merek-merek mapan dengan rekam jejak privasi yang terbukti untuk menghindari aktivitas kebugaran Anda menjadi lahan bermain penyerang. Tetapi bahkan pada perangkat ini, seseorang harus meninjau kebijakan privasi dengan cermat, hingga membatasi visibilitas catatan pelatihan," ujar Anna.
Untuk meminimalisir risiko, pengguna disarankan melakukan langkah-langkah preventif berikut:
Kesadaran akan keamanan data pribadi saat ini sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik itu sendiri. (Z-1)
Perangkat ini tidak hanya menunjukkan waktu, tetapi juga dapat menjalankan berbagai fungsi seperti menerima notifikasi, memantau kesehatan, dan menjalankan aplikasi tertentu.
Huawei menghadirkan Huawei Watch Ultimate 2 sebagai salah satu perangkat wearable yang dirancang untuk menemani aktivitas tersebut.
Salah satu keunggulan utama Huawei WATCH Ultimate 2 yang ditawarkan adalah kemampuan menyelam yang belum pernah ada sebelumnya di kelas smartwatch.
Berbeda dengan jam biasa, smartwatch bisa membantu memantau aktivitas harian dan kesehatan, serta menampilkan notifikasi langsung di pergelangan tangan.
Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, jam tangan pintar dapat merekam aktivitas jantung secara berkelanjutan selama digunakan oleh pemiliknya.
Huawei Band 11 Series membawa peningkatan visual yang signifikan dibandingkan pendahulunya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved