Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Waspada Risiko Privasi di Balik Antusiasme Kebugaran Digital

Basuki Eka Purnama
16/2/2026 20:13
Waspada Risiko Privasi di Balik Antusiasme Kebugaran Digital
Ilustrasi(Freepik)

GELARAN Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 yang dimulai pada 6 Februari lalu telah memicu gelombang inspirasi bagi jutaan orang untuk kembali menjalani gaya hidup sehat. 

Banyak masyarakat kini berbondong-bondong memantau aktivitas olahraga mereka menggunakan perangkat pelacak kebugaran (fitness tracker) seperti jam tangan pintar, gelang, atau cincin pintar. Namun, di balik upaya mengejar kebugaran ini, terdapat risiko keamanan siber yang sering kali terabaikan.

Pakar keamanan siber dari Kaspersky memperingatkan bahwa penggunaan perangkat pelacak kebugaran dapat mengekspos data biometrik sensitif, mulai dari detak jantung, kadar oksigen darah, hingga pola tidur. 

Masalah utama muncul ketika pengguna dengan ceroboh membagikan data GPS latihan mereka ke jejaring sosial atau aplikasi pihak ketiga.

Ancaman Nyata: Dari Penipuan hingga Premi Asuransi

Mempublikasikan rute lari secara publik memberikan celah bagi penjahat untuk melacak lokasi fisik pengguna atau melancarkan aksi rekayasa sosial (social engineering). 

Sebagai contoh, penipu dapat mengirimkan pesan palsu kepada daftar kontak Anda, mengklaim bahwa Anda sedang mengalami cedera saat berolahraga dan membutuhkan bantuan keuangan darurat.

Selain ancaman fisik, terdapat risiko komersialisasi data. Beberapa produsen perangkat murah atau merek yang kurang dikenal terdeteksi memonetisasi data pengguna dengan menjualnya kepada pialang data, pengiklan, bahkan perusahaan asuransi. 

Di negara dengan sistem kesehatan privat, tren kesehatan yang bocor ini berisiko menyebabkan kenaikan premi asuransi kesehatan bagi pengguna tersebut.

Keamanan Data Lebih Utama daripada Harga Murah

Anna Larkina, Pakar Analisis Konten Web dan Privasi di Kaspersky, menekankan pentingnya memilih perangkat berdasarkan reputasi keamanannya.

"Dengan peristiwa sebesar ini yang memotivasi lonjakan antusiasme kebugaran, para pengguna perlu memprioritaskan keamanan data daripada penghematan. Pelacak kebugaran dengan harga terjangkau dapat menjadi pintu masuk untuk eksploitasi. Tetaplah menggunakan merek-merek mapan dengan rekam jejak privasi yang terbukti untuk menghindari aktivitas kebugaran Anda menjadi lahan bermain penyerang. Tetapi bahkan pada perangkat ini, seseorang harus meninjau kebijakan privasi dengan cermat, hingga membatasi visibilitas catatan pelatihan," ujar Anna.

Tips Aman Berolahraga dengan Perangkat Digital

Untuk meminimalisir risiko, pengguna disarankan melakukan langkah-langkah preventif berikut:

  • Pilih Merek Terkemuka: Gunakan perangkat dari produsen yang memiliki kebijakan privasi transparan dan sistem keamanan kuat.
  • Batasi Aplikasi: Gunakan hanya satu aplikasi tepercaya untuk memantau data agar potensi kebocoran lebih mudah dilacak.
  • Atur Privasi: Segera ubah pengaturan catatan latihan menjadi "pribadi" (private) agar tidak terlihat oleh masyarakat umum.
  • Gunakan Jalur Resmi: Unduh aplikasi pendamping hanya dari toko resmi seperti Apple App Store atau Google Play.
  • Proteksi Tambahan: Instal perangkat lunak keamanan yang andal untuk mendeteksi dan memblokir aktivitas mencurigakan dari aplikasi palsu.

Kesadaran akan keamanan data pribadi saat ini sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik itu sendiri. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik