Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lebih dari setengah abad sejak manusia terakhir kali melakukan perjalanan berawak di sekitar Bulan, NASA kini bersiap untuk mengirim kembali manusia ke dekat satelit alami Bumi pada 8 Februari 2026. Misi berawak ini merupakan bagian dari program Artemis yang bertujuan membawa manusia kembali ke luar angkasa jauh serta membuka pintu eksplorasi yang lebih luas di Bulan dan seterusnya.
Misi yang dinamakan Artemis II ini akan menjadi penerbangan berawak pertama di luar orbit rendah Bumi sejak program Apollo berakhir pada 1972, ketika Apollo 17 meluncur dan menjadi misi manusia terakhir yang menjejakkan kaki di permukaan Bulan. Artemis II akan membawa empat astronot dalam perjalanan sekitar sepuluh hari yang melintasi jarak jauh dan membawa kembali pengalaman serta data penting untuk penerbangan manusia masa depan.
Empat kru yang dipilih untuk misi ini adalah Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen sebagai spesialis misi. Hansen, yang berasal dari Badan Antariksa Kanada (Canadian Space Agency), akan menjadi orang pertama dari Kanada yang ikut serta dalam perjalanan mengelilingi Bulan.
Sementara itu, Koch akan mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang mengarungi perjalanan ini, dan Glover sebagai orang kulit berwarna pertama yang mencapai jarak tersebut.
Artemis II tidak dirancang untuk mendarat di permukaan Bulan. Alih-alih itu, kapsul Orion yang membawa astronot akan mengikuti jalur free-return, yakni lintasan yang membawa pesawat keluar Bumi, mendekati Bulan, kemudian memanfaatkan gravitasi untuk kembali secara otomatis tanpa perlu tenaga dorong besar ekstra.
Selama misi ini, para astronot akan menguji berbagai sistem penting termasuk dukungan hidup, navigasi, komunikasi, serta perlindungan dari radiasi di luar orbit rendah Bumi.
Peluncuran Artemis II menjadi awal dari serangkaian misi yang lebih ambisius dalam program Artemis. Misi berikutnya, yang diberi nama Artemis III, diharapkan dapat membawa astronot kembali ke permukaan Bulan untuk pertama kalinya sejak Apollo 17, dengan target yang saat ini direncanakan pada tahun 2027 atau setelahnya.
Keberhasilan Artemis II akan menjadi tolok ukur kesiapan sistem roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion dalam kondisi operasional nyata sebelum pendaratan manusia dilakukan.
Meski jadwal peluncuran perlu menunggu kondisi cuaca, kesiapan teknis, dan persetujuan akhir, target 8 Februari 2026 menunjukkan bahwa NASA memasuki fase krusial dalam upaya menghidupkan kembali eksplorasi manusia di Bulan setelah 54 tahun. Keberhasilan misi ini juga dipandang sebagai langkah batu loncatan yang penting untuk eksplorasi Mars di masa depan.
Sumber: Wikipedia, congress.gov
Penetapan tanggal ini menyusul penundaan sebelumnya akibat kendala teknis saat sesi latihan peluncuran (wet dress rehearsal), termasuk kebocoran bahan bakar hidrogen
Uji pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II terpaksa dihentikan akibat kebocoran hidrogen yang serupa dengan misi sebelumnya.
NASA akan menguji teknologi komunikasi berbasis laser dalam misi berawak Artemis II untuk mempercepat pengiriman suara, data, serta gambar dan video dari Bulan ke Bumi.
NASA menunda peluncuran misi Artemis II hingga Maret 2026 setelah ditemukan kebocoran hidrogen cair saat uji coba. Simak jadwal terbaru dan tantangannya di sini.
NASA menyelesaikan uji krusial pengisian bahan bakar roket SLS Artemis II meski sempat terkendala kebocoran. Peluncuran ke Bulan tetap ditargetkan 8 Februari.
NASA bersiap meluncurkan misi Artemis 2, penerbangan berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun terakhir.
Panduan lengkap cara mengirim nama ke Bulan melalui misi NASA Artemis 2. Pelajari prosedur, teknologi microchip, dan batas waktu pendaftaran 2026.
Penetapan tanggal ini menyusul penundaan sebelumnya akibat kendala teknis saat sesi latihan peluncuran (wet dress rehearsal), termasuk kebocoran bahan bakar hidrogen
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Temuan terbaru mengenai ukuran Jupiter ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy pada Senin (2/2). Jurnal ini sekaligus disebut sebagai salah satu hasil penting
Meskipun peluang tersebut sempat mencapai 3,1%, perkiraan lintasan yang lebih rinci akhirnya meniadakan kemungkinan tabrakan dengan Bumi saat ia melintas dekat pada 22 Desember 2032.
Awak Ekspedisi 74 di ISS fokus pada studi CIPHER untuk kesehatan jangka panjang astronaut serta peluncuran CubeSat karya pelajar dari lima negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved