Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lebih dari setengah abad sejak manusia terakhir kali melakukan perjalanan berawak di sekitar Bulan, NASA kini bersiap untuk mengirim kembali manusia ke dekat satelit alami Bumi pada 8 Februari 2026. Misi berawak ini merupakan bagian dari program Artemis yang bertujuan membawa manusia kembali ke luar angkasa jauh serta membuka pintu eksplorasi yang lebih luas di Bulan dan seterusnya.
Misi yang dinamakan Artemis II ini akan menjadi penerbangan berawak pertama di luar orbit rendah Bumi sejak program Apollo berakhir pada 1972, ketika Apollo 17 meluncur dan menjadi misi manusia terakhir yang menjejakkan kaki di permukaan Bulan. Artemis II akan membawa empat astronot dalam perjalanan sekitar sepuluh hari yang melintasi jarak jauh dan membawa kembali pengalaman serta data penting untuk penerbangan manusia masa depan.
Empat kru yang dipilih untuk misi ini adalah Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen sebagai spesialis misi. Hansen, yang berasal dari Badan Antariksa Kanada (Canadian Space Agency), akan menjadi orang pertama dari Kanada yang ikut serta dalam perjalanan mengelilingi Bulan.
Sementara itu, Koch akan mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang mengarungi perjalanan ini, dan Glover sebagai orang kulit berwarna pertama yang mencapai jarak tersebut.
Artemis II tidak dirancang untuk mendarat di permukaan Bulan. Alih-alih itu, kapsul Orion yang membawa astronot akan mengikuti jalur free-return, yakni lintasan yang membawa pesawat keluar Bumi, mendekati Bulan, kemudian memanfaatkan gravitasi untuk kembali secara otomatis tanpa perlu tenaga dorong besar ekstra.
Selama misi ini, para astronot akan menguji berbagai sistem penting termasuk dukungan hidup, navigasi, komunikasi, serta perlindungan dari radiasi di luar orbit rendah Bumi.
Peluncuran Artemis II menjadi awal dari serangkaian misi yang lebih ambisius dalam program Artemis. Misi berikutnya, yang diberi nama Artemis III, diharapkan dapat membawa astronot kembali ke permukaan Bulan untuk pertama kalinya sejak Apollo 17, dengan target yang saat ini direncanakan pada tahun 2027 atau setelahnya.
Keberhasilan Artemis II akan menjadi tolok ukur kesiapan sistem roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion dalam kondisi operasional nyata sebelum pendaratan manusia dilakukan.
Meski jadwal peluncuran perlu menunggu kondisi cuaca, kesiapan teknis, dan persetujuan akhir, target 8 Februari 2026 menunjukkan bahwa NASA memasuki fase krusial dalam upaya menghidupkan kembali eksplorasi manusia di Bulan setelah 54 tahun. Keberhasilan misi ini juga dipandang sebagai langkah batu loncatan yang penting untuk eksplorasi Mars di masa depan.
Sumber: Wikipedia, congress.gov
NASA memasuki fase penting pada 2026 dengan misi krusial seperti Artemis II, Pandora, dan Aspera untuk menjelajah Bulan, exoplanet, serta memahami alam semesta lebih dalam.
BADAN Antariksa Amerika Serikat, NASA, memasuki tahap akhir persiapan misi Artemis II, yang menandai dimulainya kembalinya manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad
NASA resmi mengumumkan jendela peluncuran Artemis II, misi berawak pertama mengorbit Bulan sejak Apollo 17 pada 1972, menandai era baru eksplorasi antariksa manusia.
Wahana Orion dan roket SLS saat ini tengah dipindahkan ke Launch Pad 39B di Kennedy Space Center, Florida, sebagai bagian dari persiapan terakhir menjelang peluncuran.
NASA siap meluncurkan misi Artemis II pada akhir 2026, mengirim empat astronaut ke orbit Bulan untuk pertama kalinya sejak era Apollo
Objek yang diamati merupakan wilayah padat yang berisi puluhan galaksi yang saling terikat oleh gaya gravitasi. Selain itu, para peneliti juga menemukan keberadaan gas panas bersuhu jutaan
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
NASA memberi lampu hijau misi Axiom Mission 5 ke ISS pada 2027. Misi ini menandai peralihan eksplorasi orbit Bumi ke sektor komersial.
Melalui James Webb Space Telescope (JWST), para astronom berhasil mengonfirmasi galaksi terjauh yang pernah diamati: MoM-z14
Kedatangan K-RadCube diumumkan oleh Korea AeroSpace Administration (KASA) pada 13 Agustus lalu melalui platform media sosial X.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved