Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Grok vs ChatGPT: Ini Alasan Chatbot Elon Musk Jadi 'Raja' Tren Medsos di 2026

Putri Rosmalia Octaviyani
08/1/2026 20:46
Grok vs ChatGPT: Ini Alasan Chatbot Elon Musk Jadi 'Raja' Tren Medsos di 2026
Elon Musk, pendiri Grok.(Dok. Antara)

MEMASUKI tahun 2026, peta persaingan kecerdasan buatan (AI) bergeser signifikan. Jika ChatGPT (OpenAI) masih memegang mahkota untuk urusan koding dan penulisan akademis, gelar "Raja Tren Sosial" kini mutlak dipegang oleh Grok, AI besutan xAI milik Elon Musk.

Bagi para pengamat media sosial, *marketer*, dan pemburu berita viral, Grok (terutama versi terbaru 4.1) dianggap jauh lebih superior dibandingkan ChatGPT versi GPT-5.1. Mengapa demikian? Berikut tiga alasan utamanya:

1. Akses Eksklusif ke "Jantung" X (Twitter)

Ini adalah senjata pamungkas Grok yang tidak dimiliki pesaing manapun. Grok memiliki akses "jalur dalam" (native access) ke seluruh data publik di platform X secara real-time. Saat sebuah tagar mulai naik atau berita sela (*breaking news*) baru saja dicuitkan 5 detik lalu, Grok sudah bisa membacanya.

Sebaliknya, ChatGPT harus melakukan web browsing (menjelajah internet) layaknya manusia yang membutuhkan waktu loading dan seringkali terhalang oleh kebijakan privasi situs pihak ketiga. Akibatnya, data ChatGPT sering telat beberapa menit hingga jam dibanding Grok.

2. Analisis Sentimen Tanpa Filter "Sopan Santun"

ChatGPT didesain dengan pagar keamanan (guardrails) yang sangat ketat agar selalu sopan dan netral. Ini justru menjadi kelemahan saat membaca tren medsos yang seringkali liar, sarkas, atau penuh bahasa gaul (slang).

Grok, dengan mode "Fun" atau "Rebel", mampu memahami konteks sarkasme, meme, dan debat panas netizen dengan lebih akurat. Ia bisa menjelaskan mengapa netizen marah tanpa berusaha memolesnya menjadi bahasa korporat yang kaku.

3. Fitur "Bird’s Eye View" untuk Isu Viral

Di tahun 2026, Grok memperkenalkan fitur ringkasan visual yang mampu memetakan sebuah isu viral berdasarkan kubu pro dan kontra secara instan. Pengguna cukup bertanya, "Kenapa kata kunci 'Bubur Diaduk' trending?", dan Grok akan menyajikan rangkuman perdebatan terkini lengkap dengan cuitan kunci dari tokoh-tokoh berpengaruh (KOL) yang sedang terlibat.

(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya