Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
LANSKAP keamanan siber Indonesia diprediksi menghadapi tantangan terbesarnya menjelang 2026. Laporan Cyber Threat Predictions 2026 dari Fortinet mengungkapkan bahwa kerugian bisnis akibat serangan siber akan meningkat tajam, didorong oleh berkembangnya ekosistem kejahatan digital yang kini beroperasi menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Menurut Vice President of Marketing and Communications, APAC, Fortinet, Rashish Pandey, dalam ekosistem kejahatan modern, data pribadi dan data perusahaan telah menjadi komoditas paling bernilai, melampaui nilai minyak dan emas.
“Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban,” tegas Rashish Pandey.
Fortinet mencatat adanya pergeseran fokus ancaman. Kerugian kini tidak hanya berasal dari pencurian uang atau gangguan sistem, tetapi utamanya dari eksploitasi data, perusakan reputasi, dan sabotase kompetisi bisnis.
MI/HO--Vice President of Marketing and Communications, APAC, Fortinet, Rashish PandeyMotivasi pelaku semakin beragam. Selain berorientasi finansial dan politik, model bisnis cybercrime-as-a-service kini memungkinkan siapa pun membeli paket serangan berbasis AI dengan harga terjangkau. Hal ini membuat serangan tidak pandang bulu, menargetkan korporasi besar, UMKM, hingga individu yang rentan.
Salah satu kerugian terbesar adalah kebocoran data sensitif, informasi pelanggan, data transaksi, atau strategi bisnis, yang dapat digunakan untuk pemerasan atau pengambilalihan identitas.
Kebocoran ini juga memicu kerugian reputasi yang sulit diperbaiki. Hilangnya kepercayaan publik, rusaknya citra perusahaan, dan pemberitaan negatif sering kali menimbulkan dampak jangka panjang yang lebih parah dibanding kerugian finansial langsung.
Country Director, Fortinet Indonesia Edwin Lim menambahkan bahwa ancaman ini diperparah oleh kurangnya prioritas perusahaan Indonesia dalam melindungi aset datanya.
Di tengah percepatan digitalisasi, banyak organisasi hanya berfokus pada keamanan jaringan dasar, padahal data adalah target utama.
“Data adalah mata uang baru dalam dunia digital. Serangan yang terlihat sederhana, seperti kebocoran daftar kontak pelanggan saja, bisa memiliki dampak luar biasa besar bagi perusahaan,” ujar Edwin Lim.
Kerusakan kompetisi bisnis juga menjadi faktor kerugian yang meningkat. Pelaku sering melakukan perusakan atau manipulasi situs, hingga pencurian informasi penting, untuk menjatuhkan pesaing, terutama di industri yang sangat kompetitif seperti e-commerce dan layanan teknologi.
Edwin menilai, meski perusahaan telah banyak berinvestasi pada teknologi, tantangan terbesar Indonesia berada pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan proses internal. Banyak organisasi memiliki perangkat yang baik, tetapi tanpa operator terlatih yang mampu menggunakannya secara optimal.
Rashish Pandey menambahkan bahwa menjelang 2026, serangan berbasis AI akan menjadi lebih cepat, berskala lebih besar, dan lebih sulit dideteksi. Pada titik ini, pertahanan manusia tidak lagi memadai.
“Masa depan pertahanan akan melibatkan pertarungan antara AI dengan AI, bukan lagi manusia melawan AI,” jelasnya.
Oleh karena itu, organisasi harus beralih ke sistem pertahanan siber modern yang mampu memproses data ancaman secara real-time dan merespons secara otomatis.
Edwin Lim menekankan pentingnya membangun pertahanan menyeluruh yang mengintegrasikan teknologi, proses yang kuat, dan budaya kesadaran keamanan yang proaktif, bukan reaktif, untuk menjamin keberlanjutan bisnis. (Z-1)
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
KEBUTUHAN efisiensi operasional dan konsistensi proses kerja di industri food & beverage (F&B) semakin meningkat seiring dengan bertambah outlet dan kompleksitas bisnis.
Rudolf mengaku belum tahu detail terkait gugatan yang dilayangkan Bali Towerindo kepada Pemkab Badung tersebut.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
X berjanji akan melakukan perbaikan sistem internal agar fitur AI mereka, Grok, tidak disalahgunakan.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved