Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
LANSKAP keamanan siber Indonesia diprediksi menghadapi tantangan terbesarnya menjelang 2026. Laporan Cyber Threat Predictions 2026 dari Fortinet mengungkapkan bahwa kerugian bisnis akibat serangan siber akan meningkat tajam, didorong oleh berkembangnya ekosistem kejahatan digital yang kini beroperasi menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Menurut Vice President of Marketing and Communications, APAC, Fortinet, Rashish Pandey, dalam ekosistem kejahatan modern, data pribadi dan data perusahaan telah menjadi komoditas paling bernilai, melampaui nilai minyak dan emas.
“Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban,” tegas Rashish Pandey.
Fortinet mencatat adanya pergeseran fokus ancaman. Kerugian kini tidak hanya berasal dari pencurian uang atau gangguan sistem, tetapi utamanya dari eksploitasi data, perusakan reputasi, dan sabotase kompetisi bisnis.
MI/HO--Vice President of Marketing and Communications, APAC, Fortinet, Rashish PandeyMotivasi pelaku semakin beragam. Selain berorientasi finansial dan politik, model bisnis cybercrime-as-a-service kini memungkinkan siapa pun membeli paket serangan berbasis AI dengan harga terjangkau. Hal ini membuat serangan tidak pandang bulu, menargetkan korporasi besar, UMKM, hingga individu yang rentan.
Salah satu kerugian terbesar adalah kebocoran data sensitif, informasi pelanggan, data transaksi, atau strategi bisnis, yang dapat digunakan untuk pemerasan atau pengambilalihan identitas.
Kebocoran ini juga memicu kerugian reputasi yang sulit diperbaiki. Hilangnya kepercayaan publik, rusaknya citra perusahaan, dan pemberitaan negatif sering kali menimbulkan dampak jangka panjang yang lebih parah dibanding kerugian finansial langsung.
Country Director, Fortinet Indonesia Edwin Lim menambahkan bahwa ancaman ini diperparah oleh kurangnya prioritas perusahaan Indonesia dalam melindungi aset datanya.
Di tengah percepatan digitalisasi, banyak organisasi hanya berfokus pada keamanan jaringan dasar, padahal data adalah target utama.
“Data adalah mata uang baru dalam dunia digital. Serangan yang terlihat sederhana, seperti kebocoran daftar kontak pelanggan saja, bisa memiliki dampak luar biasa besar bagi perusahaan,” ujar Edwin Lim.
Kerusakan kompetisi bisnis juga menjadi faktor kerugian yang meningkat. Pelaku sering melakukan perusakan atau manipulasi situs, hingga pencurian informasi penting, untuk menjatuhkan pesaing, terutama di industri yang sangat kompetitif seperti e-commerce dan layanan teknologi.
Edwin menilai, meski perusahaan telah banyak berinvestasi pada teknologi, tantangan terbesar Indonesia berada pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan proses internal. Banyak organisasi memiliki perangkat yang baik, tetapi tanpa operator terlatih yang mampu menggunakannya secara optimal.
Rashish Pandey menambahkan bahwa menjelang 2026, serangan berbasis AI akan menjadi lebih cepat, berskala lebih besar, dan lebih sulit dideteksi. Pada titik ini, pertahanan manusia tidak lagi memadai.
“Masa depan pertahanan akan melibatkan pertarungan antara AI dengan AI, bukan lagi manusia melawan AI,” jelasnya.
Oleh karena itu, organisasi harus beralih ke sistem pertahanan siber modern yang mampu memproses data ancaman secara real-time dan merespons secara otomatis.
Edwin Lim menekankan pentingnya membangun pertahanan menyeluruh yang mengintegrasikan teknologi, proses yang kuat, dan budaya kesadaran keamanan yang proaktif, bukan reaktif, untuk menjamin keberlanjutan bisnis. (Z-1)
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Di sektor pendidikan, BenQ fokus mendukung metode Bring Your Own Device (BYOD) yang memungkinkan integrasi perangkat pribadi siswa ke dalam ekosistem digital sekolah secara aman.
Aplikasi gaya hidup Muslim, Muslim Pro, resmi meluncurkan rangkaian fitur terbaru yang dirancang khusus untuk menunjang kegiatan ibadah selama bulan Ramadan.
Tanpa pengawasan yang tepat, agen AI yang mampu mengambil keputusan dan memproses data sensitif secara mandiri dapat memicu kerusakan fatal.
Isu-isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam World Privacy Day Conference (WPDC) 2026 yang digelar pada 28 Januari 2026 di BINUS University Alam Sutera.
Dalam kaitannya dengan AI, UU PDP berfungsi sebagai pedoman atau rulebook yang harus dipatuhi.
Namun demikian, ujarnya AI harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran pendidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved