Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ADOPSI kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) agentik semakin cepat, terkhusus untuk produktivitas di dunia bisnis. Banyak perusahaan menghadapi tantangan integrasi ekosistem yang kompleks dan kurang kendali dalam penerapan teknologi AI.
Menjawab kebutuhan itu, Palo Alto Networks meluncurkan Cortex AgentiX, sebuah platform generasi terbaru dari Cortex XSOAR yang dirancang untuk membantu organisasi/perusahaan membangun, menerapkan dan mengelola tenaga kerja agen AI secara aman dan terkendali.
"Lewat Cortex AgentiX kami membebaskan para ahli untuk benar-benar mentransformasi Security Operations Center (SOC), bukan sekadar merespons peringatan," kata EVP of Products Cortex Palo Alto Networks, Gonen Fink, dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (10/12).
Hadir untuk mendukung operasional Security Operations Center (SOC), Cortex AgentiX menghadirkan revolusi otomasi keamanan siber untuk menghadapi ancaman dari penyerang dengan bantuan AI. Sistem itu memiliki agen pra-buatan (agen AI) yang mampu berpikir, merencanakan, dan mengeksekusi tindakan layaknya seorang ahli. AgentiX membantu tim keamanan membuat keputusan untuk merespons ancaman dengan lebih cepat dan efisien.
“Agen otonom tanpa kendali yang ketat adalah resep menuju bencana. Karena itu, kami membangun AgentiX di atas platform Cortex yang telah terbukti menghadirkan kekuatan penuh AI agentik dengan kontrol, keterlacakan dan manajemen izin yang dibutuhkan setiap perusahaan. Bagi tim keamanan, ini bukan sekadar otomasi, ini adalah akhir dari pekerjaan manual yang berulang," ungkap Gonen Fink.
Melihat fitur-fitur yang dihadirkan Cortex AgentiX, berikut rangkumannya :
1. Menggunakan agen keamanan paling berpengalaman di industri
Cortex AgentiX hadir dengan deretan agen AI yang dirancang untuk melampaui cara-cara kaku dan bekerja sebagai perpanjangan langsung dari operasi SOC, meliputi:
- Threat Intelligence Agent, mampu mengumpulkan dan memperkaya data intelijen ancaman untuk mengidentifikasi pola dan teknik serangan baru.
- Email Investigation Agent, yang mampu mengotomatisasikan proses investigasi dan penanganan ancaman email dari analisis hingga isolasi di semua platform
- Endpoint Investigation Agent, yang bisa menyediakan analisis cepat, pengumpulan forensik, dan penahanan. perangkat di seluruh platform EDR utama.
- Network Security Agent, yang mampu mengelola respon ancaman, kebijakan keamanan, dan konfigurasi jaringan di firewall Palo Alto Networks maupun pihak ketiga.
2. Membangun agen AI tanpa perlu kemampuan pemrograman (no-code)
Melalui pembangun GenAI yang intuitif, pengguna dapat menciptakan agen AI sesuai kebutuhan, memanfaatkan lebih dari 1.000 integrasi yang tersedia, dukungan MCP, serta fitur pengaman canggih untuk enjaga kendali penuh.
3. Mengorkestrasi alur kerja kompleks di seluruh organisasi
Agen dapat dijalankan langsung dari produk Cortex apa pun atau dari platform AgentiX yang berdiri sendiri untuk mengkoordinasikan berbagai aksi lintas sistem secara otomatis.
4. Menjamin keamanan dan kepatuhan melalui tata kelola bertaraf korporasi
Dengan kontrol akses berbasis peran (role-based access control) dan mekanisme human-in-the-loop untuk tindakan yang berisiko tinggi, semua aktivitas agen dapat diaudit sepenuhnya guna memenuhi standar keamanan dan kepatuhan paling ketat.(M-2)
Ashley St. Clair, ibu dari anak Elon Musk, menggugat xAI setelah chatbot Grok diduga menghasilkan citra seksual eksplisit dirinya tanpa izin.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
Teknologi AI baru bernama CytoDiffusion mampu mendeteksi tanda halus leukemia pada sel darah dengan akurasi tinggi, bahkan melampaui kemampuan dokter spesialis.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
X berjanji akan melakukan perbaikan sistem internal agar fitur AI mereka, Grok, tidak disalahgunakan.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved