Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Adopsi AI di Indonesia Tumbuh 47 Persen

Wisnu Arto Subari
02/12/2025 18:42
Adopsi AI di Indonesia Tumbuh 47 Persen
(MI/HO)

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) tidak lagi sekadar teknologi masa depan. Kini AI sepenuhnya melekat dalam aktivitas masyarakat dan bisnis modern, meski sebagian besar pengguna belum menyadarinya. 

President Director PT Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol, menekankan perubahan besar yang sedang terjadi pada perilaku manusia dan budaya digital global. Ia menyoroti perkembangan AI di tingkat global dan nasional, termasuk mayoritas perusahaan dunia kini sudah mengadopsi AI.

Menurutnya, pertumbuhan adopsi AI di Indonesia mencapai 47% dalam setahun terakhir meski baru sebagian kecil yang masuk kategori pemanfaatan tingkat lanjut. Di sisi masyarakat, sebagian besar pengguna di dunia sudah berinteraksi dengan AI, tetapi lebih dari 70% masyarakat Indonesia belum menyadari penggunaan AI dalam keseharian mereka.
 
"AI adalah kenyataan yang tidak bisa kita hindari. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita harus beradaptasi, tetapi seberapa cepat dan seberapa cerdas kita memanfaatkannya untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan industry," tegas Muhamad Paisol dalam keterangan resmi, Selasa (2/12). 

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Dian Siswarini menekankan bahwa pihaknya mengimplementasikan AI for Network untuk mengotomasi network operations, mengoptimalkan capacity planning dan network design, serta meningkatkan traffic routing efficiency guna memastikan kinerja jaringan yang lebih reliabel dan cost-efficient. Pemanfaatan AI juga diperluas ke domain komersial melalui precision marketing untuk mendukung strategi advertising dan customer experience optimization. 

Network for AI diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur digital yang kuat agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan internet yang mumpuni sebagai fondasi percepatan adopsi AI. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, operator, pelaku bisnis, akademisi, dan sektor privat untuk mewujudkan visi AI nasional. 

Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, menambahkan bahwa pemerintah dan sektor telko perlu membangun program bersama dengan membuka diskusi terkait jaringan, sumber data, hingga spektrum frekuensi. Harapannya, tercipta kompetisi yang kolaboratif demi menghadirkan layanan publik yang relevan dan mempersiapkan Indonesia menuju adopsi AI untuk menjawab tantangan bangsa. 

Hal tersebut mengemuka dalam Lintas Teknologi Solutions Day 8th Edition, forum tahunan yang mempertemukan regulator, pemimpin industri, service providers, dan mitra teknologi untuk membahas arah perkembangan AI di Indonesia. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya