Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Clyde Tombaugh: Astronom yang Menemukan Pluto

Muhammad Ghifari A
20/11/2025 11:03
Clyde Tombaugh: Astronom yang Menemukan Pluto
Clyde Tombaugh, penemu Pluto, mengintip ke dalam instrumen(Observatorium Lowell)

SAAT Clyde Tombaugh merakit teleskop pertamanya di usia 20 tahun, ia tidak menyangka alat itu akan membawanya kepada penemuan planet katai pertama yang dikenal, Pluto. Mari kita lihat perjalanan hidup individu luar biasa ini.

Clyde William Tombaugh dilahirkan dekat Streator, Illinois, pada 4 Februari 1906. Ketika ia masih kecil, keluarganya membeli sebuah lahan pertanian di sekitar Burdett, Kansas, ketika badai es merusak tanaman mereka dan menghentikan harapan Clyde untuk melanjutkan pendidikan.

Pada 1928, astronom amatir ini mendapatkan tawaran pekerjaan di Observatorium Lowell yang terletak di Arizona, tempat ia menemukan Pluto. Ia menikah dengan Patricia Edson pada 1934 dan mereka memiliki dua anak, Annette dan Alden.

Tombaugh meraih gelar sarjana dan magister dalam astronomi dari Universitas Kansas sambil bekerja di observatorium setiap musim panas.

Ia tetap berada di Observatorium Lowell hingga Perang Dunia II dimulai, saat ia direkrut untuk mengajar navigasi di Angkatan Laut AS di Arizona State College. 

Setelah perang berakhir, ia berkarya di laboratorium penelitian balistik di White Sands Missile Range, New Mexico. Dari 1955 hingga pensiun di 1973, ia mengajar di New Mexico State University.

Clyde Tombaugh berpulang di kediamannya yang terletak di Las Cruces, New Mexico, pada 17 Januari 1997.

Tidak terkesan dengan teleskop komersial, Tombaugh menciptakan teleskop pertamanya pada usia 20 tahun, mendesain sendiri cerminnya. Selama hidupnya, ia telah merakit lebih dari 30 teleskop.

Di 1928, ia membangun reflektor 23 sentimeter dengan menggunakan poros engkol dari mobil Buick tahun 1910 dan beberapa komponen dari pemisah krim. 

Dengan teleskop ini, Clyde muda melakukan pengamatan mendetail terhadap Jupiter dan Mars, dan mengirim laporan pengamatannya ke Observatorium Lowell dengan harapan mendapatkan tanggapan dari astronom profesional.

Alih-alih menerima kritik yang bermanfaat, Tombaugh justru diberikan tawaran untuk bergabung dengan observatorium tersebut. Staf di observatorium sedang mencari astronom amatir untuk mengoperasikan teleskop fotografi baru mereka, termasuk untuk menemukan Planet X yang misterius.

Setelah penemuan planet Uranus pada 1781, planet ini menunjukkan gerakan aneh yang tidak bisa dijelaskan kecuali oleh keberadaan benda langit lainnya. Penemuan Neptunus pada tahun 1846 membantu menjelaskan orbit Uranus, tetapi masih ada perbedaan yang membuat ilmuwan menduga adanya planet lain.

Pada 1894, pengusaha Percival Lowell mendirikan Observatorium Lowell dengan tujuan mempelajari Mars. 

Pada 1905, ia mengarahkan teleskopnya untuk mencari Planet X yang masih menjadi teka-teki, meskipun ia meninggal sebelum planet tersebut ditemukan.

Ketika Tombaugh bekerja di 1929, ia turut serta dalam pencarian planet yang hilang ini. Teleskop di observatorium tersebut dilengkapi dengan kamera untuk mengambil dua foto langit pada waktu yang berbeda. Alat bernama blink compactor memungkinkan kedua foto tersebut dibalik dengan cepat. 

Bintang dan galaksi pada dasarnya tetap tidak bergerak dalam gambar, tetapi objek lebih dekat bisa dilihat pergerakannya melintasi langit. 

Tombaugh menghabiskan sekitar seminggu untuk menganalisis setiap pasang foto, yang berisi lebih dari 150. 000 bintang, dan kadang-kadang hampir satu juta.

Pada 18 Februari 1930, Tombaugh mengamati pergerakan di area yang terlihat pada sepasang foto yang diambil sebulan sebelumnya. 

Setelah melakukan analisis mendalam terhadap objek tersebut untuk memastikan temuan itu, tim di Observatorium Lowell secara resmi mengumumkan penemuan planet kesembilan pada 13 Maret.

Penemuan ini juga memberikan hak untuk memberi nama kepada benda baru tersebut, yang melibatkan semua orang di dunia untuk memberikan usulan. 

Venetia Burney, seorang gadis berusia sebelas tahun dari Inggris, merekomendasikan nama Pluto karena planet yang jauh dan gelap tersebut mengingatkan pada tempat kediaman dewa dunia bawah dalam mitologi Yunani.

Pluto dikenali sebagai planet selama lebih dari 70 tahun. Namun, dengan kemajuan akurasi alat-alat astronomi, objek-objek lain dengan ukuran mirip ditemukan setelah orbit Neptunus. 

Pada 2006, hampir satu dekade setelah wafatnya Tombaugh, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) mengubah status Pluto menjadi planet katai.

Misi New Horizons membawa sebagian abu Tombaugh saat berangkat menuju Pluto dan seterusnya.

Walaupun dikenal luas karena penemuan benda yang paling kontroversial di tata surya, Tombaugh juga berhasil menemukan sebuah komet, ratusan asteroid, dan sejumlah gugus bintang galaksi sepanjang kariernya. (Space/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya