Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA misi bernama “Persephone” diperkirakan mampu menjelajahi Pluto dan bulan-bulannya selama 50 tahun. Namun, hal ini hanya bisa terwujud jika mendapat pendanaan dan persetujuan.
Pada 2015, wahana antariksa New Horizons milik NASA berhasil terbang melewati Pluto dan menemukan bahwa planet kerdil itu ternyata memiliki permukaan es, lapisan kabut, serta tanda-tanda aktivitas geologis yang kompleks.
Penemuan ini mengindikasikan kemungkinan adanya lautan di bawah permukaan Pluto. Fakta tersebut mendorong ilmuwan terus meneliti misteri Pluto, bahkan 10 tahun setelah misi terbang lintas itu.
“Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab,” ujar Carly Howett, ilmuwan planet Universitas Oxford dan anggota tim New Horizons, di konferensi Progress in Understanding the Pluto Mission: 10 Years after Flyby di Laurel, Maryland. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, Howett dan rekan-rekannya merancang misi lanjutan dengan harapan akhirnya dapat memecahkan beberapa misteri Pluto.
Misi semacam ini dirancang untuk mengeksplorasi wilayah terluar tata surya dan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk dilaksanakan. Meski begitu, rencana tersebut masih belum mendapat persetujuan resmi.
Menurut Howett dalam sebuah studi tahun 2021 di Planetary Science Journal yang membahas konsep ini, “Misi ini dapat beroperasi selama lebih dari 50 tahun, menantang rekayasa, operasi misi, dan analisis data dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.”
Dalam mitologi Romawi, Pluto dikenal sebagai dewa dan penguasa orang mati.
Untuk misi yang dirancang kembali menuju planet kerdil tersebut, Howett dan timnya memilih nama Persephone, yang terinspirasi dari sosok istri Pluto sekaligus “ratu dunia bawah” dalam mitologi Yunani.
Pemilihan nama ini dianggap tepat karena Pluto sendiri dinamai berdasarkan dewa dunia bawah tanah Romawi, dan selain itu juga mencerminkan keberagaman dalam tim mereka, di mana banyak perempuan menduduki posisi kepemimpinan.
Misi Persephone dirancang untuk meneliti bentuk Pluto guna mencari tanda-tanda tonjolan fosil, semacam “benjolan” yang terbentuk ketika gravitasi menarik massa planet dan bisa membeku jika lapisan dalamnya cair.
Tonjolan semacam ini tidak ditemukan oleh wahana New Horizons, tetapi Persephone akan membawa instrumen yang lebih canggih untuk melakukan pemeriksaan detail.
Selain itu, misi ini juga akan mempelajari komposisi Pluto dan Charon dengan mengukur gravitasi dan topografinya, mirip dengan cara peneliti mempelajari bulan Saturnus, Enceladus. Dari data itu, para ilmuwan bahkan bisa memperkirakan ketebalan lapisan es yang ada di bawah permukaan.
Meski begitu, jangan berharap misi Persephone segera diluncurkan, karena kebutuhan dayanya yang besar saja bisa membuatnya sulit masuk dalam rencana resmi.
Usulan dari Howett ini hanyalah salah satu dari beberapa proposal yang diajukan untuk memberi masukan pada survei dekade NASA, yang menentukan prioritas serta kelayakan misi luar angkasa di masa depan. (Live Science/Z-2)
Clyde Tombaugh meraih gelar sarjana dan magister dalam astronomi dari Universitas Kansas sambil bekerja di observatorium setiap musim panas.
Teleskop Hubble NASA mendeteksi bintang katai putih 260 tahun cahaya dari Bumi sedang menghancurkan objek mirip Pluto yang 64% terdiri dari es air.
Dua astronom California menemukan indikasi bulan baru berdiameter sekitar 30 km yang mengorbit planet katai Quaoar melalui fenomena stellar occultation.
Pengamatan Teleskop James Webb mengungkap Nix dan Hydra, bulan Pluto, kemungkinan terbentuk dari bagian dalam Charon akibat tabrakan dahsyat.
Menurut IAU tahun 2006, Planet Katai didefinisikan sebagai benda langit yang mengelilingi Matahari dan memiliki massa yang cukup untuk membentuk bulatan
NASA berupaya menghubungi kembali pengorbit Mars MAVEN yang mendadak diam sejak Desember lalu. Peluang pemulihan menipis setelah kegagalan deteksi terbaru.
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Ilmuwan Tiongkok temukan fragmen meteorit langka pada sampel Bulan dari misi Chang’e-6. Temuan ini bisa ungkap asal-usul air dan materi di Tata Surya.
Misi Mars Sample Return NASA tersendat karena biaya, sementara Tiongkok dengan Tianwen-3 berpotensi lebih dulu membawa pulang sampel Mars pada 2031.
NASA resmi melarang warga negara Tiongkok mengakses fasilitas, jaringan, dan material milik lembaga itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved