Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
CITRA pertama permukaan planet kita dari satelit radar pengamat Bumi NISAR (NASA-ISRO Synthetic Aperture Radar) telah muncul, dan citra tersebut memberikan gambaran sekilas tentang apa yang akan terjadi saat misi gabungan antara NASA dan ISRO (Organisasi Penelitian Luar Angkasa India) mendekati operasi ilmiah penuh akhir tahun ini.
"Diluncurkan di bawah Presiden Trump bersama India, citra-citra pertama NISAR merupakan bukti nyata akan apa yang dapat dicapai ketika kita bersatu dalam visi inovasi dan penemuan bersama," ujar Penjabat Administrator NASA, Sean Duffy.
"Ini baru permulaan. NASA akan terus mengembangkan kemajuan ilmiah yang luar biasa di masa lalu dan masa kini seiring kita mengejar tujuan untuk mempertahankan dominasi antariksa bangsa kita melalui Sains Standar Emas."
Gambar dari pesawat ruang angkasa, yang diluncurkan oleh ISRO pada tanggal 30 Juli, menampilkan tingkat detail di mana NISAR memindai Bumi untuk memberikan informasi yang unik dan dapat ditindaklanjuti kepada para pembuat keputusan di berbagai bidang, termasuk tanggap bencana, pemantauan infrastruktur, dan pengelolaan pertanian.
"Dengan memahami cara kerja planet asal kita, kita dapat menghasilkan model dan analisis tentang bagaimana planet-planet lain di tata surya kita dan di luarnya bekerja, sembari kita bersiap untuk mengirim umat manusia dalam perjalanan epik kembali ke Bulan dan selanjutnya ke Mars," ujar Administrator Asosiasi NASA, Amit Kshatriya.
"Keberhasilan pengambilan gambar pertama dari NISAR ini merupakan contoh luar biasa tentang bagaimana kemitraan dan kolaborasi antara dua negara, di belahan dunia yang berbeda, dapat mencapai hal-hal besar bersama demi kepentingan semua."
Pada 21 Agustus, sistem radar apertur sintetis (SAR) pita-L satelit, yang disediakan oleh Laboratorium Propulsi Jet NASA di California Selatan, menangkap Pulau Mount Desert di pesisir Maine. Area gelap mewakili perairan, sementara area hijau mewakili hutan, dan area magenta mewakili permukaan keras atau biasa, seperti tanah kosong dan bangunan.
Sistem radar pita-L dapat mendeteksi objek sekecil 15 kaki (5 meter), sehingga citra dapat menampilkan jalur air sempit yang membelah pulau, serta pulau-pulau kecil yang menghiasi perairan di sekitarnya.
Kemudian, pada 23 Agustus, SAR L-band menangkap data sebagian wilayah Dakota Utara bagian timur laut yang membentang di antara wilayah Grand Forks dan Walsh. Citra tersebut menunjukkan hutan dan lahan basah di tepi Sungai Forest yang mengalir melalui bagian tengah bingkai dari barat ke timur, serta lahan pertanian di utara dan selatan.
Petak pertanian berwarna gelap menunjukkan lahan kosong, sementara warna yang lebih terang menunjukkan keberadaan padang rumput atau tanaman pangan, seperti kedelai dan jagung. Pola melingkar menunjukkan penggunaan irigasi poros tengah.
Sumber: JPL NASA
Melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
Analisis terbaru data Voyager 2 mengungkap mengapa sabuk radiasi Uranus sangat kuat. Ternyata, ada peristiwa cuaca antariksa langka saat misi berlangsung.
Ilmuwan temukan cara melacak jalur jatuh sampah antariksa menggunakan sensor seismik monitor gempa. Metode ini diklaim lebih akurat dibanding radar tradisional.
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved