Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tiongkok Pertama Kalinya Hubungi NASA untuk Cegah Tabrakan Satelit

Thalatie K Yani
07/11/2025 07:26
Tiongkok Pertama Kalinya Hubungi NASA untuk Cegah Tabrakan Satelit
Ilustrasi(NASA)

TIONGKOK mencatat tonggak penting dalam pengelolaan lalu lintas antariksa setelah untuk pertama kalinya menghubungi NASA guna mencegah potensi tabrakan antara satelit milik kedua negara. Langkah ini menandai kemajuan signifikan dalam upaya global menjaga keberlanjutan ruang angkasa yang kini semakin padat.

“Selama bertahun-tahun, jika kami memperkirakan akan terjadi tabrakan, kami biasanya mengirim pemberitahuan kepada pihak Tiongkok: ‘Kami pikir kami akan menabrakmu. Kalian diam, kami yang akan bermanuver,’” kata Alvin Drew, Direktur NASA Space Sustainability.

Namun, menurutnya, situasi berbeda terjadi sehari sebelum konferensi tersebut. “Kemarin kami sedikit merayakan sesuatu, karena untuk pertama kalinya Badan Antariksa Nasional China (CNSA) menghubungi kami dan mengatakan, ‘Kami melihat ada potensi tabrakan di antara satelit kami. Kami sarankan kalian diam, kami yang akan bermanuver.’ Dan itu adalah pertama kalinya hal seperti ini terjadi,” ujarnya.

Langkah proaktif CNSA ini mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kemampuan Tiongkok dalam space situational awareness. Di mana kemampuan untuk memahami kondisi dan pergerakan objek di orbit secara real time.

Koordinasi ini menjadi semakin penting di tengah pesatnya peningkatan jumlah satelit di orbit. Amerika Serikat melalui SpaceX dengan konstelasi Starlink, serta Tiongkok dengan proyek Guowang dan Thousand Sails, kini sama-sama memperluas jaringan satelit mereka. Situasi tersebut meningkatkan risiko tabrakan dan memunculkan kebutuhan mendesak untuk kerja sama internasional dalam pengelolaan ruang angkasa.

Dalam white paper antariksa 2022, Tiongkok memang telah menetapkan prioritas untuk memperkuat sistem pemantauan orbit dan berkomitmen mengembangkan teknologi pembersihan sampah antariksa pada periode 2021–2026.

Meski demikian, komunikasi langsung antara NASA dan CNSA tetap terbatas Wolf Amendment. Peraturan yang melarang sebagian besar bentuk kerja sama bilateral antara NASA dan entitas negara Tiongkok.

Kendati terbatas, insiden ini menunjukkan terobosan penting dalam diplomasi ruang angkasa. Di mana kepentingan keselamatan global mengatasi batas politik demi menjaga keberlanjutan eksplorasi luar angkasa. (space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya