Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TERDAPAT empat pilar utama dalam penguatan ekosistem kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) nasional. Ini menjadi fokus Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) kembali menegaskan perannya sebagai orkestrator utama ekosistem kecerdasan buatan di Indonesia.
"Pilar pertama yaitu kolaborasi riset dan inovasi. Kami secara aktif menjembatani kerja sama antara universitas dan industri untuk menghasilkan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Salah satu sorotan ialah peluncuran chatbot Korika Chat buatan anak bangsa yang menunjukkan kapabilitas inovasi lokal," tutur Ketua Umum Korika Hammam Riza dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/9).
Kedua, pengembangan standar etika dan regulasi AI. Bekerja sama dengan pemerintah, Korika turut andil dalam merumuskan kebijakan AI yang menyeimbangkan antara inovasi dan mitigasi risiko. Hal ini penting untuk membangun ekosistem AI yang etis, inklusif, dan bermartabat.
Ketiga, program pelatihan talenta AI. Menjawab tantangan ketersediaan talenta ahli, Korika terus menggulirkan program pelatihan untuk mencetak talenta digital muda yang kompetitif dan siap memenuhi kebutuhan industri.
Keempat, dukungan untuk startup AI lokal. Korika berfungsi sebagai platform yang mendukung pertumbuhan startup teknologi AI di Indonesia, memberikan mereka akses ke jaringan, pendanaan, dan pasar untuk bersaing di tingkat nasional maupun global. Hal itu disampaikan Hammad dalam AI Innovation Summit (AIIS) 2025, belum lama ini. (I-2)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), kembali menggelar NeutraDC Summit 2025 pada 25 Agustus mendatang di Mulia Resort.
SAP SE (NYSE: SAP) mengumumkan dua penunjukan kepemimpinan strategis yang bertujuan mempercepat pertumbuhan bisnis ekonomi digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
DI tengah gempuran outcome artificial intelligence, otomatisasi, dan disrupsi digital, banyak yang meragukan masa depan profesi akuntan publik.
Kehadiran infrastruktur AI lokal memungkinkan institusi kesehatan untuk mengembangkan inovasi digital secara berkelanjutan tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepercayaan publik.
PERUBAHAN sering bergerak seperti arus di laut dalam; tak tampak di permukaan, tapi cepat dan kuat menentukan arah.
Tanpa pengawasan yang tepat, agen AI yang mampu mengambil keputusan dan memproses data sensitif secara mandiri dapat memicu kerusakan fatal.
PENDIDIKAN abad ke-21 menghadapi tantangan bagaimana mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved