Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA tahun 2022, NASA pernah melakukan eksperimen bersejarah. Menabrakkan sebuah wahana antariksa ke asteroid kecil dengan kecepatan 22.500 km/jam.
Tujuannya sederhana namun krusial. Membuktikan pertahanan planet jika suatu saat asteroid benar-benar menghantam Bumi.
Kini, sekelompok ilmuwan, termasuk dari NASA. Mengkaji kembali opsi menghadapi batuan antariksa lain yang dinamai 2024 YR4. Menurut data dari Center for Near Earth Objects milik NASA.
Asteroid ini memiliki kemungkinan sangat kecil, yakni hanya 0,00081 persen, untuk menabrak Bumi pada Desember 2032. Namun, peluangnya menabrak Bulan justru lebih besar, sekitar 4%.
Meski probabilitasnya rendah, ancaman tetap ada. Jika 2024 YR4 menghantam Bulan, tabrakan tersebut bisa menghasilkan serpihan berbahaya. Berpotensi mengancam keselamatan astronot di luar angkasa.
Para peneliti menilai opsi paling masuk akal adalah menghancurkan asteroid itu secara total melalui misi gangguan kinetik. Berbeda dengan uji coba DART NASA tahun 2022 mendorong asteroid Dimorphos keluar jalur.
Kali ini ada cara yang jauh lebih ekstrem. Menggunakan perangkat nuklir untuk meledakkan asteroid.
Namun ada kendala besar. Hingga kini, massa asteroid 2024 YR4 belum diketahui pasti. Berdasarkan pengamatan Teleskop James Webb, panjang asteroid diperkirakan sekitar 90 meter.
Akan tetapi, massanya bisa berkisar antara 33 juta hingga 900 juta kilogram. Rentang yang begitu lebar membuat perencanaan misi seperti DART hampir mustahil dilakukan.
Tim peneliti menghitung bahwa misi pengintaian baru mungkin diluncurkan pada akhir 2028. Tetapi waktu yang tersisa hanya sekitar tiga tahun untuk melakukan pencegahan.
Sebaliknya, misi penghancuran dengan ledakan kinetik atau nuklir bisa memberi jeda lebih panjang, yakni lima hingga tujuh tahun untuk persiapan.
Dalam skenarionya, para ilmuwan mengusulkan peluncuran dua perangkat nuklir bertenaga 100 kiloton. Masing-masing lima hingga delapan kali lebih kuat dibanding bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.
Perangkat ini dirancang mampu bermanuver sendiri di luar angkasa. Sebuah cadangan tambahan juga disiapkan untuk berjaga-jaga jika diperlukan.
Meski terdengar seperti film fiksi ilmiah, realitasnya tidak sesederhana itu. Dengan rencana pemangkasan puluhan misi dalam proposal anggaran Gedung Putih 2026.
Kecil kemungkinan lembaga antariksa tersebut segera mengalokasikan dana besar. Kini asteroid masih berada sejauh 610 juta kilometer dari Bumi, peluang bahayanya tipis.
Sumber: Futurism
PRESIDEN Prabowo Subianto membuka kemungkinan penggunaan energi nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia, meski menekankan keputusan akhir tetap bergantung pada kajian para ahli.
Presiden Emmanuel Macron mengumumkan transformasi besar kebijakan pertahanan nuklir Prancis. Delapan negara Eropa akan bergabung dalam strategi "Advanced Deterrence".
Simak profil lengkap Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang wafat pada 2026. Jejak politik, revolusi, hingga babak baru suksesi Iran.
IRAN membantah keras tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran tengah mengembangkan rudal berjangkauan hingga Amerika Serikat termasuk ambisi nuklir militer
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas guna menekan Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington.
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un memamerkan puluhan peluncur roket berkemampuan nuklir menjelang kongres penting Partai Buruh, menurut media negara.
Mineral ini hanya dapat terbentuk akibat tekanan sangat tinggi seperti yang terjadi saat asteroid menghantam Bumi, sehingga menjadi bukti kuat bahwa Silverpit terbentuk akibat tumbukan.
NASA secara resmi telah menepis segala kemungkinan mengenai potensi hantaman asteroid 2024 YR4 terhadap Bulan pada tahun 2032 mendatang.
Asteroid yang diberi kode 2026 EG1 mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada pukul 23:27 EDT (03:27 GMT, 13 Maret).
Eksperimen luar angkasa yang dilakukan oleh NASA melalui misi Double Asteroid Redirection Test (DART) menghasilkan temuan penting.
Menurut laporan NASA, asteroid tersebut pertama kali terdeteksi pada 8 Maret 2026. Meski terbilang kecil, pergerakannya tetap dipantau karena lintasannya membawa objek itu melintas
Eksperimen tersebut mendorong asteroid Dimorphos, yang merupakan bulan kecil, ke jalur yang lebih pendek dan lebih cepat mengelilingi saudaranya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved