Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA tahun 2022, NASA pernah melakukan eksperimen bersejarah. Menabrakkan sebuah wahana antariksa ke asteroid kecil dengan kecepatan 22.500 km/jam.
Tujuannya sederhana namun krusial. Membuktikan pertahanan planet jika suatu saat asteroid benar-benar menghantam Bumi.
Kini, sekelompok ilmuwan, termasuk dari NASA. Mengkaji kembali opsi menghadapi batuan antariksa lain yang dinamai 2024 YR4. Menurut data dari Center for Near Earth Objects milik NASA.
Asteroid ini memiliki kemungkinan sangat kecil, yakni hanya 0,00081 persen, untuk menabrak Bumi pada Desember 2032. Namun, peluangnya menabrak Bulan justru lebih besar, sekitar 4%.
Meski probabilitasnya rendah, ancaman tetap ada. Jika 2024 YR4 menghantam Bulan, tabrakan tersebut bisa menghasilkan serpihan berbahaya. Berpotensi mengancam keselamatan astronot di luar angkasa.
Para peneliti menilai opsi paling masuk akal adalah menghancurkan asteroid itu secara total melalui misi gangguan kinetik. Berbeda dengan uji coba DART NASA tahun 2022 mendorong asteroid Dimorphos keluar jalur.
Kali ini ada cara yang jauh lebih ekstrem. Menggunakan perangkat nuklir untuk meledakkan asteroid.
Namun ada kendala besar. Hingga kini, massa asteroid 2024 YR4 belum diketahui pasti. Berdasarkan pengamatan Teleskop James Webb, panjang asteroid diperkirakan sekitar 90 meter.
Akan tetapi, massanya bisa berkisar antara 33 juta hingga 900 juta kilogram. Rentang yang begitu lebar membuat perencanaan misi seperti DART hampir mustahil dilakukan.
Tim peneliti menghitung bahwa misi pengintaian baru mungkin diluncurkan pada akhir 2028. Tetapi waktu yang tersisa hanya sekitar tiga tahun untuk melakukan pencegahan.
Sebaliknya, misi penghancuran dengan ledakan kinetik atau nuklir bisa memberi jeda lebih panjang, yakni lima hingga tujuh tahun untuk persiapan.
Dalam skenarionya, para ilmuwan mengusulkan peluncuran dua perangkat nuklir bertenaga 100 kiloton. Masing-masing lima hingga delapan kali lebih kuat dibanding bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.
Perangkat ini dirancang mampu bermanuver sendiri di luar angkasa. Sebuah cadangan tambahan juga disiapkan untuk berjaga-jaga jika diperlukan.
Meski terdengar seperti film fiksi ilmiah, realitasnya tidak sesederhana itu. Dengan rencana pemangkasan puluhan misi dalam proposal anggaran Gedung Putih 2026.
Kecil kemungkinan lembaga antariksa tersebut segera mengalokasikan dana besar. Kini asteroid masih berada sejauh 610 juta kilometer dari Bumi, peluang bahayanya tipis.
Sumber: Futurism
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
International Astronomical Union (IAU) secara resmi mengabadikan nama Bayu Risanto sebagai nama sebuah asteroid.
2025 MN45 harus tersusun dari material yang sangat kokoh agar tidak hancur akibat gaya sentrifugal dari putarannya yang ekstrem.
Asteroid raksasa memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu, namun mamalia bertahan. Simak faktor evolusi dan adaptasi yang membuat mamalia selamat dari kepunahan massal.
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Para ilmuwan NASA baru saja mengumumkan penemuan sebuah “bulan mini” baru, yaitu sebuah asteroid kecil bernama 2025 PN7 yang akan bergerak seiring dengan Bumi
NASA tengah memantau pergerakan tiga asteroid yang melintas dekat Bumi dalam rentang waktu hanya dua hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved