Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN dunia digital memberikan banyak manfaat tidak terkecuali bagi pengelolaan data organisasi. Berkat bantuan teknologi, pengelolaan Keanggotaan organisasi kini menjadi lebih praktis karena mampu mengubah data konvensional ke digital.
Tersedia beraga aplikasi yang mampu mentransformasi database sebiah organisasi dari konvensional menjadi digital. Salah satunya ialah aplikasi yang dikembangkan oleh plaftorm digital SoFund yang menghadirkan solusi inovasi bagi organisasi guna memudahkan pendataan keanggotaan.
Chief Executive Officer SoFund Marcell Stephanus mengatakan, di tengah inovasi teknologi yang kian maju, tak sedikit organisasi di Tanah Air yang belum dapat memanfaatkan digitalisasi secara optimal.
Baca juga : Mengenal Sistem Teknologi GIS Solusi Perbankan hingga Keselamatan Kereta Api
"(Sebagai platform digital), SoFund hadir menawarkan solusi lewat fitur-fitur mumpuni yang dapat meningkatkan kualitas organisasi. Terutama, dalam pengelolaan keanggotaan," ujar Marcell dalam keterangannya, Selasa (18/6).
Dia menjelaskan, SoFund memberikan pelayanan kepada organisasi dalam mengatasi pemasalahan database digital keanggotaan. Hal itu diwujudkan lewat aplikasi digital bernama SoFund.
Dalam tahapan pengembangan, SoFund merancangs sejumlah fitur andal, mulai dari Kartuku, Iuran, News, hingga Advertising. Adapun fitur-fitur tersebut merupakan bagian dari tahapan pengembangan SoFund untuk stage 1 dan 2.
Baca juga : Polri Bentuk Tim Usut Bocornya 279 Juta Data Penduduk
Marcell pun memberikan contoh organisasi yang kini telah bermitra dengan SoFund, yakni organisasi ketenagakerjaan dari Kementerian Ketenagakerjaan. Selama ini, pengelolaan keanggotaan organisasi tersebut masih dilakukan secara konvensional.
Dengan menjadi mitra SoFund, organisiasi dapat dengan mudah mendigitalisasi database anggota. “Lewat fitur-fitur SoFund, organisasi diharapkan makin berkualitas dan berdaya di era digital dengan pengelolaan anggota secara digital yang lebih sistematis," terangnya.
Seperti halnya kegiatan organisasi secara luring, lewat SoFund, aktivitas iuran juga dapat dilakukan secara daring sehingga pencatatan keuangan lebih efisien. Dengan begitu, iuran bulanan yang biasa dilakukan secara konvensional dapat terdigitalisasi secara konkret by name by address oleh setiap anggota.
Baca juga : Demokrat: Pengesahan RUU PDP Mendesak, Bukan RUU HIP
"Setiap anggota punya kartu keanggotaan lewat fitur 'Kartuku'. Dengan demikian, data ganda anggota dapat diminimalisasi. Kinerja SoFund sendiri bukan dilakukan antara SoFund dengan anggota, melainkan dengan pihak organisasi," kata Marcell.
Chief Technology Officer (CTO) SoFund Frans Kristanto mengatakan, setiap pelayanan serta fitur yang tersedia pada SoFund bakal disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Hal itu bukan tanpa alasan.
Pasalnya, di Tanah Air terdapat beragam bidang organisasi, mulai dari komunitas hobi, olahraga, pemerintahan, kesehatan, hingga hiburan. Untuk itu, fitur serta layanan yang diberikan dapat dikustomisasi sesuai karakter organisasi itu sendiri.
Baca juga : Data Covid-19 Diretas, DPR Kebut UU Perlindungan Data Pribadi
"Jadi, setiap organisasi akan dibuatkan kamar-kamar khusus di mana mereka (pengurus organisasi) dapat berinteraksi dan melakukan kegiatan dengan anggota. Kalau dulu kegiatan dilakukan secara langsung, kini bisa dimigrasikan secara digital. Dengan begitu, bisa menjangkau anggota dari berbagai wilayah sekaligus," terang Frans.
Ke depan, SoFund bakal masuk ke tahap pengembangan stage 3 dan 4. Adapun tahapan tersebut merupakan kelanjutan pengembangan yang kini tengah berlangsung. Pada tahapan tersebut, SoFund bakal menghadirkan fitur yang dapat memberikan benefit bagi organisasi. Misalnya, advertising.
"SoFund menghadirkan benefit bagi organisasi lewat fitur-fitur yang ada, baik secara materil maupun imateril. Benefit materil misalnya advertising. Sementara, benefit imateril dapat berupa konsultasi serta upaya pemberdayaan kelembagaan sehingga dapat mandiri dan maju di era digital," tutupnya. (Z-8)
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), gelombang pendataan nasional yang menjadi fondasi penting dalam membaca denyut ekonomi Indonesia
Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet kini setara dengan kebutuhan pokok, namun kenyataannya layanan tersebut masih belum dapat dinikmati secara merata.
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved