Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH ilmuwan membuat robot dinosaurus yang memiliki sayap dan berbulu. Robot tersebut dapat mengepakkan sayap yang penuh bulu untuk membuat mangsanya lari ketakutan. Mangsa robot dinosaurus setinggi satu meter ini adalah belalang yang merespons dengan melompat ke semak-semak.
Interaksi tersebut ditunjukkan dalam sebuah video yang dirilis pada Kamis (25/1) bersamaan dengan sebuah studi oleh para peneliti di Korea Selatan.
Dinosaurus berasal dari bahasa Yunani yang artinya 'kadal yang mengerikan' sehingga dianggap sebagai kerabat reptil. Akan tetapi, selama tiga dekade terakhir, ditemukan fosil dinosaurus dengan berbagai jenis bulu berbeda, membuat para ilmuwan percaya dinosaurus adalah nenek moyang burung.
Banyak dari dinosaurus berbulu ini tidak bisa terbang sehingga menimbulkan misteri baru. Jika tidak bisa terbang, mengapa mereka berevolusi untuk memiliki bulu?
Sejumlah teori kemudian muncul, seperti bulu-bulu tersebut melindungi dinosaurus dari hawa dingin atau memungkinkan dinosaurus bergerak lebih cepat untuk mengejar atau menerkam mangsanya. Ahli biologi di Seoul National University dan penulis studi baru tentang dinosaurus Piotr Jablonski mengungkapkan ada alasan lain mengapa dinosaurus memiliki sayap.
"Beberapa dinosaurus kecil bahkan mungkin telah menggunakan "proto sayap" mereka yang tertutup bulu untuk merobohkan dan menjebak mangsanya seperti jaring serangga," kata Piotr dilansir dari AFP, Jumat (26/1).
Tim peneliti mengusulkan untuk menambahkan trik predator baru dinosaurus yang disebut sebagai "strategi flush-pursue". Menurut teori ini, dinosaurus mengepakkan sayap untuk menyiram mangsa serangga agar bisa menangkapnya.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Kerangka Predator Purba yang Lebih Ganas dari Dinosaurus di Brasil
Untuk mendemonstrasikan teori mereka, tim ilmuwan membangun versi robot dari dinosaurus Caudipteryx, seekor burung pennaraptor seukuran burung merak dengan ekor yang ditutupi bulu dan proto-sayap yang hidup 124 juta tahun lalu.
Robot logam yang dijuluki "Robopteryx" ini bertugas mengepakkan sayapnya yang terbuat dari kain untuk menakut-nakuti belalang.
"Belalang-belalang itu lebih sering melarikan diri ketika dinosaurus menunjukkan proto-sayapnya," kata penulis utama studi Jinseok Park yang juga berasal dari Seoul National University.
Belalang juga lebih sering melompat ketika sayap robot dicat dengan bercak hitam dan putih yang kontras. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa warna kontras pada sayap burung lebih mungkin untuk mengusir serangga.
Para peneliti juga membuat animasi komputer dari Caudipteryx untuk menguji bagaimana neuron belalang merespons di laboratorium. Ketika animasi tersebut mengibaskan sayapnya yang berwarna kontras, neuron belalang lebih mungkin untuk menembak, memicu refleks melarikan diri.
Burung diperkirakan telah berevolusi dengan bercak-bercak kontras pada sayap mereka yang ukurannya tepat untuk memicu neuron-neuron ini. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.(M-3)
UNI-ONE dikembangkan berdasarkan pengalaman panjang Honda dalam riset robotika, termasuk humanoid robot ASIMO.
Uji coba robot polisi tersebut, kata dia, dilakukan dalam perayaan HUT Ke-79 Bhayangkara yang digelar pada 1 Juli 2025 .
Robot basket cerdas ini dipersiapkan tampil di kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2025 ajang seleksi Indonesia menuju ABU Robocon Asia-Pasifik di Mongolia.
Kehadiran robot tersebut masih bersifat demonstratif dan edukatif.
Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menjelaskan terkait dilibatkannya sejumlah robot polisi dalam tahapan persiapan Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta Pusat.
Penyakit antraknosa merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh petani cabai di Indonesia, yang dapat mengakibatkan kerugian signifikan jika tidak ditangani.
Kimberlit merupakan jenis batuan beku ultrabasa yang berasal dari kedalaman lebih dari 150 kilometer di bawah permukaan Bumi, tepatnya di bagian mantel.
Tinta ini menggabungkan galium, logam yang padat pada suhu ruangan tetapi meleleh tepat di bawah suhu tubuh 98,6 derajat Fahrenheit atau setara dengan 37 derajat Celsius
Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa Bulan bergerak menjauhi Bumi sekitar 3,8 sentimeter setiap tahun, kira-kira secepat kuku manusia tumbuh.
Jam di Mars akan berjalan sedikit lebih cepat daripada di Bumi. Perbedaan ini disebabkan oleh dua faktor utama di tata surya.
Hasil penelitian ini tampaknya mendukung teori yang diajukan pada tahun 1970-an, yaitu bahwa burung liar mungkin mengalami kesalahan navigasi sederhana.
Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para ilmuwan memetakan perilaku ciuman sebagai sebuah sifat evolusioner dalam pohon keluarga primata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved