Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HITACHI Energy, pemimpin teknologi global energi berkelanjutan, mengumumkan telah mengaktifkan lebih dari 150 gigawatt (GW) sambungan arus searah tegangan tinggi (HVDC) di seluruh dunia yang diintegrasikan ke dalam sistem tenaga listrik. Pengumuman ini sejalan dengan pengiriman tenaga listrik pertama dari Dogger Bank, pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai terbesar di dunia, melalui penggunaan teknologi HVDC untuk pertama kalinya di Inggris pada ladang angin.
Hitachi Energy secara konsisten memperluas kapasitasnya untuk memenuhi percepatan permintaan yang didorong oleh transisi energi bersih. Sejak 2020, ketika Hitachi memulai investasi strategisnya, Hitachi Energy telah meningkatkan jumlah tenaga kerjanya hingga lebih dari 8.000 orang.
Dalam periode yang sama, perusahaan juga menginvestasikan US$3 miliar di bidang manufaktur dan rekayasa, serta Penelitian dan Pengembangan (R&D), memperluas kolaborasi, dan mendorong perusahaan untuk menjadi mitra strategis di seluruh siklus hidup pelanggan.
Baca juga: Terus Lakukan Eksplorasi, Medco Energi Terus Dukung Pemerintah Dalam Hadapi Trilema Energi
"Listrik akan menjadi tulang punggung seluruh sistem energi dan akan membantu mendorong transisi energi bersih. Pengumuman hari ini menunjukkan bagaimana kami memungkinkan pelanggan kami untuk mempercepat pengembangan jaringan listrik yang dibutuhkan oleh sistem energi," ujar CEO Hitachi Energy Claudio Facchin dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (28/11).
Menurut dia, investasi yang berkelanjutan sejalan dengan Rencana Energi Hitachi 2030 dan Rencana Manajemen Jangka Menengah Hitachi 2024. Hitachi fokus investasi dalam tiga area. Antara lain pertamac terus memperkuat bisnis inti jaringan listrik dengan memperluas kapasitas dan mempekerjakan karyawan baru di seluruh dunia baik di Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Amerika Utara dan Selatan, serta Asia Pasifik.
Baca juga: Komitmen Transisi Energi untuk Selamatkan Bumi
Kedua, menggandakan upaya digital dan layanan serta perluasan di ujung sistem energi. Ketiga adalah Inovasi, sinergi, kemitraan, dan M&A untuk mempercepat pertumbuhan.
Adapun, berdasarkan dari laporan IEA, “Electricity Grids and Secure Energy Transitions” menyatakan bahwa investasi jaringan listrik perlu ditingkatkan hampir dua kali lipat pada tahun 2030 menjadi lebih dari $600 miliar per tahun setelah stagnasi di tingkat global, dan pembangunan jaringan listrik membutuhkan rantai pasokan yang aman dan tenaga kerja yang terampil.
Elektrifikasi yang cepat pada transportasi, bangunan, dan industri meningkatkan permintaan akan listrik yang aman, berkelanjutan, dan fleksibel secara global. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat bisnisnya menuju perkiraan sistem energi 2050; di mana perusahaan melihat kapasitas pembangkit listrik global yang terpasang sebesar empat kali lipat dari kapasitas saat ini dan transfer energi listrik sebesar tiga kali lipat dari saat ini.
"Sejak kami memulai perjalanan bersama Hitachi pada bulan Juli 2020, kami telah mampu mempercepat pertumbuhan dan ekspansi kami, serta memanfaatkan sinergi di seluruh Hitachi Group," tambah Facchin.
Menurut dia, dengan keahlian energi selama lebih dari satu abad, dikombinasikan dengan digitalisasi sebagai enabler, pihaknya dapat meningkatkan kecepatan dan memberikan layanan serta solusi yang inovatif kepada para pelanggan.
“Sebagai Hitachi, kami memiliki posisi yang unik di seluruh kemampuan TI, PL, dan produk untuk mendukung pelanggan kami di seluruh siklus hidup,” tandas dia. (Z-10)
Meskipun kecepatan angin bersifat dinamis, akan tetapi PLTB tersebut dapat beroperasi selama 24 jam sehari dan dapat menghasilkan listrik dalam kuantitas besar.
TIGA negara Eropa siap membenamkan investasi ekosistem baterai listrik di Indonesia senilai Rp135 triliun. Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, akan menjadi pusat industrinya.
KETUA DPP PSI Andre Vincent menyebut investasi Uni Emirat Arab (UEA) ke RI yang telah mencapai US$4,5 miliar sebagai pertanda baik. Namun, kesepakan itu jangan berhenti di meja perundingan.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved