Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Banjir makin tak terbendung saat besarnya populasi warga Indonesia yang terakses dan menjadi mudah mengakses internet. Hal itu ditambah munculnya beragam platform media sosial yang memicu risiko sulit untuk dihindarkan yakni mudah terhasut dan gampang percaya info yang diakses.
Lalu, Wakil Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Tulungagung Mochamad Ismanu Roziqi mengungkapkan, kurang kritis dan mudah mengiyakan berita yang didapat di medsos. Hal itu memunculkan generasi baru yang terjangkit Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan update informasi terbaru.
"Mudahnya akses berita yang real time, kapan dan di mana saja asal jemari pegang smartphone, membuat seseorang mudah terprovokasi dan ikut arus untuk melakukan tindak sosial yang keliru," kata Ismanu, Kamis (20/7).
Hal itu disampaikan Ismanu saat menjadi narasumber dalam diskusi literasi digital gelaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Karang Taruna Pakisrejo di Desa Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dengan mengusung topik 'Menghidupi Persatuan Indonesia: Jangan Mudah Terprovokasi di Era Luapan Informasi'.
Baca juga:WhatsApp Gelar Workshop Literasi Digital di Delapan Kota Jelang Pemilu 2024
Diskusi tersebut bersifat luring dan dilaksanakan chip in di acara pengajian Gus Iqdam dan Hadrah serta menghadirkan tiga narasumber. Selain Mochamad Ismanu Roziqi, ada Direktur LKP Mira Ilmu Khotibul Umam dan Dosen Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Deny Yudiantoro.
Ismanu Roziqi menambahkan, FOMO –yang pengikutnya semakin besar di medsos– mesti dicegah agar tak memecah belah persatuan dan kesatuan. Di era digital seperti sekarang, lanjut Ismanu, tindakan sosial sering kali terjadi di dunia maya. "Salah satunya, hasutan atau provokasi melalui sarana digital oleh berbagai pihak," ujarnya.
Untuk mencegah dan menghindari FOMO, Ismanu punya beberapa tips untuk dipraktikkan dalam keseharian netizen. Pertama, jauhi lingkaran pertemanan medsos yang tak menguntungkan. Kedua, batasi diri mengonsumsi medsos melalui gadget. Ketiga, bersikap kritis dengan selalu ricek berita yang dibaca dan jangan langsung mengiyakan informasi tanpa cek.
Baca juga: Begini Cara Berinternet Secara Sehat
Dari perspektif lain, Khatibul Umam mengingatkan, jadikan kebiasaan membaca informasi sampai menyeluruh. Jangan mudah yakin walau baru baca judul informasi. Cermati pula foto dan video dari suatu konten sampai tuntas, agar kita tak mudah berasumsi atas suatu konten informasi di medsos.
”Kemudian, lihat sumber beritanya, dari media yang kredibel atau akun abal-abal, yang biasa memplesetkan nama akun atau website aslinya. Kritis dan biasakan periksa dan bandingkan dengan situs berita resminya agar kita mendapat informasi yang akurat,” kata Khatibul Umam.
Sementara itu, Deny Yudianto menyebut, ada kebiasaan buruk netizen yang suka lugu dan sembrono meneruskan pesan dengan beragam isu, sehingga bertebaran di WA Group. Menurut Deny, kebiasaan sembrono itu biasanya terkait dengan pesan berisi isu politik yang bisa mengganggu keamanan sosial.
"Kenapa? Karena parameternya menyangkut tiga faktor, yakni: politik, sosial, dan budaya. Apalagi, karakter masyarakat Indonesia sangat mudah dipengaruhi oleh opini yang menyangkut ketiga faktor itu. Jadi, selalu kritis dan jangan keburu sharing sebelum checking,” tegas Deny.
Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024. (Medcom/Z-6)
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
UU ITE 2024 tidak menghapus sanksi pidana bagi penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Regulasi baru justru memperjelas batasan jenis kebohongan digital
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya hoaks cuaca di puncak musim hujan Desember-Februari, termasuk isu Squall Line.
BMKG memastikan kabar ancaman Squall Line dan badai ekstrem 31 Desember 2025–1 Januari 2026 adalah hoaks. Tidak ada peringatan resmi dikeluarkan.
Sebuah video palsu berdurasi 12 detik yang mengeklaim sebagai rekaman sel Jeffrey Epstein sebelum tewas muncul di situs pemerintah.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana menggelar edukasi Pemasaran dan Digital Branding bagi UMKM untuk siswa SMA Negeri 1 Jatiluhur.
Penulis KBM App manfaatkan teknologi AI sebagai asisten pribadi di Korea Selatan, mulai dari deteksi kandungan halal hingga terjemahan bahasa Hangeul secara real-time.
LITERASI digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dengan kecakapan memahami dan mengkritisi narasi yang beredar di ruang digital.
Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Rata-rata orang Amerika mengecek HP 140 kali sehari. Pakar kognitif sarankan teknik Deep Reading untuk lawan misinformasi dan stres akibat doomscrolling.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved