Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
REMAJA Amerika Serikat berbondong-bondong meninggalkan Facebook selama tujuh tahun terakhir. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu di tempat berbagi video YouTube dan TikTok. Ini menurut data survei Pew Research Center, Rabu (10/8).
"TikTok telah muncul sebagai platform media sosial teratas untuk remaja AS. YouTube yang dikelola Google menonjol sebagai platform paling umum yang digunakan oleh remaja," tulis penulis laporan tersebut.
Data Pew muncul saat pemilik Facebook, Meta, sedang bertarung dengan TikTok untuk keunggulan media sosial. Facebook mencoba mempertahankan jumlah maksimum pengguna sebagai bagian dari bisnis multimiliar dolar yang digerakkan oleh iklan.
Laporan itu mengatakan sekitar 95% remaja yang disurvei mengatakan mereka menggunakan YouTube. Sekitar 67% mengatakan mereka pengguna TikTok.
Hanya 32% remaja yang disurvei mengatakan mereka masuk ke Facebook. Ini penurunan besar dari 71% yang melaporkan menjadi pengguna selama survei serupa sekitar tujuh tahun lalu.
Dulunya tempat untuk online, Facebook telah dilihat sebagai tempat bagi orangtua dengan anak muda yang tertarik ke jejaring sosial. Orang mengekspresikan diri mereka dengan gambar dan cuplikan video.
Sekitar 62% remaja mengatakan mereka menggunakan Instagram yang dimiliki oleh induk Facebook, Meta. Sekitar 59% mengatakan mereka menggunakan Snapchat, kata para peneliti.
"Seperempat remaja yang menggunakan Snapchat atau TikTok mengatakan mereka menggunakan aplikasi ini hampir terus-menerus. Seperlima remaja pengguna YouTube mengatakan hal yang sama," kata laporan itu.
Sedikit kabar baik untuk bisnis Meta, layanan berbagi foto dan video Instagram lebih populer di kalangan remaja AS daripada survei 2014-2015. Sementara itu, kurang dari seperempat remaja yang disurvei mengatakan mereka pernah menggunakan Twitter.
Studi ini juga mengonfirmasi yang mungkin diduga oleh pengamat biasa, 95% remaja AS mengatakan bahwa mereka memiliki smartphone, sementara hampir sebanyak dari mereka memiliki komputer desktop atau laptop. Para remaja yang mengatakan bahwa mereka selalu online meningkat hampir dua kali lipat menjadi 46% jika dibandingkan dengan hasil survei tujuh tahun lalu.
Laporan tersebut didasarkan pada survei terhadap 1.316 remaja AS, mulai dari usia 13 tahun hingga 17 tahun. Ini dilakukan dari pertengahan April hingga awal Mei tahun ini. (AFP/OL-14)
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri KTTĀ perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang akan digelar di Amerika Serikat pekan depan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan lawatan ke AS pada 19 Februari 2026, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS.
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
Fernando menyebut, posisi Sjafrie sebagai sahabat karib sekaligus menteri paling berpengaruh di kabinet menjadikannya sosok yang sangat kuat.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei terbaru menunjukkan langkah Kejagung menunjukkan uang sitaan mendapat apresiasi.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved