Jumat 26 Maret 2021, 09:42 WIB

PUI Javanologi UNS Siapkan Bahasa Jawa Untuk Pengantar Komputer

Widjajadi | Teknologi
PUI Javanologi UNS Siapkan Bahasa Jawa Untuk Pengantar Komputer

MI/Widjajadi
PUI Javanologi luncurkan 10 Nomine UNS Jawa Metrik, Kamis (25/3/2021).

PUSAT Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta siap menjadikan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar komputer. 

"Kita siap menjadikan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar komputer," ungkap Sekretaris PUI Javanologi UNS, Prof Diah Kristina kepada wartawan di kampus Kentingan, Kamis (25/3).

Kegiatan pengalihbahasaan dari berbagai bahasa, baik bahasa Prancis, Belanda, maupun Inggris, ke bahasa Jawa dapat memberikan keuntungan bagi seorang penerjemah.

"Sesungguhnya berbahasa Jawa ini sangat penting kalau kita ingin bekerja sebagai interpreter (penerjemah) dari bahasa Inggris, Belanda, Prancis langsung ke bahasa Jawa," kata dia.

Ia meyakini, yang akan diperbuat PUI Javanologi UNS itu akan menjadi perkembangan yang luar biasa, menggembirakan, dan sekaligus sebagai apresiasi bahasa Jawa. Pada bagian lain Kepala PUI Javanogi UNS Surakarta, Prof. Sahid Teguh Widodo menegaskan, pihaknya sedang mencoba berbagai program gebrakan di tahun 2021 ini. PUI Javanologi UNS, dalam gebrakan 2021 membuka kelas ludruk, kelas tari, kelas tembang, kelas ketoprak, dan kelas reog.

Untuk kelancarannya pelatih atau pembina setiap kelas diambilkan dari dosen UNS yang memiliki keahlian di bidang seni budaya. Ia mengakui di masa pandemi ini, Javanologi memang tidak lagi mungkin membuat program-program yang seperti masa sebelumnya. Karena itu, PUI Javanologi perlu mencoba memutar cara mendapatkan produk-produk tahun 2021 ini, yang bisa lebih diterima oleh zaman.

Guru Besar UNS bidang Onomastika ini menambahkan PUI Javanologi UNS selain melakukan gebrakan 2021, juga sedang menyelesaikan skema pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

LSP ini disiapkan untuk melakukan sertifikasi terhadap profesi pambiwara. Dalam kebudayaan Jawa, pambiwara merupakan seseorang yang memiliki keterampilan khusus dalam sastra dan bahasa Jawa yang mampu membawakan acara-acara di lingkungan masyarakat Jawa.

"Jadi, kita membuat lembaga untuk sertifikasi profesi pambiwara. Jadi lama-lama kegiatan keraton ke sini semua gitu, tapi dalam konteks yang lain," ucap Prof Sahid.

baca juga: Mendikbud: Pelestarian Aksara Jawa Mutlak Dilakukan

Selain itu, PUI UNS juga akan meluncurkan penerbitan jurnal Javanologi for Cultural Studies. Jurnaldirancang untuk menampung mahasiswa dan dosen UNS yang ingin mempublikasikan jurnalnya pada bidang ilmu terkait. Dia tegaskan, sebetulnya, saat ini mahasiswa S-2, S-3, dan dosen  wajib hukumnya untuk publikasi di jurnal. 

"Maka, kita akan membuat dan sudah volume yang keempat terbitan yang pertama dan kedua. Semoga tahun ini bisa," imbuhnya.(OL-3)
 

Baca Juga

dok.yamisok

Yamisok Gandeng Oxtrade Gelar Tournament e-sport Berhadiah Rp500 Juta

👤Muhamad Fauzi 🕔Kamis 23 September 2021, 09:22 WIB
YAMISOK bekerjasama dengan Oxtrade mengadakan event tournament berhadiah total Rp500...
MI/Dok Indosat Ooredoo

Dukung Gaya Hidup Digital, Indosat Ooredoo Hadirkan IMGaming

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 23 September 2021, 07:45 WIB
Platform itu dirancang untuk memberikan pengalaman bermain gim yang unik dan seru bagi pelanggan, yang siap memenuhi semua kebutuhan gaming...
MI/Dok. Dicoding

Rizky Adi, Lens Creator Pertama Asal Indonesia di Snap Lens Network

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 23 September 2021, 07:00 WIB
Rizky merupakan salah satu pemenang IDCamp Developer challenge pertama yang diselenggarakan bersama Indosat, April...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya