Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden AS Donald Trump mengaku telah menginstruksikan pemerintahannya untuk menghentikan pendanaan untuk WHO.
Trump menuduh badan PBB itu salah dalam mengelola dan menutupi penyebaran virus setelah virus itu muncul di Tiongkok. Menurutnya, WHO harus dimintai pertanggungjawaban.
WHO mengakui, pada akhirnya, pengembangan dan pengiriman vaksin yang aman dan efektif akan diperlukan untuk sepenuhnya menghentikan penularan covid-19.
Jika terlalu dini, itu bisa memicu kebangkitan mematikan dalam infeksi virus korona (covid-19).
Universitas Johns Hopkins menyampaikan laporannya.bahwa korban meninggal akibat virus yang berasal dari Wuhan, Hubei, Tiongkok itu telah mencapai 100.376 orang.
Trump menuding WHO terlalu Tiongkok sentris, dan mengancam menahan suntikan dana AS ke WHO.
"Pada 2 April, 709 orang - 11 orang asing dan 698 warga negara - telah diuji untuk covid-19. Tidak ada laporan kasus covid-19. Ada 509 orang dikarantina."
Trump, kepada wartawan, mengatakan dirinya akan menahan pendanaan untuk WHO. Selama ini, sumber dana terbesar badan PBB itu adalah AS.
"Perawat adalah tulang punggung sistem kesehatan apa pun," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari France24, Selasa (7/4).
Namun kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut alat masker bermanfaat di daerah-daerah tempat kebiasaan mencuci tangan dan menjaga jarak secara fisik sulit dilakukan.
Meskipun penghitungan yang ditunjukkan oleh Johns Hopkins University mencatat satu juta kasus yang dikonfirmasi, jumlah sebenarnya dianggap jauh lebih tinggi.
Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memuji ‘sebuah pencapaian luar biasa’ atas hasil penelitian vaksin Covid-19.
Berbagai upaya yang diambil sejumlah negara untuk membendung penyebaran covid-19, dinilai hanya mengulur waktu.
"Indonesia, jangan menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pd permukaan benda-benda," cuit akun @WHOIndonesia,
WHO memperingatkan bahwa AS berpotensi menjadi pusat pandemi baru Covid-19. Mengingat, laju peningkatan kasus positif virus korona begitu cepat.
WHO mengusulkan pasca lockdown, negara harus melakukan langkah cepat untuk kesehatan masyarakat agar virus tidak muncul lagi di kemudian hari.
ICC merupakan organisasi bisnis terbesar di dunia yang mewakili lebih dari 45 juta perusahaan.
Harapan itu perlu diiringi dengan kerja keras seluruh pemangku kepentingan.
WHO menekankan istilah Physical Distancing dibandingkan Social Distancing, untuk menjaga kesehatan mental selama krisis virus korona (Covid-19).
Kasus pandemi Covid-19 di Asia Tenggara menyebar sangat cepat. WHO memperingatkan negara-negara di Asia Tenggara untuk melakukan tindakan agresif dan segera
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved