Selasa 07 April 2020, 15:07 WIB

​​​​​​​Pandemi Covid-19, WHO: Dunia Butuh Tambahan 6 Juta Perawat

Nur Aivanni | Internasional
​​​​​​​Pandemi Covid-19, WHO: Dunia Butuh Tambahan 6 Juta Perawat

AFP/KENA BETANCUR
Para perawat di Brooklyn New York memprotes kurangnya alat pelindung diri (APD) untuk pekerja garis depan, Senin (6/4).

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan, pada Selasa (7/4), bahwa dunia membutuhkan hampir enam juta perawat.

Badan Kesehatan PBB itu bersama dengan mitra Nursing Now dan Dewan Perawat Internasional (ICN) menggarisbawahi dalam sebuah laporan peran penting yang dimainkan oleh para perawat.

"Perawat adalah tulang punggung sistem kesehatan apa pun," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari France24, Selasa (7/4).

"Hari ini, banyak perawat menemukan diri mereka di garis depan dalam pertempuran melawan covid-19," katanya.

Dia menambahkan bahwa sangat penting mereka mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjaga dunia tetap sehat.

Laporan itu mengatakan bahwa jumlah perawat di dunia berada di bawah 28 juta. Dalam lima tahun menjelang 2018, jumlahnya tumbuh sebesar 4,7 juta.

"Tetapi ini masih menyisakan kekurangan global 5,9 juta," kata WHO. Dan kesenjangan terbesar ada di negara-negara miskin di Afrika, Asia Tenggara, Timur Tengah dan sebagian Amerika Selatan.

Laporan tersebut mendesak negara-negara untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam tenaga keperawatan mereka dan berinvestasi dalam pendidikan keperawatan, pekerjaan dan kepemimpinan.

Baca juga: AS Gencar Uji Coba Vaksin, Trump: Ada Secercah Harapan

Kepala eksekutif ICN Howard Catton mengatakan bahwa tingkat infeksi, kesalahan pengobatan dan tingkat kematian itu semuanya menjadi lebih tinggi ketika jumlah perawat terlalu sedikit. Kekurangan jumlah perawat, tambahnya, telah menguras tenaga keperawatan yang ada saat ini.

Catton mengatakan bahwa 23 perawat telah meninggal di Italia dan ada sekitar 100 petugas kesehatan telah meninggal di seluruh dunia.

Sementara itu, dia mengatakan ada laporan bahwa sembilan persen petugas kesehatan terinfeksi di Italia. Sementara, tingkat infeksi di Spanyol hingga 14%.

Catton pun memperingatkan risiko bahwa negara-negara kaya akan bergantung pada Filipina dan India untuk memasok tenaga perawat.

Dalam memerangi pandemi, Mary Watkins, yang ikut memimpin laporan untuk Nursing Now, menyerukan agar petugas kesehatan menjalani tes virus korona.

Pasalnya, kata Watkins, banyak dari petugas kesehatan yang tidak mau bekerja karena mereka takut terinfeksi dan mereka pun tidak bisa memastikan apakah mereka sudah terinfeksi atau belum.

"Sebanyak 80% perawat di dunia saat ini hanya bisa membantu 50%n populasi dunia," kata Watkins. (France24/A-2)

Baca Juga

aa.com.tr

Hongaria Resmi Beli Vaksin Sputnik V Buatan Rusia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 06:00 WIB
Ini akan memungkinkan Hongaria untuk segera mencabut pembatasan...
comece.eu

Paus Fransiskus Dijadwalkan Kunjungi Irak pada Maret

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 05:30 WIB
Paus berharap Irak dapat terus bekerja untuk mengatasi kekerasan dengan "persaudaraan, solidaritas dan...
Ilustrasi

Jumlah Wanita Bunuh Diri di Jepang Meningkat Selama Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 05:00 WIB
Data awal polisi yang diterbitkan pada Jumat (22/1) menunjukkan bahwa jumlah kasus bunuh diri mencapai 20.919 tahun lalu, 750 kasus lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya