Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus korona baru (covid-19) sepuluh kali lebih mematikan daripada flu babi (H1N1) yang menyebabkan pandemi pada 2009.
Dalam sebuah briefing secara virtual di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan organisasi itu terus-menerus belajar mengenai virus baru yang melanda dunia, yang kini telah menewaskan hampir 115.000 orang dan menginfeksi lebih dari 1,8 juta orang.
"Kami tahu covid-19 menyebar dengan cepat dan kami tahu itu mematikan, 10 kali lebih mematikan daripada pandemi flu 2009," katanya, seperti dikutip dari France24, Senin (13/4).
Baca juga: Ilmuwan Optimistis Vaksin Covid-19 Tersedia pada September
WHO mengatakan 18.500 orang meninggal karena flu babi yang pertama kali ditemukan di Meksiko dan Amerika Serikat (AS) pada Maret 2009. Jurnal medis Lancet memperkirakan jumlah korban flu babi antara 151.700 dan 575.400.
Tinjauan Lancet termasuk perkiraan kematian di Afrika dan Asia Tenggara yang tidak diperhitungkan WHO.
Wabah yang dinyatakan sebagai pandemi pada Juni 2009 dan berakhir pada Agustus 2010, ternyata tidak mematikan seperti yang ditakutkan pertama kali.
Tedros menyesalkan di beberapa negara ada penggandaan kasus setiap tiga hingga empat hari. Tetapi, ia menekankan jika negara-negara berkomitmen menemukan kasus awal, menguji, mengisolasi dan merawat setiap kasus dan melacak setiap kontak, mereka bisa mengendalikan virus itu.
Ia mengatakan kasus covid-19 merebak dengan cepat, tapi penurunannya jauh lebih lambat.
Langkah-langkah pengendalian, katanya, hanya bisa dicabut jika ada langkah-langkah kesehatan masyarakat yang tepat termasuk kapasitas melacak kontak.
WHO mengakui, pada akhirnya, pengembangan dan pengiriman vaksin yang aman dan efektif akan diperlukan untuk sepenuhnya menghentikan penularan. Vaksin diperkirakan setidaknya 12 hingga 18 bulan lagi. (OL-1)
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved