Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari satu juta kasus virus korona baru (covid-19) telah terjadi secara global. Demikian angka terbaru dari Johns Hopkins University.
Meskipun penghitungan yang ditunjukkan oleh Johns Hopkins University mencatat satu juta kasus yang dikonfirmasi, jumlah sebenarnya dianggap jauh lebih tinggi.
Baca juga:Dubes Filipina untuk Libanon Meninggal Akibat Infeksi Covid-19
Butuh satu setengah bulan untuk 100 ribu kasus pertama dicatatkan. Angka satu juta kasus covid-19 itu tercatat setelah dua kali lipat dalam beberapa kasus selama seminggu terakhir.
Dikutip dari BBC, Jumat (3/4), data tersebut juga menunjukkan bahwa ada lebih dari 51 ribu orang telah meninggal dan lebih dari 208 ribu telah pulih.
Baca juga:Rekor, Kematian Covid-19 di AS Capai 1.169 Kasus Sehari
AS menyumbang kasus positif terinfeksi virus korona terbanyak, sementara Italia memiliki jumlah korban meninggal tertinggi akibat virus tersebut.
Hampir seperempat dari kasus virus korona tercatat di Amerika Serikat, sementara Eropa menyumbang kasus virus itu sekitar setengahnya. Virus itu pertama kali terdeteksi muncul di Wuhan, Hubei, Tiongkok akhir tahun lalu. (BBC/Nur/A-3)
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved