Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan persatuan global dalam memerangi pandemi virus korona (covid-19). Sekaligus menepis kritik Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait penanganan pandemi oleh agensi.
Ketika WHO bersiap menandai 100 hari sejak pertama kali wabah muncul di Tiongkok, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, membalas tuduhan bahwa lembaga PBB itu terlalu dekat dengan Beijing.
Tedros malah mendesak AS untuk bergabung dengan Tiongkok dalam memerangi virus mematikan, ketimbang saling menyalahkan. Dia pun mengeluarkan pembelaan keras terhadap manajemen pandemi WHO.
Baca juga: Kematian Melebihi 14.600, AS Tertinggi Setelah Italia
"AS dan Tiongkok harus bersatu dan memerangi musuh yang berbahaya," ujar Tedros dalam konferensi pers virtual dari Jenewa, Swiss.
"Fokus dari semua pihak adalah menyelamatkan rakyat mereka. Tolong jangan mempolitisasi covid-19. Jika Anda ingin memiliki lebih banyak kantong mayat, silahkan melakukannya. Jika Anda tidak ingin banyak kantong mayat, jangan lakukan politisasi,” pungkasnya.
Tedros juga menolak tudingan Trump bahwa WHO sangat Tiongkok sentris. Dia menegaskan WHO dekat dengan setiap negara, tanpa memandang warna. Mengutip angka kasus kematian dan jumlah infeksi, Tedros menyatakan permohonan.
Baca juga: Trump Ancam Tahan Pendanaan untuk WHO
"Demi Tuhan, apakah ini tidak cukup?" serunya.
Badan kesehatan PBB menghadapi kritik di masa lalu. Mulai dari bereaksi berlebihan hingga bergerak terlalu lambat dalam memerangi epidemi. Namun, jarang menghadapi pengawasan banyak selama pandemi covid-19.
Sebelumnya, Trump mengancam akan memotong suntikan dana AS untuk WHO. Trump menuduh lembaga PBB itu bias ke Tiongkok selama pandemi. Kontribusi AS untuk WHO pada 2019 melebihi US$ 400 juta, atau hampir dua kali lipat dari donor negara terbesar kedua. Situs WHO menunjukkan AS sebagai pendonor utama menyumbang hampir 15% dari kebutuhan anggaran.(CNA/France24/OL-11)
Menlu Oman bertemu Wapres AS JD Vance hari ini di Washington. Upaya terakhir cegah perang besar usai Operasi Midnight Hammer dan negosiasi nuklir di Wina.
AS tuntut Iran bongkar fasilitas nuklir Fordow, Natanz, Isfahan dan serahkan 10.000 kg uranium dalam perundingan permanen di Jenewa. Simak poin kesepakatannya.
Iran tingkatkan ekspor minyak hingga 3 juta barel per hari di Pulau Kharg guna antisipasi ancaman serangan Donald Trump. Simak dampak ketegangan Iran-AS.
Melania Trump akan mencetak sejarah sebagai Ibu Negara AS pertama yang memimpin sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Maret 2026.
Kehadiran Melania Trump di kursi pimpinan merupakan bagian dari hak AS yang tengah memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB.
Pejabat AS dan Iran kembali menggelar pertemuan tidak langsung putaran ketiga di Jenewa untuk meredakan ketegangan nuklir.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved