Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Vaksin Covid-19 Baru Bisa Digunakan 18 Bulan Lagi

Deri Dahuri
01/4/2020 12:43
Vaksin Covid-19 Baru Bisa Digunakan 18 Bulan Lagi
Puluhan perusahaan farmasi dan laboratorium riset berlomba menemukan vaksin penangkal Covid-19.(AFP/File / Thibault Savary)

PARA petugas medis tengah berjuang merawat gelombang kedatangan para pasien yang terinfeksi Covid-19. Pada saat bersamaan, miliar orang diminta untuk menerapkan stay at home sebagai upaya menekan penyebaran pandemi virus korona tipe baru.

Dengan lebih dari 30 ribu jiwa terenggut oleh keganasan Covid-19, setiap orang di muka bumi tengah mendambakan satu hal yaitu vaksin yang bisa melawan Covid-19.   

Sejak kemunculan awal pada Desember 2019 di Wuhai, Provinsi Hubei, Tiongkok, belum ditemukan obat yang bisa mengatasinya. Wabah Covid-19 yang menjadi pandemi dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Kini lebih dari setengah juta orang telah terinfeksi Covid-19 dan lebih dari 30 ribu orang meninggal.    

Banyak pendekatan dilakukan secara dramatis dalam mengatasi Covid-19. Beberapa tim medis melihat efek positif dari obat-obatan yang ada dinilai cukup potensial diberikan kepada pasien Covid-19. Para tim medis bereksperimen dengan kembali menggunakan obat-obatan umum.

Baca jugaWabah Virus Korona Serang Kru Kapal Induk AS Theodore Roosevelt

Di sisi lain, para peneliti bidang kesehatan dengan menggunakan teknologi mutakhir berusaha keras menghasilkan vaksin yang bisa menangkal Covid-19. Ternyata dalam waktu sekitar 60 hari, sekelompok peneliti menguraikan genetik dari virus korona tipe baru tersebut. Hasilnya, vaksin penangkal Covid-19 mulai diuji-cobakan ke manusia.       

Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memuji ‘sebuah pencapaian luar biasa’ atas hasil penelitian vaksin Covid-19. Para ahli telah memberi harapan besar bahwa vaksin akan siap digunakan dalam 18 bulan lagi.

Waktu 18 bulan memang bisa dinilai terlalu lama membuat mereka yang sedang dalam ancaman Covid-19 merasa putus asa.

Namun Seth Berkley, Ketua GAVI, Aliansi Vaksin, lembaga yang didirika Yayasan Bill & Melinda Gate, menegaskan bahwa untuk mendapatkan vaksin dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun hingga 15 tahun untuk bisa digunakan.

Mulai dari fase pengujian, perizinan, dan pembuatan vaksi dalam skala besar membutuhkan waktu lalu. Vaksin yang dihasilkan cukup cepat adalah vaksin Ebola yang membutuhkan waku lima tahun.      

 "Betapa beruntungnya kita mendapatkan respons imun yang baik? Pendekatan mana yang akan membuahkan hasil? Apakah akan terukur?" katanya dalam sebuah wawancara dengan organisasi TED minggu lalu.

Berkley mengatakan kepada AFP bahwa cara yang mungkin untuk mempercepat proses perizinan seperti dalam upaya menghasilkan vaksin Ebola. Jika telah menunjukkan mampu memulihkan pasien setelah uji klinis oleh para ahli medis, vaksin bisa langsung diproduksi.

"Bisa jadi ada wilayah diberikan vaksin yang masih eksperimen dengan persetujuan dan hal ini digunakan mengatasi pandemi sebelum vaksin menjadi produk yang berlisensi,” ujar Berkley.

"Kita perlu memastikan apa yang kita lakukan masuk akal, aman, dan memiliki kemanjuran. Saya tahu itu tampak seperti sebuah kemewahan yang kita tidak punya waktu lagi tetapi itu sangat penting," katanya. (AFP/OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya