Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
Selama pandemi, sebagian besar 82% UMKM berusaha mengoptimalkan aktivitas penjualan online melalui outlet mereka di platform e-commerce dan juga lapak di media sosial.
PANDEMI Covid-19 yang terjadi berdampak besar terhadap sektor ekonomi termasuk sektor industri makanan di Indonesia.
Salah satu pihak yang paling terdampak dengan kondisi saat ini adalah para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Tren perdagangan secara online juga membantu UMKM untuk bertahan dan bertumbuh," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki
Ketika pelaku UKM mampu memanfaatkan teknologi digital, maka pasar produknya bisa diperluas ke mancanegara.
Sektor ekonomi kreatif Indonesia diketahui berada pada posisi ketiga dunia, dengan kontribusi Rp1.100 triliun terhadap PDB nasional sepanjang 2020.
Pelaku usaha perlu memahami hal yang memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk. Jadi, tidak hanya fokus pada pengembangan produk, namun kejar target pasar.
UMKM harus melakukan transformasi produk yang berorientasi ekspor, bernilai tinggi dan mampu masuk dalam rantai pasok internasional.
“Di era disrupsi ini, digitalisasi semakin relevan dan strategis bagi UMKM untuk tetap bertahan dan berperan sebagai penggerak utama pemulihan ekonomi,” ungkap Ma’ruf
Eddy menambahkan, sampai akhir Agustus 2021, Kemenkop UKM berharap bahwa penerima BPUM dapat mencapai target dan menyasar 12,8 juta pelaku usaha mikro.
Politisi Partai NasDem itu mencontohkan UMKM yang banyak digandrungi masyarakat saat ini adalah kuliner. Pemerintah harus aktif memberi dukungan kepada pelaku UMKM kuliner ini.
Untuk mendorong UMKM naik kelas serta mendorong pemulihan UMKM, BRI terus melakukan berbagai program pemberdayaan.
Menteri Bintang menuturkan pemulihan ekonomi nasional dapat diupayakan salah satunya dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa.
Sebab, pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat berdampak besar bagi pelaku UMKM.
Bung Edi mengungkapkan penanganan dampak pandemi terus diperkuat selaras dengan kesehatan dan penyaluran jaring pengaman sosial.
Guna membantu UMKM Indonesia menjawab tantangan tersebut, BukuWarung, perusahaan teknologi yang memiliki misi memajukan bisnis UMKM Indonesia bersinergi dengan Ayoconnect.
Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan proses verifikasi 5.336 berkas yang dikumpulkan pemohon
Amam Sukriyanto menjelaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendongkrak penyaluran kredit industri perbankan nasional.
Berbeda dengan sebelumnya, saat ini semua kegiatan itu dilakukan secara online atau daring.
Penggunaan OSS Berbasis Risiko penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), karena tidak dipungut biaya dalam mengurus perizinan usaha.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved