Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
"Kami sangat layak melaju ke semifinal. Karenanya, perasaan saya campur aduk karena kami telah memberikan seluruh kemampuan kami."
Sommer melakukan beberapa penyelamatan gemilang saat mengantarkan 10 pemain Swiss bertahan sampai adu penalti.
Kekalahan dari Spanyol itu membuat Swiss gagal mencapai semifinal Piala Eropa untuk pertama kali sepanjang sejarah.
Spanyol sendiri berhasil pada tiga dari lima penendangnya.
Kiper Unai Simon pantas menjadi pahlawan kemenangan Spanyol setelah menggagalkan dua tendangan penalti Swiss.
Spanyol lebih dulu unggul pada menit ke-8 berkat gol bunuh diri gelandang Denis Zakaria. Pada menit ke-68 babak kedua Xherdan Shaqiri menyamakan kedudukan 1-1.
Pada babak kedua Luis Enrique memasukkan Dani Olmo untuk menggantikan Pablo Sarabia.
"Mereka mungkin tidak punya banyak pemain bernama besar yang dikenal suporter tetapi sebagai tim mereka adalah salah satu yang paling solid di turnamen ini."
Pria berusia 28 tahun itu mengenakan jersey Swiss di awal laga hingga bertelanjang dada sembari berteriak kegirangan di akhir laga.
"Jika kami bisa bermain di batas optimal kami seperti melawan Prancis, segalanya bisa terjadi," katanya.
Swiss menumbangkan tim juara Piala Dunia Prancis dan lolos ke perempatfinal Piala Eropa 2020.
Mbappe, bintang Prancis kala menjuarai Piala Dunia 2018, gagal kala menjadi algojo kelima Les Bleus di babak adu penalti setelah tendangannya ditahan penjaga gawang Swiss Yann Sommer.
Prancis, kini, tidak punya bek sayap yang bugar menyusul Lucas Hernandez dan Lucas Digne sama-sama menderita cedera saat melakoni laga pemungkas Grup F melawan Portugal.
Swiss akan menghadapi Belgia yang menjuarai Grup B atau juara Grup E atau F, yang baru diputuskan Rabu (23/6) nanti.
"Saya merasa kami menghasilkan kinerja yang baik selama 90 menit. Tujuan kami tetap untuk lolos ke 16 besar. Sekarang kita harus menunggu dan melihat," kata Pelatih Swiss Vladimir Petkovic.
Kemenangan 3-1 yang diraih Swiss di Baku, Azerbaijan, Minggu waktu setempat (Senin WIB), hanya cukup membuat mereka finis di posisi ketiga Grup A
Turki kebobolan lima gol saat kalah dari Italia dan Wales di Grup A.
Pertandingan terakhir mereka di Grup A adalah laga harus menang bagi kedua tim dan terjadi di bawah bayang-bayang kekalahan 0-3 di Roma yang meremukkan hati Swiss.
Bek Lazio Francesco Acerbi menggantikan posisi Chiellini dan ban kapten kemudian diserahkan kepada rekan setimnya di Juventus, Leonardo Bonucci.
Meski begitu, Petkovic menegaskan dirinya dan para pemain Swiss harus segera melupakan kekecewaan itu dan bersiap untuk laga pamungkas Grup A melawan Turki.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved