Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Di awal 2025, kebijakan moneter dan fiskal di Indonesia terus disesuaikan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Salah satu faktor penting yang menjadi perhatian adalah suku bunga bank.
The Fed akan memiliki potensi yang kecil untuk menurunkan suku bunga acuan. Bahkan, justru bisa menaikkan suku bunganya kembali.
GUBENUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan pihaknya melihat masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Ia menjelaskan dalam menentukan respons (suku bunga) BI-Rate
Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga kebijakan jangka pendeknya menjadi 0,5%, level tertinggi dalam 17 tahun, sebagai respons terhadap kenaikan harga konsumen.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan tingkat bunga penjaminan di level 4,25% untuk bank umum rupiah dan 2,25% untuk valuta asing di bank umum.
Penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) memberikan optimisme baru bagi perekonomian Indonesia pada 2025.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 Januari 2025 memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,75%.
BANK Indonesia diprediksi baru akan memangkas BI Rate saat kondisi perekonomian dan pasar uang domestik maupun global mengalami perbaikan.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada 2025 diproyeksikan bakal tumbuh 5,2%. Angka tersebut naik tipis dari perkiraan pertumbuhan di tahun ini di level 5,1%.
BI diperkirakan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) yang membuat BI-Rate berada di level 5,75 persen pada akhir 2025.
Mengacu data Bloomberg, Kamis, 19 Desember 2024, rupiah melemah 135 poin atau 0,84 persen menjadi Rp16.233 per USD.
Di Indonesia, penggerak pasar ialah terpilihnya kembalai Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) dan mulainya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat diprediksi membuat langkah Bank sentral Federal Reserve atau The Fed, menjaga suku bunga lebih ketat.
Apindo menyebut penurunan suku bunga acuan The Fed merupakan faktor pendukung bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan Indonesia juga.
DALAM penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2025, pihaknya menargetkan rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di tahun depan mencapai Rp13,5 triliun.
Bank Indonesia perlu menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6% karena Indonesia masih berkutat dengan tren deflasi yang persisten selama lima bulan terakhir.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) memproyeksikan Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di posisi 6%.
PELONGGARAN kebijakan moneter global, pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat, dan Bank Indonesia telah menciptakan optimisme di tengah kelesuan perekonomian global.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/9) sore ditutup melemah di tengah penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis (26/9) pagi, dibuka melemah 17,79 poin atau 0,23% ke posisi 7,723,10.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved