Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) diduga sempat hendak melarikan diri saat dilakukannya operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, (3/11).
Sebelum OTT Gubernur Riau, KPK telah melakukan OTT terhadap beberapa dinas dan pejabat di beberapa provinsi. Salah satunya terhadap eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer.
KPK mengungkapkan, dari operasi tangkap tangan atau OTT Gubernur Riau Abdul Wahid, penyidik telah menyita uang senilai Rp1,6 miliar yang diduga merupakan jatah preman.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Tenaga Ahli Gubernur Riau Abdul Wahid, yaitu Dani M Nursalam (DN), menjadi salah satu figur kunci dalam operasi tangkap tangan atau OTT Riau.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan keprihatinannya atas penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid.
KOORDINATOR MAKI Boyamin Saiman menilai politik berbiaya tinggi menjadi penyebab kepala daerah terpancing untuk korupsi. Gubernur Riau Abdul Wahid ditangkap KPK
Abdul Wahid diketahui memiliki harta senilai Rp4,8 miliar. Data itu berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) miliknya yang dilaporkan pada 31 Maret 2024.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemindahan Gubernur Riau Abdul Wahid ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa (4/11).
Gubernur Riau juga sudah langsung memerintahkan Dinas PUPR Riau untuk melakukan perbaikan dengan cara melakukan penimbunan.
Fitra mengingatkan perjalanan Gubernur Riau Abdul Wahid ke London, Inggris, harus dipastikan dapat membawa manfaat untuk pembangunan lingkungan hidup.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved