Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Mentalitas Newcastle United Runtuh di Camp Nou, Eddie Howe Soroti Kegagalan Psikologis

Basuki Eka Purnama
19/3/2026 05:33
Mentalitas Newcastle United Runtuh di Camp Nou, Eddie Howe Soroti Kegagalan Psikologis
Pelatih Newcastle United Eddie Howe.(AFP/JOSEP LAGO)

MANAJER Newcastle United, Eddie Howe, tidak mampu menutupi kekecewaannya setelah timnya luluh lantak di tangan Barcelona pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (19/3) dini hari WIB. 

Bertanding di Stadion Camp Nou, The Magpies dipaksa menyerah dengan skor mencolok 7-2, yang sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi elite Eropa tersebut dengan agregat 8-3.

Fokus utama Howe usai laga bukan sekadar pada skor akhir, melainkan pada rapuhnya mentalitas dan lini pertahanan anak asuhnya yang tampil jauh di bawah standar biasanya.

Pukulan Telak Sebelum Jeda

Newcastle sebenarnya sempat menunjukkan taji dengan memberikan perlawanan sengit hingga mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. 

Namun, sebuah insiden di penghujung babak pertama, pelanggaran yang berujung penalti bagi Lamine Yamal, menjadi titik balik yang menghancurkan moral tim tamu.

Howe mengakui bahwa gol penalti tersebut merusak kesiapan mental pemainnya untuk menghadapi sisa pertandingan.

"Saya tidak yakin kami sudah pulih secara psikologis dari apa yang terjadi tepat sebelum jeda babak pertama (kebobolan dari penalti Lamine Yamal)," ujar Howe dengan nada penuh penyesalan.

Kekhawatiran Howe terbukti di babak kedua. Alih-alih bangkit, gawang Aaron Ramsdale justru menjadi sasaran empuk serangan Barcelona yang berhasil menyarangkan lima gol tambahan tanpa balas.

Kegagalan Standar Pertahanan

Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut secara spesifik mengkritik cara timnya bertahan, terutama saat mereka seharusnya memiliki momentum besar setelah berhasil mengimbangi skor di babak pertama. Ia menilai timnya kehilangan energi dan fokus yang krusial di level Liga Champions.

"Ini adalah kekecewaan besar bahwa kami tidak bertahan di level yang kami bisa. Performa kami menurun setelah jeda babak pertama. Saya rasa kami tidak cukup bertahan dengan baik dalam proses terciptanya penalti mereka," jelas Howe dikutip dari laman resmi UEFA.

Menurut Howe, situasi imbang 2-2 seharusnya menjadi suntikan motivasi bagi Newcastle untuk tampil lebih agresif dan disiplin. Namun, yang terjadi justru sebaliknya; koordinasi lini belakang menjadi kacau pasca kebobolan gol ketiga.

"Seharusnya kami bermain dengan penuh energi dan antusiasme ketika babak pertama menjadi 2-2," tambahnya.

Pelajaran Menuju Masa Depan

Meski harus pulang dengan kekalahan telak, Howe mencoba tetap objektif. Ia merasa bahwa secara keseluruhan dalam dua leg, kualitas permainan Newcastle sebenarnya cukup kompetitif dan skor akhir dianggap tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya laga.

Bagi Howe, kegagalan ini adalah pelajaran berharga tentang betapa pentingnya ketahanan mental di panggung internasional. Ia menegaskan bahwa Newcastle tidak akan menyerah untuk kembali bersaing di kompetisi tertinggi ini.

"Liga Champions adalah tempat yang ingin kami tuju. Para penggemar kami luar biasa malam ini dan ada ikatan yang nyata antara mereka dan para pemain," pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik