Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Liverpool Vs Galatasaray: Misi Comeback di Anfield dan Rekor Mo Salah

Dhika Kusuma Winata
17/3/2026 17:54
Liverpool Vs Galatasaray: Misi Comeback di Anfield dan Rekor Mo Salah
Ilustrasi.(Freepik)

LIVERPOOL dihadapkan pada misi berat saat menjamu Galatasaray pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Anfield, Kamis (19/3) dini hari. The Reds harus membalikkan ketertinggalan agregat setelah kalah 0-1 pada pertemuan pertama di Istanbul.

Bagi Liverpool, situasi ini bukan hal baru, meski catatan masa lalu tidak sepenuhnya berpihak. Klub asal Inggris itu baru dua kali berhasil membalikkan kekalahan leg pertama di fase gugur Liga Champions, keduanya terjadi dalam comeback dramatis di semifinal yakni melawan Chelsea pada 2007 dan Barcelona pada 2019.

Persoalannya, the Reds tidak datang dengan performa paling meyakinkan. Setelah kekalahan di Istanbul, Liverpool hanya bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur di Liga Inggris. Dalam enam laga terakhir, mereka mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Meski demikian, Anfield tetap menjadi kekuatan utama Liverpool di kompetisi Eropa. Mereka memenangi 15 dari 19 pertandingan kandang terakhir di Eropa serta memiliki rekor positif saat menghadapi klub asal Turki. Pelatih Arne Slot menegaskan kepercayaan dirinya terhadap dukungan publik Anfield. 

"Sekarang kami akan bermain di kandang sendiri. Kami punya suporter luar biasa yang selalu memberi energi tambahan. Mereka akan menjadi kekuatan besar bagi kami," ucap Slot dikutip laman UEFA, Selasa (17/3).

Slot diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Mohamed Salah, Dominik Szoboszlai, dan Florian Wirtz sebagai penopang Hugo Ekitike di lini depan. Szoboszlai tampil sebagai pemain paling produktif Liverpool di Liga Champions musim ini dengan empat gol, sekaligus menjadi motor serangan tim.

Wirtz juga menjadi sosok penting, terutama saat bermain di kandang. Lima dari enam golnya bersama Liverpool tercipta di Anfield. Sementara itu, Salah berada di ambang catatan bersejarah dengan koleksi 49 gol di Liga Champions, hanya berjarak satu gol untuk menjadi pemain Afrika pertama yang mencapai 50 gol di kompetisi tersebut.

Di lini belakang, kapten Virgil van Dijk juga menunjukkan kontribusi signifikan. Bek asal Belanda itu terlibat dalam lima gol di Liga Champions musim ini, terdiri dari dua gol dan tiga assist menjadi catatan tertinggi untuk bek tengah Liverpool dalam satu musim di kompetisi ini.

Pada sisi lain, Galatasaray datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim besutan Okan Buruk memenangi lima dari enam pertandingan terakhir di semua kompetisi dan berambisi mencapai perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2012/2013.

Okan Buruk kemungkinan tetap mengandalkan skema 4-2-3-1 dengan kekuatan utama pada soliditas lini belakang dan ketajaman Victor Osimhen di lini depan. Osimhen menjadi andalan dengan koleksi tujuh gol di Liga Champions musim ini. Ia juga mencatatkan assist pada leg pertama, sekaligus menyamai rekor kontribusi gol terbanyak pemain Nigeria di kompetisi tersebut.

Meski tengah berada dalam tren positif, catatan tandang Galatasaray di Liga Champions menjadi problem tersendiri. Mereka sudah menelan 20 kekalahan dalam 25 laga tandang terakhir di kompetisi ini. Okan Buruk mengingatkan duel belum berakhir dan timnya harus tetap waspada karena hanya unggul satu gol.

"Ini belum selesai. Kami akan memainkan laga kedua di kandang mereka dan itu akan sangat sulit. Menghadapi tim seperti Liverpool selalu berat karena mereka bisa menghukum setiap kesalahan. Kami akan fokus menghadapi ujian besar ini. Saya percaya kepada para pemain," ujarnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya