Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Liverpool vs Galatasaray : Tangis Victor Osimhen dan Tribute dari Penggemar di Liga Champions

Media Indonesia
11/3/2026 14:25
 Liverpool vs Galatasaray : Tangis Victor Osimhen dan Tribute dari Penggemar di Liga Champions
Victor Osimhen Pemain Galatasaray menangis saat penggemar menampilkan spanduk untuk Ibunya yang telah meninggal(Instagram/@poojamedia)

SUPORTER Galatasaray memamerkan spanduk raksasa yang menampilkan potret Victor Osimhen dan ibunya yang telah meninggal, sebelum pertandingan Liverpool vs Galatasaray di babak 16 besar Liga Champions Selasa (10/3) malam.

Spanduk sebelum pertandingan itu bertuliskan: “Kami adalah keluarga dan keluarga adalah segalanya”.

Dilansir dari Sportbible, Victor Osimhen, 27,  tampak emosional saat berdiri bersama rekan setimnya Mario Lemina dan Gabriel Sara, dan terlihat dihibur oleh gelandang Lucas Torreira sebelum berjabat tangan dengan tim lawan. Tahun lalu, striker Nigeria itu berbagi kisah tentang kehilangan ibunya.

“Ibuku meninggal di usia yang sangat muda,” katanya kepada UEFA. “Kakakku yang lebih tua menelepon dari desa, dia mengatakan bahwa ibuku tertidur dan tidak pernah bangun lagi. Ketika dia pergi, itu benar-benar sulit bagi keluarga kami.”

“Ayah saya harus keluar mencari pekerjaan untuk memastikan kami bisa makan setiap hari,” tambahnya. “Sepak bola adalah satu-satunya jalan keluar bagi saya dan keluarga untuk keluar dari kemiskinan.”

Saat tumbuh dewasa, Osimhen dan keenam saudara kandungnya tinggal di sebuah apartemen berukuran satu kamar di Olusosun, sebuah kota kecil di Lagos, Nigeria. Daerah tersebut berbatasan dengan sebuah tempat pembuangan sampah besar.

Karena ayahnya tidak menghasilkan cukup uang untuk membayar sewa, Osimhen mencari sepatu bola di tempat pembuangan sampah terdekat.

“Saya ingat suatu malam ketika saya berusia sekitar 12 tahun, pemilik apartemen sudah tidak tahan lagi. Dia mematikan listrik di apartemen kami,” katanya kepada The Players’ Tribune. “Kami duduk dalam kegelapan di satu ruangan  ketujuh dari kami, tanpa TV. Tidak ada apa-apa," ungkap dia.

“Saya keluar dan duduk di samping selokan yang benar-benar selokan  dan mulai menangis. Saya menatap langit dan bertanya pada Tuhan, ‘Apa jenis kehidupan ini untuk seorang anak?’”

Osimhen mengatakan dia menjual botol air kepada orang-orang di lampu lalu lintas dan melakukan pekerjaan berbahaya di sekitar kampung halamannya, termasuk turun ke sumur. Dia juga mengingat saat ikut acara kuis di Nigeria, di mana dia memenangkan setara dengan £5 di televisi langsung.

“Itu adalah uang terbanyak yang pernah saya pegang sebelumnya. Jika ada uang yang bisa dihasilkan, saya ada di sana,” katanya. “Semua yang saya dapatkan, saya berikan kepada saudara-saudara saya untuk membeli makanan dan membayar sewa.”

Victor Osimhen menambahkan bahwa sering kali di malam hari, ia tidur di gereja. Sebab, rumahnya hampir tidak punya atap karena ambruk. Tangis Victor Osimhen mewarnai laga pembuka pertandingan Liverpool vs Galatasaray. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya