Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Juventus vs Como: Luciano Spalletti Ungkap Rapuhnya Mentalitas Bianconeri

Thalatie K Yani
22/2/2026 06:53
Juventus vs Como: Luciano Spalletti Ungkap Rapuhnya Mentalitas Bianconeri
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, buka suara usai kekalahan memalukan 2-0 dari Como. Ia menyoroti krisis kepercayaan diri dan kesalahan fatal Michele Di Gregorio.(Juventus FC)

TREN negatif Juventus kian mengkhawatirkan setelah dipaksa menyerah 2-0 oleh Como di Stadion Allianz, Turin. Kekalahan ini tidak hanya memperpanjang catatan buruk Bianconeri yang hanya meraih satu hasil imbang dari lima laga kompetitif terakhir, tetapi juga menyingkap kerapuhan mentalitas skuad asuhan Luciano Spalletti.

Juventus harus membayar mahal kesalahan fatal di lini pertahanan dan penjaga gawang yang memungkinkan Mergim Vojvoda dan Maxence Caqueret mencetak gol bagi tim tamu. Menanggapi situasi ini, Spalletti mengakui timnya tengah terjebak dalam krisis kepercayaan diri yang akut.

Masalah Psikologis dan Tekanan Hasil

Spalletti menyoroti bagaimana gol pertama Como merusak rencana permainan timnya. Statistik mencatat, ini adalah ke-13 kalinya musim ini Juventus kebobolan dari tembakan tepat sasaran pertama lawan. Kiper Michele Di Gregorio kembali menjadi sorotan setelah gagal mengantisipasi bola di tiang dekat.

"Performa kami juga didikte oleh gol pertama itu, karena insiden memang membuat perbedaan. Kami mencoba bangkit dengan tekanan individu, tetapi mereka memaksa kami mengejar dengan kualitas dan penguasaan bola mereka," ujar Spalletti kepada DAZN Italia.

Ia menambahkan bahwa rentetan hasil buruk belakangan ini telah merusak kondisi psikologis para pemain. "Semua ini tentang keyakinan diri. Ketika itu hilang, kesalahan menjadi sangat mahal dan sulit untuk bereaksi secara psikologis. Para pemain merasa terjebak oleh situasi ini."

Bela Michele Di Gregorio

Meski Di Gregorio terlihat goyah, Spalletti menolak menyalahkan sang kiper secara personal. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab atas kekalahan ini harus dipikul oleh seluruh elemen tim.

"Di Gregorio tidak memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding rekan setim lainnya. Dia membuat kesalahan, sama seperti umpan balik yang sembrono dalam proses membangun serangan. Semua orang bisa bertahan lebih baik di situasi itu, tidak kehilangan bola dengan murah. Tanggung jawab harus selalu dibagi," tegas pelatih timnas Italia tersebut.

Tantangan Berat di Depan Mata

Kekalahan ini memicu sorakan cemooh dari para suporter tuan rumah yang frustrasi dengan minimnya karakter tim. Masalah kian pelik bagi Juventus karena badai cedera yang menimpa Gleison Bremer, Dusan Vlahovic, hingga Arek Milik, ditambah absennya Manuel Locatelli di laga mendatang akibat akumulasi kartu.

Menghadapi sisa musim, Spalletti memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya. "Dalam kasus ini, lawan kami adalah diri kami sendiri. Jika kami bisa membenahi hal-hal di level psikologis dan teknis, maka kami bisa bicara banyak. Namun jika ini adalah level kami, maka kami akan kalah dan tidak bisa berambisi meraih hasil apa pun," pungkasnya.

Pekan depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas Juventus saat mereka harus membalikkan keadaan di Liga Champions melawan Galatasaray, sebelum bertandang ke markas AS Roma di Serie A. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya