Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Crystal Palace vs Fulham, Marco Silva Kecewa Fulham Gagal Menang di Selhurst Park: Kami Layak Dapat Lebih

Thalatie K Yani
02/1/2026 04:37
Crystal Palace vs Fulham, Marco Silva Kecewa Fulham Gagal Menang di Selhurst Park: Kami Layak Dapat Lebih
Manajer Fulham, Marco Silva, mengkritik keputusan wasit yang membuat timnya bermain dengan 10 orang saat kebobolan, meski bangga atas gol balasan Tom Cairney.(Fulham)

MANAJER Fulham, Marco Silva, mengaku puas dengan ambisi yang ditunjukkan anak asuhnya saat mencuri satu poin di markas Crystal Palace pada laga Tahun Baru. Meski laga berakhir imbang 1-1, Silva meyakini The Cottagers seharusnya bisa membawa pulang poin penuh dari Selhurst Park.

Fulham sempat tertinggal lebih dulu lewat sundulan Jean-Philippe Mateta di babak pertama. Namun, masuknya Tom Cairney sebagai pemain pengganti mengubah keadaan. Gelandang veteran tersebut mencetak gol penyeimbang yang indah pada menit ke-80, sebelum Fulham hampir membalikkan keadaan lewat peluang emas Timothy Castagne di masa injury time.

Keluhkan Insiden 10 Pemain 

Salah satu poin yang menjadi sorotan Silva adalah proses terjadinya gol pertama Palace. Saat itu, bek Jorge Cuenca dipaksa keluar lapangan sementara oleh wasit untuk pemeriksaan medis, padahal sang pemain sudah menyatakan dirinya baik-baik saja. Akibatnya, Fulham harus bertahan dengan 10 pemain saat Mateta mencetak gol.

"Mereka mencetak gol di saat pertandingan sedang terkendali dan, sejujurnya, di saat kami seharusnya tidak bermain dengan 10 orang," ujar Silva dengan nada kecewa.

"Tidak ada alasan untuk memanggil staf medis kapan pun, karena pertandingan seharusnya dimainkan 11 lawan 11. Sore ini benar-benar tidak ada alasan bagi Cuenca untuk berada di luar lapangan pada saat itu. Tentu saja, kami seharusnya bisa bertahan lebih baik dan lebih dewasa, tetapi tidak ada alasan bagi kami untuk bermain dengan 10 orang."

Puji Dampak Pemain Pengganti

Setelah jeda antarbabak, Silva melakukan penyesuaian taktik dengan meningkatkan intensitas tekanan tinggi (high press). Strategi ini membuahkan hasil dengan terciptanya gol penyeimbang lewat kerja sama apik antara Sasa Lukic dan Tom Cairney.

"Gol tersebut adalah contoh yang baik di mana Sasa menerima bola, bagaimana kami memecah lini pertahanan dan, tentu saja, penyelesaian akhir yang berkelas dari Tom Cairney. Gol yang luar biasa dari kami, sangat layak didapatkan," puji Silva.

Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti mentalitas menyerang timnya meski bermain sebagai tamu. Menurutnya, Fulham adalah tim yang lebih banyak menekan dan mengontrol jalannya pertandingan di paruh ofensif.

"Saya setuju bahwa kami mungkin layak mendapatkan lebih dari pertandingan ini. Pertandingan yang ketat, seperti yang kami harapkan, kedua tim saling menghormati. Kami lebih memegang kendali sebelum mereka mencetak gol, dan saya pikir kami adalah tim yang lebih berinisiatif untuk mencoba memenangkan laga," tutupnya.

Hasil imbang ini menempatkan Fulham tetap bersaing di papan tengah klasemen Liga Premier Inggis. Sekaligus menunjukkan konsistensi permainan mereka di bawah arahan Silva di awal tahun 2026 ini. (Fulham/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya