Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Roma vs Genoa: Daniele De Rossi Minta Maaf Usai Genoa Ditekuk Roma

Thalatie K Yani
30/12/2025 06:31
Roma vs Genoa: Daniele De Rossi Minta Maaf Usai Genoa Ditekuk Roma
Daniele De Rossi kembali ke Stadio Olimpico dengan penuh emosi. Meski mendapat sambutan hangat, ia meminta maaf kepada fans karena merasa "marah di dalam hati".(Genoa)

KEPULANGAN Daniele De Rossi ke Stadio Olimpico pada Senin (29/12) malam menjadi momen yang sangat emosional. Meski mendapatkan sambutan luar biasa dari publik Roma, legenda hidup Giallorossi itu tetap menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung setianya karena merasa frustrasi atas kekalahan 3-1 yang diderita tim asuhannya, Genoa.

Pertandingan ini merupakan laga pertama De Rossi di markas AS Roma sejak ia dipecat dari kursi pelatih kepala klub tersebut pada September lalu. Namun, dominasi tuan rumah di babak pertama melalui gol Matias Soule, Manu Kone, dan Evan Ferguson membuat Genoa harus pulang dengan tangan hampa, meski sempat memperkecil ketertinggalan lewat Jeff Ekhator di menit ke-87.

Sambutan Hangat dari Mantan Anak Asuh

Suasana haru sudah terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Bintang-bintang Roma seperti Paulo Dybala, Gianluca Mancini, dan Manu Kone secara khusus menghampiri De Rossi di pinggir lapangan untuk memberikan pelukan hangat kepada mantan pelatih mereka.

Puncak emosi terjadi setelah laga usai. De Rossi diberikan kesempatan untuk melakukan lap of honour, berkeliling lapangan sambil bertepuk tangan ke arah empat tribun stadion diiringi lagu ikonik Grazie Roma. Saat ia melangkah menuju Curva Sud berbagai bendera bertuliskan nama dan nomor punggung lamanya dikibarkan. De Rossi pun menyempatkan diri bersalaman dengan sejumlah suporter di tribun.

Penyesalan di Balik Wajah Masam

Berbicara kepada DAZN setelah momen perpisahan tersebut, De Rossi meminta maaf karena menunjukkan wajah yang keras dan kaku meskipun sedang disambut dengan penuh cinta.

"Saya marah di dalam hati, ini membuat frustrasi karena saya tidak menyukai performa yang kami tunjukkan. Perasaan itu tetap ada meski ada perpisahan terakhir, dukungan dari penggemar saya, dari mantan penggemar saya, dan dari mantan pemain saya," jelas De Rossi.

Ia mengakui hasil pertandingan sangat memengaruhi suasana hatinya saat menyapa para pendukung. "Mereka akan melakukan hal yang sama dalam kondisi seri, menang, atau kalah, tetapi akan jauh lebih menyenangkan jika pergi dan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka setelah performa yang berbeda," tambahnya.

Menutup pernyataannya, De Rossi menekankan reaksi emosionalnya adalah bentuk kejujurannya terhadap sepak bola. "Saya minta maaf karena saya memasang wajah tegang saat perpisahan itu, tetapi mereka mengenal saya. Mereka tahu bahwa saya tidak punya cara lain dalam menghayati sepak bola." (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik