Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Roma vs Genoa: Gasperini Ungkap Rahasia Roma Tumbangkan Genoa 3-1

Thalatie K Yani
30/12/2025 06:36
Roma vs Genoa: Gasperini Ungkap Rahasia Roma Tumbangkan Genoa 3-1
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, membahas kemenangan atas Genoa, transformasi fisik Paulo Dybala, hingga potensi besar Manu Kone.(AS Roma)

PELATIH AS Roma, Gian Piero Gasperini, memuji performa anak asuhnya setelah berhasil menundukkan Genoa dengan skor 3-1 di Stadio Olimpico. Dalam laga tersebut, Roma tampil dominan sejak menit awal, memaksa tim asuhan Daniele De Rossi berada dalam tekanan besar yang berujung pada kesalahan fatal di lini belakang lawan.

Gasperini mengakui timnya memulai laga dengan sangat agresif. Meski sempat terjadi beberapa kesalahan teknis di awal, pergerakan lini serang Roma terbukti sangat berbahaya bagi tim tamu.

"Kami memulai dengan beberapa kesalahan teknis, namun kami bergerak maju dengan baik. Melalui pergerakan antar lini, kami menciptakan banyak situasi dan selalu tampil berbahaya," ujar Gasperini dalam sesi wawancara usai laga. Namun, ia menyisipkan sedikit catatan untuk babak kedua. "Saya agak menyesal dengan babak kedua, saya ingin bermain sepak bola yang lebih menyenangkan, tetapi intensitas pertandingan sedikit menurun."

Debat Penyerang Murni vs 'False Nine'

Dalam sesi tanya jawab, muncul pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan penyerang murni dibandingkan taktik tanpa striker tetap. Gasperini menegaskan baginya, performa dan intensitas jauh lebih penting daripada sekadar label posisi pemain.

"Poin utamanya adalah kita harus memberikan performa terbaik. Anda tidak boleh salah dalam bersikap atau intensitas di tim ini. Ini adalah tim yang membuahkan hasil saat melaju kencang," tegasnya. Menurut Gasperini, pilihan pemain di lini depan selalu didasarkan pada kondisi fisik dan kebutuhan taktik pada saat itu.

Transformasi Fisik Paulo Dybala Salah satu sorotan utama dalam kemenangan ini adalah penampilan cemerlang Paulo Dybala. Pemain asal Argentina itu tampil sangat lincah, membantu pertahanan, dan menginisiasi serangan dari posisi yang lebih dalam. Gasperini menjelaskan bahwa kunci kecemerlangan Dybala adalah kebugaran fisiknya.

"Jika dia tidak mengalami cedera, dia akan bermain, karena Roma tidak memiliki pemain lain dengan kualitas setinggi itu. Tentu saja, saat dia merasa sehat seperti malam ini, permainan menyerang menjadi jauh lebih mudah," jelas sang pelatih.

Gol Perdana dan Potensi Manu Kone

Laga ini juga menjadi momen spesial bagi Manu Kone yang mencetak gol perdananya di Serie A. Meski memuji kehadiran fisik Kone yang luar biasa, Gasperini mengakui bahwa sang gelandang masih memiliki ruang untuk berkembang, terutama dalam pengambilan keputusan di area penalti lawan.

"Margen kemajuan selalu ada pada semua pemain. Dia adalah pemain inti tim nasional Prancis dan memiliki karakteristik luar biasa. Memang benar, jika dia juga mencetak banyak gol, akan sulit baginya untuk tetap bermain di Roma; dia pasti sudah berada di klub lain. Namun, saya yakin dia masih bisa berkembang di aspek tersebut," pungkas Gasperini. (AS Roma/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya