Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ZAMBIA mengawali kiprahnya di Piala Afrika (AFCON) dengan hasil dramatis setelah menahan imbang Mali 1-1 pada laga pembuka yang berlangsung di Casablanca. Gol penyeimbang Patson Daka pada menit ke-92 memastikan satu poin berharga bagi Chipolopolo, sekaligus memperpanjang catatan pertemuan kedua tim, di mana Zambia kini hanya kalah sekali dalam enam duel terakhir melawan Mali.
Mali langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Peluang pertama hadir ketika laga baru berjalan lima menit melalui Dorgeles Nene yang menerima umpan matang di dalam kotak penalti. Namun, sepakan pemain sayap Mali itu masih melebar tipis di sisi kanan gawang Zambia.
Babak pertama berlangsung dengan tempo sedang dan minim peluang bersih. Kedua tim kesulitan menciptakan ancaman berarti di sepertiga akhir lapangan. Zambia bahkan lebih banyak bertahan untuk meredam agresivitas Mali. Pada menit ke-30, Zambia nyaris kebobolan andai Benson Sakala tidak melakukan tekel tepat waktu untuk menggagalkan upaya Lassine Sinayoko yang sudah berhadapan dengan ruang tembak ideal di tepi kotak penalti.
Menjelang turun minum, Mali memperoleh peluang emas untuk membuka keunggulan setelah Nene dijatuhkan Mathews Banda di area terlarang. Wasit sempat meninjau insiden tersebut melalui VAR sebelum menunjuk titik putih. Namun, El Bilal Touré gagal memanfaatkan kesempatan itu setelah eksekusi penaltinya berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Zambia, Willard Mwanza, yang bergerak cepat ke arah kiri bawah gawang. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Zambia masih kesulitan mengembangkan permainan menyerang dan baru mencatatkan tembakan pertama mereka pada menit ke-73. Sebaliknya, Mali terus menekan hingga akhirnya memecah kebuntuan sedikit setelah satu jam pertandingan berjalan. Berawal dari situasi sepak pojok, bola jatuh ke kaki Touré yang tidak terkawal. Setelah kemelut, Sinayoko menyambar bola pantul dari jarak dekat untuk membawa Mali unggul 1-0.
Mali hampir menggandakan keunggulan tak lama berselang, tetapi sepakan akrobatik Gaoussou Diarra dari jarak dekat kembali mampu diamankan oleh Mwanza.
Ketika kemenangan Mali tampak tinggal menunggu waktu, Zambia justru bangkit di saat-saat terakhir. Pada menit kedua masa injury time, Patson Daka menyambut umpan silang Banda dengan sundulan jarak dekat yang bersarang di gawang Mali. Gol tersebut memicu euforia pendukung Zambia dan mengubah skor menjadi 1-1.
Mali pun harus menyesali sejumlah peluang yang terbuang, termasuk kegagalan penalti di babak pertama. Meski masih memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam 14 laga pembuka AFCON, hasil imbang ini membuat Mali tertinggal langkah dari pemuncak grup, Maroko. (Flash Score/Z-2)
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Senegal resmi menjadi juara Piala Afrika (AFCON) setelah mengalahkan Maroko 1-0. Laga diwarnai aksi mogok pemain dan kegagalan penalti kontroversial.
Tim nasional Nigeria berhasil mengamankan medali perunggu Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah menundukkan Mesir melalui drama adu penalti di Stadion Mohammed V, Casablanca, Sabtu (17/1/2026).
Mesir menjaga asa meraih gelar kedelapan AFCON usai membungkam Pantai Gading 3-2. Mohamed Salah cetak gol penentu, Pharaohs siap tantang Senegal di semifinal.
Duo maut Victor Osimhen dan Akor Adams bawa Nigeria ke semifinal AFCON 2025 usai jinakkan Aljazair. Super Eagles kini bersiap hadapi tuan rumah Maroko.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Maroko usai tim nasional mereka gagal meraih gelar Piala Afrika. Dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Final Piala Afrika (AFCON) diwarnai aksi mogok pemain Senegal akibat penalti kontroversial Maroko di masa injury time.
Senegal resmi menjadi juara Piala Afrika (AFCON) setelah mengalahkan Maroko 1-0. Laga diwarnai aksi mogok pemain dan kegagalan penalti kontroversial.
Tim nasional Nigeria berhasil mengamankan medali perunggu Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah menundukkan Mesir melalui drama adu penalti di Stadion Mohammed V, Casablanca, Sabtu (17/1/2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved