Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Inggris Lolos tanpa Noda, Siap Mengguncang Piala Dunia 2026?

Dhika Kusuma Winata
17/11/2025 21:53
Inggris Lolos tanpa Noda, Siap Mengguncang Piala Dunia 2026?
Trofi Piala Dunia.(AFP/FABRICE COFFRINI)

TIMNAS Inggris menuntaskan Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna sekaligus bersejarah. The Three Lions menjadi tim Eropa pertama yang menyapu bersih kualifikasi tanpa sekalipun kebobolan. Delapan laga, delapan kemenangan, dan tanpa kebobolan.

Kemenangan Inggris 2-0 atas Albania, Senin (17/11) WIB, mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen Grup K dan lolos ke Piala Dunia 2026 dengan poin sempurna 24 angka.

Laju tanpa cela itu memberi sinyal kuat skuad asuhan Thomas Tuchel siap bertarung habis-habisan di Piala Dunia 2026 dan percaya diri sebagai salah satu tim favorit.

Ada tiga faktor utama yang membuat Inggris tampak kian berbahaya. Berikut ulasannya:

Sentuhan Tuchel

Setelah awal kepelatihan yang kurang meyakinkan, Tuchel pelan-pelan mengubah wajah Inggris dalam 11 bulan terakhir. Beda dari gaya Gareth Southgate yang kerap dinilai terlalu berhati-hati, Tuchel justru menunjukkan ketegasan dan keberanian membaca momentum.

Pengalaman menjuarai Liga Champions bersama Chelsea dan memenangi berbagai gelar domestik di Bayern Muenchen serta PSG memberi bekal besar. Itu terlihat ketika Tuchel tanpa ragu mengubah jalannya laga lewat pergantian pemain yang tepat sasaran.

Dalam kemenangan 2-0 atas Serbia, Tuchel memasukkan Eberechi Eze dan Phil Foden yang berujung pada gol. Saat melawan Albania, giliran Bukayo Saka dan Marcus Rashford menjadi pembuat assist untuk dua gol Harry Kane.

Begitu juga penanganannya terhadap Jude Bellingham. Berbeda dari Southgate yang selalu memberi ruang, Tuchel memilih pendekatan keras dan tak silau dengan nama besar pemain.

Dia mencoret Bellingham pada jeda internasional Oktober lalu hanya memainkannya sebagai pengganti melawan Serbia. Saat laga melawan Albania, Tuchel menarik keluar Bellingham meski sang pemain menunjukkan reaksi tak senang.

Tuchel sebelumnya sudah mengingatkan tak ada pemain yang posisinya aman untuk skuad Piala Dunia mendatang, termasuk bagi bintang Real Madrid itu. Pendekatan disiplin itu sejauh ini terbukti menjaga kekompakan tim.

Gaya American football NFL

Tren di Liga Primer Inggris yang sekarang banyak tim memaksimalkan bola mati menular ke timnas. Tuchel pun turut menyusun panduan ala NFL untuk situasi bola mati. Gol pembuka Kane ke gawang Albania lahir dari sepak pojok Saka.

Pola tersebut diperkirakan bakal terus dipakai Inggris di Piala Dunia nanti. Sinyal keras bagi calon lawan untuk jangan memberi Inggris kesempatan mengeksekusi bola mati.

“Kami memang dominan, tapi sulit menembus pertahanan mereka. Butuh momen kecil seperti bola mati atau kilatan kreativitas untuk membuka laga,” kata Tuchel.

“Kami menutup pertandingan dengan baik. Semua puas dan kemenangan ini pantas mereka dapatkan,” tambahnya.

Kedalaman Skuad

Tuchel memimpin generasi timnas Inggris yang tak hanya bertalenta, tetapi juga merata di semua lini. Melawan Albania, Tuchel melakukan tujuh perubahan dari laga sebelumnya namun kualitas tim tak menurun. Bahkan mereka sukses memutus rekor delapan laga tak terkalahkan Albania.

Tanpa Cole Palmer, Trent Alexander-Arnold, Jack Grealish, dan Harry Maguire, sejumlah nama muda seperti Nico O’Reilly, Elliot Anderson, Jarrod Bowen, Eberechi Eze, Jarell Quansah, dan Adam Wharton tampil meyakinkan.

Hanya Harry Kane yang nyaris tak punya pengganti sepadan. Kedalaman skuad kemungkinan bakal membuat Tuchel sulit dalam menimbang penentuan daftar pemain untuk putaran final Piala Dunia 2026. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik