Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Dipecat karena Unggahan Bela Palestina, Anwar El Ghazi Menang Usai Gugat Mainz

Basuki Eka Purnama
13/11/2025 08:19
Dipecat karena Unggahan Bela Palestina, Anwar El Ghazi Menang Usai Gugat Mainz
Anwar El Ghazi kala masih berseragam Cardiff City(AFP/Oli SCARFF)

KLUB Bundesliga Mainz kalah dalam sidang banding terkait gugatan pemecatan yang tidak adil oleh pemain sayap Belanda, Anwar El Ghazi.

Mainz mengakhiri kontrak El Ghazi pada November 2023 menyusul serangkaian unggahan media sosial yang ia buat tentang konflik Israel-Gaza.

Pada Juli 2024, pengadilan Jerman memutuskan bahwa pemecatan ini tidak adil dan pernyataan sang pemain berada dalam lingkup kebebasan berekspresi.

Mainz mengajukan banding, tetapi Pengadilan Perburuhan Negara Bagian Rhineland-Palatinate menguatkan keputusan pengadilan sebelumnya Rabu (12/11).

"Kami harus menerima keputusan pengadilan," kata Presiden Mainz, Stefan Hofmann.

"Namun, kami tetap pada pendirian kami: Berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan yang mendefinisikan Mainz 05, kelanjutan perekrutan individu yang mengekspresikan dan berperilaku bertentangan secara fundamental dengan nilai-nilai ini tetap tidak akan dipertimbangkan," lanjutnya,

Awalnya, El Ghazi diskors Mainz pada 17 Oktober, menyusul sebuah unggahan media sosial yang memuat frasa kontroversial "Dari sungai ke laut" - sebuah pesan pro-Palestina yang menurut para kritikus menyiratkan penghancuran Israel.

Namun, interpretasi tersebut dibantah oleh beberapa aktivis pro-Palestina yang mengatakan bahwa kebanyakan orang yang meneriakkannya menyerukan diakhirinya pendudukan Israel di Tepi Barat dan blokade Gaza, bukan penghancuran Israel itu sendiri.

Mainz mengatakan unggahan El Ghazi itu berarti sang pemain mengambil posisi terkait konflik di Timur Tengah dengan cara yang tidak dapat ditoleransi oleh klub.

Mantan penyerang Ajax, Lille, Aston Villa, dan Everton itu kembali ke skuad tiga hari kemudian, dengan mengatakan ia "menjunjung tinggi perdamaian di atas segalanya".

El Ghazi kemudian mengungkapkan bahwa ia belum mengesahkan pernyataan klub yang mengonfirmasi kepulangannya dan Mainz kemudian memutuskan kontrak "sebagai tanggapan atas pernyataan dan unggahan sang pemain di media sosial".

Setelah kemenangannya di pengadilan tahun lalu, El Ghazi menjanjikan 500.000 euro dari gugatannya terhadap Mainz untuk "mendanai proyek-proyek bagi anak-anak di Jalur Gaza" yang terdampak konflik.

"Saya berharap Mainz, meskipun berulang kali gagal menghindari pembayaran, dapat terhibur dengan pengetahuan bahwa mereka, melalui saya, telah berkontribusi secara finansial dalam upaya membuat hidup anak-anak Gaza sedikit lebih nyaman," kata El Ghazi pada Juli 2024.

Pemain berusia 30 tahun itu bergabung dengan Cardiff City setelah meninggalkan Mainz, tetapi sekarang bermain untuk klub Qatar Al-Sailiya. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya