Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KLUB Bundesliga Mainz kalah dalam sidang banding terkait gugatan pemecatan yang tidak adil oleh pemain sayap Belanda, Anwar El Ghazi.
Mainz mengakhiri kontrak El Ghazi pada November 2023 menyusul serangkaian unggahan media sosial yang ia buat tentang konflik Israel-Gaza.
Pada Juli 2024, pengadilan Jerman memutuskan bahwa pemecatan ini tidak adil dan pernyataan sang pemain berada dalam lingkup kebebasan berekspresi.
Mainz mengajukan banding, tetapi Pengadilan Perburuhan Negara Bagian Rhineland-Palatinate menguatkan keputusan pengadilan sebelumnya Rabu (12/11).
"Kami harus menerima keputusan pengadilan," kata Presiden Mainz, Stefan Hofmann.
"Namun, kami tetap pada pendirian kami: Berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan yang mendefinisikan Mainz 05, kelanjutan perekrutan individu yang mengekspresikan dan berperilaku bertentangan secara fundamental dengan nilai-nilai ini tetap tidak akan dipertimbangkan," lanjutnya,
Awalnya, El Ghazi diskors Mainz pada 17 Oktober, menyusul sebuah unggahan media sosial yang memuat frasa kontroversial "Dari sungai ke laut" - sebuah pesan pro-Palestina yang menurut para kritikus menyiratkan penghancuran Israel.
Namun, interpretasi tersebut dibantah oleh beberapa aktivis pro-Palestina yang mengatakan bahwa kebanyakan orang yang meneriakkannya menyerukan diakhirinya pendudukan Israel di Tepi Barat dan blokade Gaza, bukan penghancuran Israel itu sendiri.
Mainz mengatakan unggahan El Ghazi itu berarti sang pemain mengambil posisi terkait konflik di Timur Tengah dengan cara yang tidak dapat ditoleransi oleh klub.
Mantan penyerang Ajax, Lille, Aston Villa, dan Everton itu kembali ke skuad tiga hari kemudian, dengan mengatakan ia "menjunjung tinggi perdamaian di atas segalanya".
El Ghazi kemudian mengungkapkan bahwa ia belum mengesahkan pernyataan klub yang mengonfirmasi kepulangannya dan Mainz kemudian memutuskan kontrak "sebagai tanggapan atas pernyataan dan unggahan sang pemain di media sosial".
Setelah kemenangannya di pengadilan tahun lalu, El Ghazi menjanjikan 500.000 euro dari gugatannya terhadap Mainz untuk "mendanai proyek-proyek bagi anak-anak di Jalur Gaza" yang terdampak konflik.
"Saya berharap Mainz, meskipun berulang kali gagal menghindari pembayaran, dapat terhibur dengan pengetahuan bahwa mereka, melalui saya, telah berkontribusi secara finansial dalam upaya membuat hidup anak-anak Gaza sedikit lebih nyaman," kata El Ghazi pada Juli 2024.
Pemain berusia 30 tahun itu bergabung dengan Cardiff City setelah meninggalkan Mainz, tetapi sekarang bermain untuk klub Qatar Al-Sailiya. (bbc/Z-1)
Bayer Leverkusen akhirnya petik kemenangan perdana dalam empat laga terakhir setelah bekuk Hamburg 1-0. Christian Kofane jadi pahlawan kemenangan tim tamu.
Hamburger SV menjamu Bayer Leverkusen di Volksparkstadion. Cek prediksi skor, kondisi pemain, dan statistik kunci Bundesliga 2025/2026 di sini.
Eintracht Frankfurt sukses menundukkan SC Freiburg 2-0 di Bundesliga. Farès Chaïbi membawa Frankfurt naik ke peringkat tujuh klasemen.
Stuttgart tampil dominan dengan melumat Wolfsburg 4-0 di Bundesliga. Kemenangan telak Die Schwaben yang membuat Wolfsburg kian terpuruk di zona degradasi.
RB Leipzig sukses melakukan comeback gemilang saat bertandang ke markas Hamburg. Kemenangan 2-1 ini memutus rekor tak terkalahkan Hamburg di Bundesliga.
Bayern Muenchen saat ini kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 60 poin, unggul delapan angka dari Dortmund yang membuntuti di posisi kedua.
Anwar El Ghazi diputus kontrak secara sepihak oleh Mainz pada Oktober 2023 gara-gara mengunggah komentar terkait invasi Israel ke Jalur Gaza di media sosial.
Pesepak bola Anwar El Ghazi tidak menyesali dukungannya membela Palestina, meski dikeluarkan dari Mainz 05.
El Ghazi diskors pada 17 Oktober lalu karena dipandang mengambil posisi terkait konflik di Timur Tengah yang dipandang tidak bisa diterima oleh klub.
Gelandang Belanda itu mengungah komentar, yang kini telah dihapus, di media sosial pada Minggu (15/10) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved