Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH timnas U-20 Indonesia Indra Sjafri menjelaskan alasan mengapa dirinya tidak memanggil Arkhan Kaka Putra Purwanto dalam daftar 23 pemain untuk laga kualifikasi Piala Asia U-20 2025.
Menurut Indra, hal itu adalah karena tim kepelatihan menyepakati untuk menyertakan striker kelahiran 2005 untuk kualifikasi Piala Asia U-20 2025, yaitu Jens Raven dan Muhammad Ragil.
Hal itu membuat Kaka, yang merupakan kelahiran 2007, akhirnya tidak dibawa. Hal yang sama juga bernasib pada Ousmane Camara.
Baca juga : Indra Sjafri Sebut Skill Timnas U-20 Meningkat Usai Imbangi Suwon FC
"Striker ada empat orang, Jens Raven kelahiran 2005, Ragil kelahiran 2005, Ousmane kelahiran 2007, dan Kaka kelahiran 2007," kata
Indra dalam sesi jumpa pers di Stadion Madya, Selasa (24/9).
"Saya diskusi dengan tim, menganalisis, kumpulkan semua data, akhirnya kita putuskan kita beri kesempatan yang kelahiran 2005, Karena untuk 2007 itu masih bisa di next U-19 yang akan datang," lanjutnya.
Terkait apakah Kaka akan dipanggil lagi setelah kualifikasi Piala Asia U-20 2025, Indra mengatakan akan melihat dulu perkembangan sang pemain.
Baca juga : Tim U-20 Terus Digodok, Indra Sjafri: Baru 17 Pemain yang Bisa
"Kita lihat perkembangan pemain itu. Karena pemain itu kan besarnya di klub, kita lihat perkembangannya," tutupnya.
Kaka merupakan bagian dari skuad Indra saat timnas menjuarai Piala AFF U-19 2024 dan juga saat mengikuti Seoul Earth On Us Cup 2024.
Pemain 17 tahun itu juga merupakan bagian skuad timnas U-20 yang melakoni pemusatan latihan di Bali untuk kualifikasi Piala Asia U-20 2025 saat masih berjumlah 30 pemain. (Ant/Z-1)
"Saya mewakili tim dan pribadi sebagai pelatih yang dipercaya, minta maaf kepada semua masyarakat Indonesia tidak bisa memenuhi keinginan untuk lolos ke Piala Dunia U-20 2025,"
Indra Sjafri gagal total dalam menakhodai Timnas U-20 Indonesia di Piala Asia U-20 2025. Indonesia hanya berada di peringkat ketiga klasemen pada akhir fase grup dengan raihan 1 poin.
Indonesia finis di posisi ketiga dengan satu poin sedangkan Yaman di dasar klasemen dengan torehan yang sama namun kalah selisih gol.
Timnas Indonesia gagal melaju ke fase gugur setelah menelan dua kekalahan pada dua laga pembuka mereka di Piala Asia U-20
Kesempatan melawan Yaman harus dimanfaatkan dengan baik oleh skuad asuhan Indra Sjafri.
Timnas U-20 Indonesia gagal melaju ke babak berikutnya usai kalah 1-3 dari timnas Uzbekistan pada pertandingan kedua Piala Asia U-20 2025.
Bagi Hector Souto, pencapaian timnas Indonesia sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026 belum cukup untuk menenangkan hatinya.
Selain Indonesia dan Saint Kitts and Nevis, dua negara lain yang turut ambil bagian dalam FIFA Series di Indonesia ialah Bulgaria dan Kepulauan Solomon.
Menurut Kensuke Takahashi, Indonesia, yang kini ditangani Hector Souto, berada dalam kondisi yang sangat siap untuk menghadapi raksasa futsal Asia, Iran, di laga final Piala Asia Futsal.
Keberhasilan melaju ke empat besar merupakan pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam 11 edisi Piala Asia Futsal sejak debut pada 2002.
Kekuatan Indonesia terlihat pada skema pressing tinggi dan set-piece, yang menjadi kunci gol-gol penting di laga sebelumnya.
Hanya Indonesia wakil Asia Tenggara di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Vietnam yang pernah menembus semifinal edisi 2016 gugur di tangan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved