Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN ribu warga turun ke jalan Kota Abidjan, Senin (12/2) untuk menyaksikan para pemain timnas Pantai Gading yang memamerkan trofi juara Piala Afrika.
Sama seperti pada 2015, kala Pantai Gading terakhir menjadi juara Piala Afrika, The Elephants berkeliling di jalan-jalan ibu kota ekonomi negara tersebut.
Sebastien Haller, yang mencetak gol penentu kemenangan kala Pantai Gading menundukkan Nigeria 2-1 di laga final, Senin (12/2) dini hari WIB, dan para pemain lainnya menumpang truk yang didesain khusus serta menampilkan tiga bintang yang berarti gelar Piala Afrika ketiga negara tersebut.
Baca juga : Pantai Gading Juara Liga Afrika, Pelatih Kenang Perjalanan Jatuh Bangun Tim
Dengan hari Senin (12/2) dinyatakan sebagai libur nasional, warga Pantai Gading memadati jembatan dan jalan mengabaikan ucara panas untuk menyaksikan para pemain timnas pujaan mereka.
Setelah parade dengan kawalan ketat polisi selama empat jam, rombongan para pemain timnas tiba di Stadion Felix Houphouet Boigny.
Mengenakan kaos bertuliskan 'Juara Afrika' pada pemain Pantai Gading berkeliling lapangan menyapa para pendukung yang mayoritas mengenakan jersey berwarna oranye.
Baca juga : Pelatih Sebut Keberhasilan Pantai Gading Jadi Juara Piala Afrika adalah Keajaiban
"Kami merasa sangat bangga pada mereka," ujar Junior Djedjess, salah satu penonton yang menyaksikan parade itu.
"Dengan tiga bintang, kami kini bergabung dengan negara hebat Afrika lainnya," lanjutnya dengan Mesir (7 gelar), Kamerun (5), dan Ghana (4) memiliki jumlah gelar Piala Afrika lebih banyak ketimbang Pantai Gading.
Setelah berkeliling lapangan, para pemain Pantai Gading satu persatu masuk ke lapangan. Kemudian Max-Alain Gradel dan Serge Aurier, pemain yang juga mempersembahkan gelar Piala Afrika untuk Pantai Gading pada 2015, memamerkan trofi kepada para penonton.
Baca juga : Gol Larut Haller Pastikan Pantai Gading Juara Piala Afrika
"Pantai Gading, inilah Piala Afrika kalian. Tuhan memberkati Pantai Gading," ujar Aurier sebelum menyerahkan trofi Piala Afrika itu kepada Perdana Menteri Robert Beugre Mambe.
Tiga pekan lalu, tidak ada yang menyangka Pantai Gading akan menjadi juara Piala Afrika.
Mereka terancam tersingkir di babak penyisihan grup usai kalah 4-0 dari Guinea Ekuatorial pada 22 Januari, kekalahan terparah mereka di kandang sendiri.
Baca juga : Haller Tuntut Pantai Gadung Bermain Tanpa Penyesalan Kontra Nigeria di Final Piala Afrika
Hasil itu membuat pelatih Prancis Jean-Louis Gasset, yang telah bertugas sejak Mei 2022, dipecat.
Posisinya digantikan oleh Emerse Fae, mantan pemain timnas Pantai Gading yang tidak memiliki pengalaman melatih.
Meski begitu, Fae memimpin Pantai Gading meraih hal yang tidak mungkin.
Baca juga : Pantai Gading Lolos ke Final Piala Afrika, Hadapi Nigeria 12 Februari
Pantai Gading mengalahkan juara bertahan Senegal lewat adu penalti di babak 16 besar dan kemudian menang 1-0 atas Mali di babak perempat final.
Setelah menang 1-0 atas Kongo di semifinal, Pantai Gading menjadi juara Piala Afrika dengan mengalahkan Nigeria 2-1. (AFP/Z-1)
Baca juga : Pelatih Pantai Gading Sebut Lolos ke Final Piala Afrika Bak Mimpi
Keluarnya Veron Mosengo-Omba bertepatan dengan krisis kepercayaan yang dialami CAF menyusul dua keputusan kontroversial: pencopotan gelar juara Piala Afrika 2025 dari Senegal.
Langkah timnas Senegal ini merupakan bentuk penegasan bahwa mereka tetap menganggap diri sebagai juara Piala Afrika yang sah.
Melalui upaya hukum ini, Senegal mendesak agar keputusan komite banding CAF yang memenangkan Maroko segera dibatalkan.
Pemerintah Senegal resmi menuntut penyelidikan internasional independen terkait dugaan korupsi di tubuh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Di tengah kekecewaan publik Senegal usai pencabutan gelar Piala Afrika, Idrissa Gueye justru menekankan bahwa ada hal yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar trofi juara.
Federasi sepak bola Senegal berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah gelar Piala Afrika mereka dicabut oleh Konfederasi sepak bola Afrika (CAF).
Acara dibuka dengan pawai komunitas yang menempuh rute sejauh kurang lebih 2 kilometer dengan mengenakan piyama, sebagai simbol mimpi yang dibawa ke jalan.
Beberapa analis menilai perayaan besar pada 3 September mendatang tidak hanya bersifat simbolis.
Sedikitnya empat orang dilarikan ke rumah sakit setelah sebuah mobil berwarna gelap menabrak kerumuman pendukung yang tengah merayakan gelar juara Liverpool.
Saat pasukan drumband memasuki jalur parade, Presiden Prabowo langsung berdiri dari tempat duduknya sambil memberikan hormat.
Untuk parade alutsista, ada 1.059 alutsista dari tiga matra yang dikerahkan oleh TNI untuk upacara HUT ke-79 TNI.
Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya mengembangkan kegiatan budaya untuk dilestarikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved