Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH timnas Pantai Gading Emerse Fae mendeskripsikan keberhasilan timnya melenggang ke ke final Piala Afrika layaknya mimpi setelah The Elephants mengalahkan timnas Kongo dengan skor 1-0 di laga semifinal, Kamis (8/2) dini hari WIB.
Di hadapan pendukung sendiri di Stadion Alassane Ouattara, Abidjan, Pantai Gading mengamankan tiket final melalui gol tunggal Sebastien Haller.
Penyerang Borussia Dortmund itu menyongsong umpan silang Max Gradel dari sisi kanan untuk memastikan Pantai Gading bertemu Nigeria di laga final Piala Afrika, Senin (12/2).
Baca juga : Gol Tunggal Haller Antar Pantai Gading ke Final Piala Afrika
Fae pun merasa terharu atas keberhasilan timnya mencapai final. Sebelumnya, Pantai Gading tampil terseok-seok di fase penyisihan grup dan hanya lolos ke babak 16 besar dengan status sebagai salah satu peringkat tiga terbaik.
"Kami senang, kami benar-benar terharu. Ini seperti mimpi, ketika Anda melihat dua minggu lalu, ada kekalahan di sini melawan Ekuatorial Guinea," kata Fae dilansir AFP, Kamis (8/2).
"Sulit membayangkan kami bisa lolos ke final," kata mantan gelandang klub Ligue 1, Nice, itu.
Baca juga : Nigeria Melaju ke Final Piala Afrika Usai Menang Adu Penalti Atas Afrika Selatan
Di fase penyisihan grup, tim berjuluk The Elephants itu kalah 0-4 dari Ekuatorial Guinea dan 0-1 dari Nigeria. Pantai Gading hanya mampu mengamankan satu kemenangan 2-0 atas Guinea Bissou.
Hasil minor itu membuat pelatih Pantai Gading sebelumnya, Jean-Louis Gasset, dipecat. Fae, yang berstatus sebagai asisten, kemudian ditunjuk sebagai pelatih sementara.
Di luar dugaan, Fae mampu mengubah permainan Pantai Gading menjadi lebih efektif. Mereka mengamankan kemenangan adu penalti atas Senegal di babak 16 besar, menang 2-1 atas Mali di babak perempat final meski Pantai Gading hanya bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama.
Baca juga : Pulih dari Kanker Testis, Haller Dipanggil Kembali ke Timnas Pantai Gading
Atas pencapaian itu, gelandang Pantai Gading Franck Kessie, yang menjadi man of the match laga melawan Kongo menyebut timnya kini menjadi lebih optimistis
"Selama masih mempunyai peluang meski hanya 5% atau 10%, Anda harus tetap percaya, karena itulah yang membuat sepak bola indah," kata Kessie.
Laga final antara Nigeria dan Pantai Gading akan digelar di Stadion Alassane Ouattara, Abidjan, Senin (12/2) dini hari WIB.
Baca juga : Mesir Pecat Pelatih Selepas Piala Afrika
Kedua tim pernah bertemu pada babak penyisihan grup dengan Nigeria menang 1-0 lewat gol penalti Troos-Ekong.
Di hari yang sama, Kongo akan menjamu Afrika Selatan di Stadion Felix Houphouet-Boigny, Abidjan, untuk perebutan juara ketiga Piala Afrika. (Ant/Z-1)
Baca juga : Kalahkan Guinea, Kongo Melaju ke Semifinal Piala Afrika
Fae, mantan pemain timnas Pantai Gading yang belum pernah melatih sebelumnya, ditunjuk sebagai pelatih interim udai pelatih Jean-Louis Gasset dipecat di ajang Piala Afrika.
TUAN rumah Piala Afrika 2023 Pantai Gading sukses keluar sebagai kampiun. Sang pelatih Emerse Fae memuji timnya yang ia sebut sebagai para penyintas yang ajaib.
Kemenangan timnas Pantai Gading di hadapan 57 ribu penonton di Abidjan memastikan The Elephants menjadi juara Piala Afrika untuk kali ketiga.
Meski pulang dengan gelar pencetak gol terbanyak, luka akibat kegagalan penalti di partai final melawan timnas Senegal tampaknya jauh lebih membekas di hati Brahim Diaz.
FRMF menilai aksi mogok bermain timnas Senegal tersebut memberikan dampak signifikan terhadap psikologis dan performa para pemain Maroko yang sedang berada di atas angin.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Maroko usai tim nasional mereka gagal meraih gelar Piala Afrika. Dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved