Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMEN Padang FC kecewa atas keputusan federasi tak melanjutkan kompetisi Liga 2. Keputusan itu dinilai tak mempertimbangkan aspirasi klub-klub yang menginginkan kompetisi berlanjut. Penghentian Liga 2 juga dinilai tidak adil mengingat kompetisi sudah terlunta-lunta sejak Tragedi Kanjuruhan.
Hal itu disampaikan CEO Semen Padang Win Bernadino seusai audiensi dengan Menpora Zainudin Amali di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (16/1). Sejumlah perwakilan klub Liga 2 dan asosiasi pemain menemui Menpora menyampaikan aspirasi.
"Saya tidak menampik ada yang mengusulkan (disetop) karena sudah jenuh tiga bulan setop tapi itu bukan artinya mewakili mayoritas dong. Ada yang juga mengusulkan home-away atau sistem bubble," ujarnya.
"Muncul banyak alternatif tapi faktanya tidak ada feedback ke kita dulu baru diputuskan. Itu yang membuat kita kecewa. Apapun suara alternatifnya harusnya kan ikut dipertimbangkan," imbuh Win.
Semen Padang memutuskan meliburkan skuad sejak Desember lalu karena tak kunjung ada kejelasan kapan kompetisi bisa bergulir lagi. Berbeda halnya dengan Liga 1 yang kemudian berlanjut. Dua bulan sebelumnya, Semen Padang tetap latihan sambil menanti kejelasan kompetisi.
Baca juga: Pemilihan Ketua PSSI DIharapkan tidak Jadi Ajang Loncatan Politik
"Ini ada konsekuensi kalau latihan tanpa kejelasan kompetisi pemain tidak akan fokus mempersiapkan diri karena tujuan yang dikejar tidak jelas sehingga pemain juga bisa rentan cedera dan lain-lain. Termasuk biaya juga menjadi tinggi tanpa kejelasan tujuannya," ungkapnya.
Tak hanya soal kompetisi yang tak kunjung jelas, penghentian juga bakal berdampak kepada gaji pemain, staf, hingga pelatih.
Soal gaji, Win mengatakan Semen Padang tetap membayar hingga Desember namun untuk Januari ini masih berhitung melihat kondisi finansial. Dia menyebut subsidi dari LIB pun sudah berhenti sejak Tragedi Kanjuruhan.
"Makanya kami berusaha penuhi kebutuhan dan kewajiban kami tapi kami juga berhitung-hitung," katanya.
"Subsidi dari LIB sejak kejadian itu disetop juga. Pascakejadian sejak Oktober kita tetap memang mengajukan tapi karena mungkin LIB merasa kompetisi disetop sehingga belum ada kewajiban untuk men-deliver ke kita," tukasnya.(OL-4)
Laga putaran ketiga Liga 2 antara Persiraja Banda Aceh dan PSPS Pekanbaru yang digelar di Stadion H Dimurthala, Aceh, Sabtu (14/2) malam berlangsung sengit dan berakhir imbang 1-1.
Isi jeda panjang kompetisi Liga Championship 2025/2026 hingga 15 Februari mendatang, PSIS gelar training center (TC) di Yogyakarta karena kesulitan dapatkan lapangan layak.
Persiraja Banda Aceh meraih kemenangan atas PSPS Pekanbaru dengan skor 4-2 pada laga pekan ke-18 Championship 2025/2026.
PSPS Pekanbaru vs Persiraja Banda Aceh, Liga 2 Championship akan berlangsung di Stadion Dhirmutala, Banda Aceh, Sabtu (31/1) malam ini. Pelatih PSPS Pekanbaru, Pelatih PSPS pesimistis
Persipura mengakhiri putaran kedua Grup Timur Championship 2025/2026 dengan hasil manis. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu kini bertengger di puncak klasemen
LAGA lanjutan peyan ke-18 Liga 2 atau Liga Championship 2025/2026 mempertemukan PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang Jumat (30/1) sore
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, sanksi tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran keamanan yang terjadi pada awal 2026.
PERSIKU Kudus harus menerima kenyataan pahit mendapat sanksi berat dari komite disiplin (Kondis) PSSI denda sebesar Rp250 juta dan pertandingan satu laga tanpa penonton
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved