Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGEMBIRAAN Piala Dunia 2022 ternyata tidak dirasakan semua negara. Bagi masyarakat Tiongkok, euforia di Qatar justru memicu kecemburuan dan kemarahan, karena Negeri Tirai Bambu masih menerapkan pembatasan ketat terkait covid-19.
Di sejumlah stadion Qatar, para penonton yang bersuka ria tanpa masker, membuat warga Tiongkok iri. Pasalnya, mereka jenuh atas pembatasan yang diberlakukan pemerintah. Mereka pun mulai mempertanyakan soal pendekatan lockdown, ketika seluruh dunia kini hidup berdampingan dengan pandemi covid-19.
"Orang-orang menonton pertandingan Piala Dunia secara langsung tanpa masker. Sedangkan, yang lainnya dikurung di rumah selama sebulan. Dikurung di kampus selama dua bulan, bahkan tanpa bisa keluar," ujar seorang pengguna jejaring sosial Weibo di Guangdong.
Baca juga: Kematian Covid-19 di Beijing karena Vaksinasi Booster Lansia Rendah
"Siapa yang telah mencuri hidupku? Aku tidak akan mengatakannya," imbuhnya.
Tiongkok merupakan negara besar terakhir yang saat ini masih berupaya melawan penyebaran covid-19. Pemerintah setempat terus mengisolasi sejumlah kota, area permukiman, hingga memberlakukan tes covid-19 wajib terhadap jutaan warga.
Varian Omikron yang menyebar cepat membuat kasus harian di negara tersebut mencapai 29.157 orang per hari. Kontras dengan euforia di Qatar, pemerintah Tiongkok membuat seperempat populasinya mengalami lockdown.
Di aplikasi WeChat, yang juga populer di Tiongkok, sebuah surat terbuka mempertanyakan kebijakan covid-19. Surat terbuka itu menyangsikan apakah Tiongkok berada di planet yang sama, karena kegembiraan tanpa masker di Qatar mengindikasikan sebaliknya.
Baca juga: Enam Langkah Qatar Promosikan Islam di Piala Dunia 2022
Namun, surat terbuka tersebut langsung mendapat sensor. Pertandingan Piala Dunia turut disiarkan di Tiongkok oleh stasiun televisi milik negara CCTV. Stasiun televisi itu dikenal kerap memberitakab laporan negatif seputar kematian massal dan kekacauan akibat covid-19.
"Kebijakan antiepidemi Nigeria memiliki hasil yang jelas. Kami tidak belajar dari Nigeria dan hanya melihat data Amerika Serikat. Apa arti sebenarnya dari ini untuk pencegahan epidemi di negara kami?" bunyi surat terbuka.
Kemarahan publik atas pembatasan yang dinilai sewenang-wenang itu baru-baru ini turut menimbulkan aksi protes. Termasuk di wilayah Guangzhou, ketika ratusan warga turun ke jalan menentang kebijakan lockdown.(AFP/OL-11)
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan bahwa Tiongkok akan terus mendukung upaya perdamaian global serta menghormati kebebasan beragama di seluruh dunia.
Jalur kereta api Beijing-Pyongyang resmi dibuka kembali mulai Kamis ini. Ini aturan baru tiket dan siapa saja yang diperbolehkan melintas.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Menlu Tiongkok Wang Yi kecam perang di Timur Tengah dan desak AS kelola hubungan bilateral. Beijing tegaskan aliansi dengan Rusia tetap kokoh di tengah krisis global.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Australia resmi memberikan visa kemanusiaan bagi lima pemain Timnas Putri Iran yang menolak menyanyikan lagu kebangsaan.
KETIKA sejarawan Amerika Hayden White menyebut narasi bukan cermin fakta, saya kira dia tidak sedang bercanda. Bagi White, narasi sejarah memiliki emplotment.
Trans7 dikecam atas tayangan yang dianggap merendahkan Pesantren Lirboyo. MUI dan masyarakat mengecam keras, meminta tindakan tegas terhadap stasiun televisi.
Para pakar konstitusi mengatakan Nepal dapat menghadapi kekacauan politik yang berkepanjangan kecuali jika pemerintah persatuan nasional dibentuk.
Presiden AS Donald Trump mengerahkan 2.000 pasukan untuk menangani protes yang terus meningkat dampak penggerebekan imigrasi di Los Angeles.
Mahasiswa Harvard menggelar aksi protes menentang kebijakan Trump yang membatalkan kontrak keuangan dan mencabut akreditasi mahasiswa internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved