Rabu 23 November 2022, 17:03 WIB

Kematian Covid-19 di Beijing karena Vaksinasi Booster Lansia Rendah

mediaindonesia.com | Internasional
Kematian Covid-19 di Beijing karena Vaksinasi Booster Lansia Rendah

AFP/Noel CELIS
Dua warga menggunakan alat pelindung diri berjalan di trotoar Kota Beijing, Tiongkok, Rabu (23/11), untuk menghindari penularan covid-19.

 

RENDAHNYA tingkat vaksinasi penguat (booster) covid-19 di kalangan warga lanjut usia di Beijing, Tiongkok, menjadi faktor yang melatari munculnya tiga kasus kematian dalam dua hari berturut-turut pada lonjakan kasus terkini.
 
"Persentase vaksinasi lengkap di antara warga berusia 60 tahun ke atas yang terinfeksi relatif rendah. Kurang dari 30% lansia 80 tahun ke atas yang terinfeksi telah menerima vaksin booster," kata Deputi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (CDC) Kota Beijing, Liu Xiaofeng, kepada pers, Rabu (23/11).
 
Beijing sedang mengalami situasi sulit dalam menghadapi lonjakan covid-19 terkini yang sudah mencapai lebih dari 3.000 kasus positif. Dalam dua hari berturut-turut pada Sabtu (19/11) dan Minggu (20/11), tiga pasien covid-19 berusia lanjut meninggal dalam perawatan di RS Ditan, Beijing.
 
Pada Selasa (22/11) sore di Beijing terdapat 634 kasus baru, sebanyak 135 kasus ditemukan di kawasan permukiman.


Baca juga: Kebakaran Pabrik Kimia di Tiongkok Tewaskan 38 Orang


Chaoyang, distrik terluas yang menjadi pusat bisnis, kompleks diplomat, dan kawasan permukiman orang asing, di Beijing, menjadi episentrum lonjakan kasus terkini di Ibu Kota.
 
Otoritas Kota Beijing mulai Kamis (24/11) mewajibkan hasil tes negatif covid-19 dalam 48 jam terakhir bagi orang-orang yang hendak mendatangi tempat hiburan, pusat bisnis, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, objek wisata, dan pusat keramaian lainnya.
 
Sebelumnya hasil tes negatif PCR berlaku dalam 72 jam.
 
Bagi orang yang hendak bepergian ke Beijing wajib melakukan tiga kali tes selama tiga hari sebelum keberangkatan.
 
Otoritas setempat juga menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok, seperti daging, telur, dan sayur.
 
Beberapa kawasan permukiman yang terkena penguncian wilayah (lockdown) juga mendapatkan jatah sayur-sayuran mentah secara cuma-cuma. (Ant/OL-16)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Indonesia Siap Nahkodai ASEAN Maju dan Damai

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 26 November 2022, 13:41 WIB
"Indonesia menginginkan agar ASEAN tetap penting dan relevan. Indonesia juga ingin kawasan Asia Tenggara tetap menjadi pusat...
AFP/YURIY DYACHYSHYN

Ukraina Keluhkan Krisis Energi

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 26 November 2022, 10:43 WIB
"Sampai malam ini, pemadaman listrik berlanjut di sebagian besar wilayah (Ukraina) dan di Kyiv. Secara total, lebih dari enam juta...
ANTARA/Maha Eka Swasta

Kemenlu Sebut tidak Ada WNI jadi Korban Banjir Jeddah

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 November 2022, 06:53 WIB
"Hingga saat ini tidak ada WNI yang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya